Kanker Getah Bening, Bisakah Disembuhkan?

August 8, 2014

kanker getah bening

Mendengar kata kanker, langsung terbayang sakit yang lama dan sulit disembuhkan. Apakah kanker getah bening juga sulit sembuh?

Saluran getah bening atau limfe dan kelenjarnya tersusun mengelilingi tubuh, seolah sesuai dengan fungsinya untuk melindungi setiap jengkal tubuh dari penyakit. Namun, siapa yang mengira bahwa kelenjar yang seharusnya berfungsi sebagai pelindung ini dapat membelot dan malah menyerang tubuh sendiri?

Sel-sel kelenjar getah bening yang menua dan seharusnya mati, malah membelah diri semakin banyak dan membentuk kanker yang disebut limfoma. Limfoma adalah kanker yang berasal dari sistem getah bening. Jenis limfoma ada bermacam-macam, tetapi umumnya hanya dibedakan menjadi limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. 90% kasus limfoma merupakan limfoma non-Hodgkin, sedangkan 10% sisanya merupakan limfoma Hodgkin.

Limfoma non-Hodgkin dimulai dengan kelainan sel darah putih yang disebut sel T atau sel B, yang membelah secara tidak terkontrol. Proses ini menghasilkan sel-sel abnormal yang jumlahnya makin banyak dan menyebar hampir ke seluruh tubuh. Penyebab limfoma non-Hodgkin tidak diketahui. Meski demikian, ada beberapa faktor risiko yang diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena limfoma.

Limfoma non-Hodgkin, misalnya, lebih mudah terjadi pada orang berusia lebih dari 60 tahun, dengan penyakit autoimun dan pernah terkena infeksi virus atau bakteri tertentu. Orang dengan kekebalan tubuh lemah, seperti penderita infeksi HIV atau penerima transplantasi organ juga lebih berisiko mengalami limfoma ini. Untuk limfoma Hodgkin, yang lebih berisiko adalah orang yang terkena infeksi monon-ukleosis infeksiosa. Jenis limfoma ini lebih banyak mengenai orang berusia 20 tahunan dan usia lebih dari 55 tahun. Sama seperti limfoma non-Hodgkin, risiko terjadinya limfoma juga lebih tinggi pada penderita infeksi HIV. Ia lebih mudah mengenai orang dari sosioekonomi tinggi dan memiliki faktor genetik.

Dikatakan oleh dr.Walta Gautama SpB(K) Onk, sama seperti keganasan lainnya, limfoma juga berbahaya karena sel-sel kanker yang tidak diterapi akan cepat memenuhi tubuh dan menggeser sel-sel kekebalan tubuh yang normal. Akibatnya, tubuh tidak dapat melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh dan mudah mengalami infeksi berat.

Benjolan di Leher yang Tidak Kunjung Hilang

Pada saat kita sakit tenggorokan atau sedang flu, kelenjar getah bening memang sering membengkak dan lebih besar dari biasanya. Seiring dengan masa penyembuhan, kelenjar ini akan mengecil kembali dengan sendirinya. Pada limfoma, kelenjar juga membesar tetapi tidak kunjung mengecil. Kelenjarnya sendiri tidak atau hanya sekali-kali terasa nyeri. Hal ini dapat disertai oleh berbagai gejala yang mirip dengan penyakit lainnya. Misalnya keringat berlebihan, terutama pada malam hari; demam tinggi yang hilang timbul; penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas; rasa gatal terutama setelah minum alkohol; kurang nafsu makan; perut terasa kembung; dan rasa lemah.

Untuk memastikan apa yang terjadi pada kelenjar getah bening, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, rontgen dada, hingga biopsi pada kelenjar. “Biopsi dilakukan dengan memberikan sedikit sayatan pada kelenjar untuk mengambil sampel jaringan atau dengan menggunakan jarum halus yang disebut dengan fine needle aspiration biopsy,” jelasnya. Dokter juga akan mencari tanda-tanda radang pada kelenjar getah bening untuk menyingkirkan kemungkinan pembesaran kelenjar akibat infeksi.

Jika ternyata terbukti memang kanker, selanjutnya dokter akan menentukan stadium kanker untuk melihat seberapa jauh kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Hal ini dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah, pemeriksaan MRI, USG, PET scan, biopsi sumsum tulang, atau pengambilan cairan spinal.

Dapat disembuhkan

Meskipun faktor risikonya telah diketahui, tetapi limfoma tetap sulit dicegah karena penyebabnya tidak diketahui. Untuk mengatasi limfoma, ada berbagai modalitas terapi yang umumnya hampir sama dengan terapi keganasan di tempat lain. Angka kesintasan (survival rate) penderita limfoma cukup baik. Dua pertiga penderita limfoma non-Hodgkin akan bertahan pada lima tahun pertama. Angka kesintasan ini bahkan lebih baik pada kasus limfoma Hodgkin, yaitu sekitar 85%.

“Beberapa modalitas terapi yang digunakan untuk limfoma di antaranya adalah kemoterapi, terapi imunologis menggunakan antibodi monoklonal, radioterapi, penanaman sel punca, serta pembedahan pada kasus-kasus tertentu,” ujarnya. Terapi utamanya adalah kemoterapi, yang dapat dikombinasi dengan pilihan terapi lain, seperti radioterapi atau imunoterapi. Meski memiliki prognosis yang cukup baik, terapi kanker dapat menimbulkan banyak efek samping yang cukup serius. Terapi harus direncanakan sedemikian rupa dengan menimbang manfaat dan risiko yang dapat diraih oleh penderita, serta harus dilakukan berdasarkan stadium kanker.

Tertular dari Kanker di Tempat Lain

Kelenjar getah bening adalah salah satu bagian tubuh yang paling sering ‘tertular’ kanker dari bagian tubuh lain. Kanker merupakan sel-sel yang rapuh dan gampang terlepas dari tumor utamanya. Sel-sel yang lepas ini kemudian berjalan ke bagian tubuh lain melalui darah atau saluran getah bening. Maka tidak heran jika sel kanker akhirnya ‘tersangkut’ di kelenjar getah bening dan membentuk tumor baru. Kelenjar getah bening yang paling sering terkena imbasnya adalah kelenjar yang letaknya dekat dengan tumor primernya. Jika kelenjar getah bening yang terkena dekat dengan permukaan tubuh, kelenjar mungkin teraba atau terlihat membesar. Misalnya pembengkakan kelenjar getah bening di daerah ketiak yang terjadi pada kanker payudara. Namun, pembesaran ini tidak selalu terdeteksi dari luar. Untuk memastikan bahwa kanker belum menyebar, dokter biasanya akan mengambil beberapa kelenjar getah bening di daerah dekat kanker untuk diperiksa.

Untuk apa kelenjar getah bening ikut diperiksa? Penyebaran kanker ke kelenjar getah bening di daerah sekitar kanker menunjukkan bahwa kanker kemungkinan akan kambuh setelah dikeluarkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini, dokter dapat memutuskan apakah setelah dioperasi pasien memerlukan terapi lain seperti kemoterapi atau radiasi. Penyebaran tumor ke kelenjar getah bening juga akan menentukan stadium kanker dan membantu dokter untuk menentukan seberapa ganas suatu kanker dan kemungkinan sembuhnya.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: