Jagung, Makanan Pokok Pencegah Bayi Lahir Cacat

June 13, 2015

jagung

Masyarakat Indonesia sudah sangat tergantung terhadap beras dan tepung terigu sebagai makanan pokok sumber karbohidrat. Padahal Indonesia sangat kaya akan bahan pangan yang lain sumber karbohidrat. Dari sisi nutrisi jagung pun tidak kalah dengan sumber karbohidrat yang lain. Sudah saatnya konsumsi jagung digalakkan untuk ketahanan pangan nasional.

Tanaman jagung (zea mays) merupakan tanaman sejenis rumput-rumputan yang berasal dari Meksiko. Tanaman jagung memiliki banyak varietas, digolongkan berdasarkan kandungan patinya. Seperti jenis jagung dent corn, pop corn, sweet corn, atau flur corn. Meskipun kandungan patinya berbeda-beda, secara keseluruhan jagung mengandung karbohidrat yang tinggi sebagai sumber tenaga.

Lebih Tinggi Protein dan Serat

Sebagian sumber karbohidrat seperti beras dan mi (tepung gandum) rata-rata hanya memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi namun rendah protein dan serat. Jagung sebaliknya, memiliki protein, dan serat yang tinggi selain karbohidrat. Sangat cocok dikonsumsi bagi Anda yang sedang menjalani diet.

Kandungan nutrisi jagung tidak kalah dengan dengan beras. Jagung unggul dari sisi protein, setiap 100 g jagung pipil kuning kering mengandung 9.8 g protein, sedangkan beras hanya mengandung 8.4 g. Sedangkan serat pada jagung per 100 g sebanyak 2.2 serat sedangkan beras hanya mengandung 0.2 g serat. Jagung cenderung mengandung protein tinggi karena mempunyai butiran kernel yang kecil dengan kandungan endosperma yang banyak. Endosperma adalah lapisan yang mengelilingi lembaga.

Dari sisi lemak, jagung juga kaya akan lemak nabati yang sehat karena mengandung sumber lemak omega 6. Kandungan lemak yang tinggi menjadikan jagung sering diolah sebagai bahan baku minyak jagung atau corn oil. Istimewanya dari lemak jagung, jumlah asam lemak jenuhnya sangat kecil yaitu 13 persen, sedangkan asam lemak tak jenuh 86 persen, cocok dikonsumsi bagi penderita kolesterol tinggi. Mengonsumsi minyak jagung secara rutin juga mengurangi risiko serangan penyakit stroke dan serangan jantung.

Dari sisi kandungan vitamin dan mineral, jagung juga tidak mengecewakan. Setiap 100 g jagung mengandung kalsium 30 mg, fosfor 538 mg, besi 2,3 mg, dan natrium 5 mg. Meskipun demikian, memang ada kelemahan dalam jagung yaitu kandungan vitamin B kompleks. Vitamin B komplek niasin pada jagung masih terdapat dalam ikatan niastitin sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Namun jangan berkecil hati, dengan merendam jagung dengan larutan
basa (alkali) atau yang sering disebut dengan liming process, kandungan niasin dapat lepas dari ikatannya dan menjadi mudah diserap oleh tubuh.

Kelebihan lain jagung dari beras adalah kandungan provitamin A yang tinggi terutama untuk jenis jagung berwarna seperti jagung kuning. Sebuah publikasi pada Cancer Epidemology menyebutkan bahwa kandungan beta cryptoxanthin yang memberikan warna kuning pada jagung dapat mengurangi risiko penyakit yang menyerang paru-paru. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa perokok berat yang mengonsumsi jagung ternyata risiko terkena penyakit paru paru menurun sebanyak 37 %.

Mungkin banyak yang belum tahu jika di dalam jagung sangat kaya akan asam folat. Dengan mengonsumsi 1 buah jagung dalam sehari, maka 19 persen kebutuhan harian asam folat tubuh sudah terpenuhi. Asam folat ini salah satu zat gizi yang diperlukan tubuh, terutama ibu hamil untuk mengurangi risiko kelahiran bayi cacat.

Asupan asam folat yang rendah pada ibu hamil berhubungan erat dengan berat bayi yang rendah serta kejadian cacat pada bayi. Kekurangan asam folat pada tubuh juga dapat menyebabkan ketidaksuburan (infertilitas) dan risiko infeksi yang tinggi. Asam folat juga berguna untuk pertumbuhan dan pergantian sel-sel tubuh yang rusak karena asam folat adalah komponen penyusun DNA dan RNA.

Jagung bisa dikonsumsi dalam keadaan segar maupun kering. Jika memungkinkan, lebih baik mengkonsumsi jagung segar dibandingkan jagung kering karena nutrisi jagung segar lebih baik dibandingkan jagung kering.

Jagung bisa diolah menjadi beragam masakan, seperti diolah menjadi nasi jagung, grontol jagung, atau bubur jagung. Jagung segar muda juga bisa diolah menjadi campuran sup, tumisan, bakwan jagung, atau campuran kue tradisional. Penggunaan jagung akan lebih luas jika jagung diolah menjadi tepung jagung.

Caranya dengan mengeringkan jagung, digiling hingga lembut, dan diayak. Hasil tepung jagung ini bisa diolah menjadi cookies, cake, puding, dan kue basah.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: