Jangan Remehkan Sesak Nafas

June 20, 2014

sesak nafas

Perasaan sulit bernafas yang terjadi mendadak merupakan suatu gejala dari beberapa penyakit yang dapat bersifat kronis. Tersumbatnya saluran nafas berkepanjangan tentunya berdampak buruk bagi organ tubuh manusia terutama otak. Oleh karena itu jangan remehkan bila terasa sesak di dada.

Sesak nafas atau dikenal dengan dispnoe merupakan gangguan mekanisme tubuh akibat kekurangan oksigen. Ketidaknyamanan dalam bernafas ini sering membuat banyak orang panik dan pasti sangat dirasakan menyiksa bagi penderita. Gejala yang sering dialami adalah tidak bisa menghirup cukup udara, udara tidak masuk sempurna, rasa penuh di dada, dada terasa berat, sempit, rasa tercekik, nafas pendek dan nafas berat.

Cara pandang masyarakat mengenai sesak nafas semata-mata akibat penyakit jantung. Pada dasarnya penyebab utama kesulitan bernafas bisa berasal dari masalah respirasi (pernafasan) atau organ paru-paru, lambung dan ginjal.

Sistem Pernafasan Manusia

Sesak nafas kerap mendera ketika Anda berjalan, naik tangga, atau berjalan seraya menenteng beban? Anda mungkin mengiranya karena kurang olahraga, nanti juga akan reda sendiri? Betul demikian?

dr. Mirsyam Ratri Wiratmoko Sp.P dari Rumah Sakit JMC menyatakan, “Sesak nafas, terlebih bila berkepanjangan adalah hal sangat serius dan harus segera diatasi secara tepat dan cermat. Sesak nafas pada dasarnya hanya merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius. Gejala ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, sebab bisa menyebabkan kematian. Sehingga harus dicari pangkal penyebabnya dan segera diatasi.

Menurutnya, keluhan sesak nafas seringkali dikaitkan dengan penyakit organ pernafasan seperti paru. Namun ternyata penyakit lain juga dapat menyebabkan sesak nafas, dr. Mirsyam membedakan penyebab sesak nafas ke dalam dua kelompok besar, yaitu organik dan non-organik. Yang dimaksud dengan organik di sini adalah kelainan pada organ tubuh. Sedangkan untuk non-organik berarti sesak nafas disebabkan oleh gangguan psikis yang umumnya tidak disertai dengan kelainan fisik, misalnya saat seseorang yang sedang mengalami serangan panik biasanya merasakan sesak nafas. “Orang-orang yang gelisah, depresi, ketakutan, rendah diri cenderung untuk sering menahan nafas. Atau justru menarik nafas terlalu sering dan dangkal sehingga terengah-engah. Dalam waktu yang lama, kebiasaan ini berpengaruh terhadap produksi kelenjar adrenal dan hormon yang berkaitan langsung dengan sistem pertahanan tubuh,” imbuhnya.

Sesak nafas akibat kelainan organik tidak hanya terbatas akibat kelainan organ dan saluran pernafasan seperti paru. Penyakit pada organ lain seperti jantung dan ginjal pun dapat turut bertanggung jawab.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sesak nafas dapat disebabkan antara lain oleh kelainan organ jantung. Membedakannya susah-susah gampang, dan tentunya hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh dokter. Sesak nafas akibat kelainan jantung, biasanya disebabkan oleh kerja jantung meningkat, sehingga kebutuhan oksigen meningkat, atau jantung tidak berfungsi dengan baik, misalnya pada gagal jantung. Gagal jantung biasanya disebabkan oleh adanya kerusakan otot jantung. Misalnya akibat serangan jantung (penyakit jantung koroner). Penyebab lain adalah adanya kelainan katup jantung, yang ditandai dengan bunyi jantung yang tidak normal. Selain itu juga bisa akibat gangguan irama jantung (aritmia) atau pembesaran bilik jantung.

Banyak kelainan saluran pernafasan yang bergejala sesak nafas. Namun, menurut dr. Mirsyam, kelainan yang tersering ditemukan adalah PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) dan Asma. Penyakit infeksi paru seperti pneumonia, TBC, dan infeksi lain contohnya flu babi dan flu burung dapat pula menunjukkan gejala sesak nafas.

dr. Mirsyam melanjutkan, sesak nafas bukan monopoli gangguan jantung dan saluran pernafasan saja. Sesak nafas juga bisa disebabkan penyakit-penyakit pencernaan, gangguan pada saluran cerna tersebut di atas, yang dapat mengakibatkan terjadinya sesak nafas adalah dispepsia dan GERD. Bahwa baik dispepsia maupun GERD dapat menyebabkan sesak nafas. Namun dengan mekanisme yang berbeda. GERD dapat meyebabkan sesak nafas karena asam lambungnya yang merangsang. Sedangkan dispepsia karena mekanik yang mendesak diafragma, sehingga jalur nafas terasa tidak lega atau sempit.

Solusi Cegah Sesak Nafas

Untuk mengatasi sesak nafas, dokter harus menilai gejala klinis dari kondisi penderita. Terdapat beberapa pemeriksaan yang dilakukan secara berkesinambungan yaitu tes spirometri dan tes bonkodilator. Hasil tes bronkodilator pada asma bronkial akan menunjukan tingkat reversibilitas >15 %, Sedangkan bagi penderita PPOK, hasil tes bronkodilator umumnya tidak akan mengalami perbaikan.

Menurut dr. Mirsyam, penanganan awal secara tepat dan cepat untuk mengatasi sesak yang mendadak adalah pemberian oksigenasi, sehingga kebutuhan oksigen untuk paru-paru tercapai. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian obat-obatan yang sifatnya membuka nafas kerja cepat.

Tips

• Jangan panik bila serangan sesak nafas terjadi. Kelola emosi merupakan langkah yang sangat penting untuk menyembuhkan masalah pernafasan. Banyak cara yang bisa dilakukan seperti berpikiran positif, menghilangkan ketakutan yang tidak beralasan. Segera memeriksakan diri anda kepada dokter.

• Ikuti senam sehat paru bersama di instansi rumah sakit atau puskesmas disekitar lingkungan tempat tinggal anda. Olahraga rutin yang menggerakkan punggung atas dan dada sangat membantu mengalirkan darah dan melatih otot pernafasan. Perlu diingat jika kita merawat tubuh dan pikiran, maka metabolisme tubuh akan seimbang dan terhindar dari penyakit.

• Mengkonsumsi makanan bernutrisi tinggi serat sehingga bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh.

• Menghindari outdoor atau indoor pollution seperti polusi kendaraan bermotor atau asap pabrik, kebiasaan merokok dan menghindari asap rokok bagi perokok pasif serta asap tungku masakan.

• Deteksi cepat dan waspada segala bentuk penyakit paru, sayangi paru dan jalani hidup sehat maka anda akan dapat bernafas lega.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: