Inilah Manfaat Kelor yang Luar Biasa Untuk Kesehatan

July 30, 2015

daun kelor

Bukan tanpa alasan jika banyak peneliti menunjukkan kekagumannya terhadap pohon kelor. Kadar nutrisi tanaman kelor memang tidak ada bandingannya. Pemanfaatan kelor pun sangat luas.

Miracle Tree

Saat ini kelor (Moringa oleifera) kerap mendapat julukan sebagai Miracle Tree. Istilah “Miracle Tree” ini juga dijadikan sebagai judul buku tentang kelor yang ditulis oleh Dr Monica G. Marcu, ahli farmakologi Amerika Serikat yang banyak meneliti tanaman obat.

Dalam film dokumenter yang dirilis Discovery Channel (2006) berjudul Moringa The Miracle Tree, Monica Marcu menjelaskan keunggulan kelor yang membuatnya luar biasa. Terutama kelengkapan nutrisi yang bervariasi dengan kadar yang tinggi. Tingginya nutrisi, rendahnya kalori serta kandungan sodiumnya, membuat kelor ideal untuk dijadikan energy food atau suplemen.

“Beberapa tumbuhan dikenal karena kaya dengan satu jenis nutrisi tertentu. Contohnya jeruk, kaya dengan vitamin C. Bayam dikenal kaya dengan kandungan zat besi. Namun kelor ini sungguh lain, karena satu tumbuhan ini kaya dengan berbagai jenis nutrisi, dengan kadar yang sangat tinggi,” kata Monica.

Sumber Nutrisi Lengkap

Hal senada diungkapkan Prof Ricardo Patricio, pakar pertanian dari Central Philippine University. Patricio mengutip hasil-hasil penelitian yang menunjukkan betapa istimewanya kandungan gizi kelor. Kelor, menurutnya, mengandung kurang lebih 90 unsur gizi dengan kadar yang tinggi.

Untuk berat yang sama, daun kelor mengandung kalium 3 kali lebih banyak daripada pisang, dan kalsium 4 kali lebih banyak daripada susu. Begitu juga vitamin C pada daun kelor kadarnya 7 kali lebih banyak daripada vitamin C pada jeruk. Vitamin A pada kelor 4 kali lipat daripada kadar vitamin A wortel, dan protein pada kelor 2 kali lebih banyak daripada susu atau telur. Pantaslah jika sebagian ilmuwan menjuluki kelor sebagai tumbuhan paling kaya nutrisi dan superfood yang paling baik.

“Jika punya pohon kelor, seperti Anda punya penghasil multivitamin sendiri”, komentar Prof Patricio..

Kaya Antioksidan dan Sumber Protein Nabati

Kelor juga kaya dengan puluhan jenis antioksidan. Zat-zat antioksidan dan vitamin-vitamin yang juga berfungsi sebagai antioksidan, bekerja bersama di dalam tubuh manusia. “Sebagai contoh, selenium diketahui akan bekerja lebih baik di dalam tubuh jika ada ada vitamin E. Kelor mengandung kadar selenium yang tinggi, dan kaya pula dengan vitamin E,” jelas Monica Marcu lagi.

Tidak banyak tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber protein nabati yang baik. Di antara yang sedikit itu, mungkin yang banyak dikenal adalah kacang-kacangan. Namun ternyata, kelor merupakan sumber protein nabati yang sangat baik.

“Kelor memiliki sembilan asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi tubuh,” kata Monica Marcu. Asam-asam amino dalam kelor tersebut menurutnya mudah diserap dan diolah di dalam tubuh.

Memerangi Malnutrisi

Dengan kandungan nutrisi yang sangat baik, pantaslah jika WHO menggunakan kelor sebagai sumber pangan alternatif untuk mengatasi malnutrisi di negara-negara miskin, seperti di beberapa negara di wilayah subsahara, Afrika. Terlebih setelah proyek percontohan untuk menggunakan kelor dalam memerangi malnutrisi di Senegal, berhasil dengan baik.

Sejak tahun 1997-1998, para petugas kesehatan dan bidan di pedesaan Senegal menerima pelatihan untuk memanfaatkan kelor untuk melawan malnutrisi. Antara lain dengan menggunakan daun kelor bubuk untuk dikonsumsi para ibu dan balita. Hasilnya pun terlihat. Anak-anak yang mengonsumsi Moringa menjadi lebih sehat, lebih aktif penuh energi, tidak lemah dan lesu seperti sebelumnya, seperti diungkap film dokumenter Moringa the Miracle Tree terbitan Discovery Channel, (2006).

Dari Akar Hingga Biji Bermanfaat

Bukan tanpa alasan jika kelor disebut sebagai salah satu tumbuhan yang paling banyak gunanya. Pasalnya seluruh bagian tanaman memang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. Seperti dijelaskan oleh Prof Ricardo Patricio, polong kelor muda digunakan sebagai bahan pangan manusia dan untuk pengobatan. Bijinya digunakan untuk pakan ternak, penjernih air, dan pupuk organic, serta bisa menghasilkan minyak yang digunakan untuk kosmetika, pelumas, dan parfum. Daunnya untuk dimakan, dijadikan obat, dijadikan pembersih alami perlengkapan rumah tangga, pestisida alami, dan pakan ternak. Bunganya dimanfaatkan untuk obat dan minuman kesehatan. Akar, kulit batang dan getahnya digunakan untuk pengobatan.

Di luar manfaatnya sebagai sumber nutrisi dan tanaman obat yang penting, kelor juga digunakan untuk berbagai tujuan lain. Menurut Prof Ricardo Patricio, pemanfaatan pohon kelor antara lain sebagai tanaman pagar atau pembatas lahan serta tanaman hias di pekarangan, juga ditanam pada sistem budidaya tumpangsari. Daun kelor dijadikan pupuk hijau dan pakan ternak. Kelor juga digunakan sebagai insektisida dan fungisida alami. Di daerah tertentu pohon kelor dijadikan sebagai penahan angin serta pencegah erosi. Di pinggir jalan, kelor kerap dijadikan sebagai tanaman peneduh. Di peternakan lebah madu, pohon kelor ditanam agar nektar bunganya menjadi makanan lebah madu.

“Kelor merupakan tanaman luar biasa yang bisa membuat perbedaan untuk kesehatan dan kualitas hidup Anda,” Prof Ricardo Patricio menyimpulkan.

Manfaat Kelor Untuk Kesehatan dan Pengobatan

Dalam sistem pengobatan tradisional India, Ayurveda, disebutkan bahwa kelor digunakan untuk mengatasi 300 penyakit. Hingga sekarang, kelor juga masih digunakan untuk kesehatan, sebagai pencegah dan obat bagi banyak penyakit dan gangguan kesehatan. Sebagian besar penggunaannya hanya berdasarkan bukti-bukti empiris, namun para peneliti pun semakin banyak yang tergerak untuk meneliti tanaman yang ajaib ini.

1. Kelor Sebagai Energy Booster

Pada masyarakat yang terbiasa dan gemar mengonsumsi kelor, tanaman ini dianggap baik untuk memelihara kesehatan dan menambah tenaga. Menurut Menurut Guru Besar Central Philipine University Prof Ricardo C Patricio, orang yang memiliki kesehatan biasa saja atau rata-rata, umumnya merasa mndapatkan tambahan energy dengan mengonsumsi daun kelor.

Hasil ujicoba konsumsi kelor di Senegal menunjukkan hasil yang menggembirakan. Anak-anak bisa mempertahankan atau meningkatkan berat badannya serta ada peningkatan kesehatan. Ibu hamil bisa pulih dari anemia dan bayinya lahir dengan berat badan yang lebih tinggi. Sementara ibu menyusui yang mengonsumsi kelor produksi air susu jadi melimpah.

2. Sebagai Antibiotika

“Antibiotik yang diidentifikasi oleh James Duke tahun 1983 dari kelor adalah Pterygospermin, yang merupakan senyawa antibakteri dan antijamur,” Prof Ricardo menjelaskan. Penelitian lanjutan yang dilakukan Mark Olson mendeskripsikan senyawa antibiotika tersebut. Sementara daun kelor segar yang diteliti, terbukti bisa menghambat bakteri Pseudomonas aeroginosa.

Penelitian-penelitian lain menunjukkan kelor juga memiliki efek antibakteri terhadap jenis bakteri lainnya seperti Salmonella.

3. Kelor dan Tekanan Darah

Bagian-bagian tanaman kelor diketahui memiliki efek terhadap tekanan darah. Kulit akar kelor memiliki senyawa alkaloid yang disebut moringinin, yang dapat menjadi stimulant jantung dan meningkatkan tekanan darah. Di sisi lain, ekstrak dari kulit batang bisa meningkatkan detak jantung pada konsentrasi rendah, dan sebaliknya menurunkan detak jantung pada
konsentrasi tinggi, sehingga bisa menurunkan tekanan darah.

4. Kelor dan Diabetes

Kelor juga kerap digunakan sebagai obat tradisional untuk pengendali kadar gula darah. Bukan hanya berdasarkan pengalaman turun temurun, namun efek penurun kadar gula darah dari kelor ini sudah diteliti ilmuwan. Penelitian yang dilakukan E. Makkonen membuktikan, ekstrak daun kelor terbukti menurunkan kadar gula darah dalam rentang waktu tiga jam, sekali pun efektivitasnya masih di bawah obat standar penurun kadar gula darah yang dijadikan pembanding, yaitu glibenclamide. Efek penurun kadar gula darah dari ekstrak daun kelor itu semakin meningkat seiring dengan peningkatan dosisnya.

5. Kelor dan Relaksasi

Tahukah Anda, ternyata kelor juga memiliki efek untuk relaksasi tubuh dan membantu tidur lebih lelap. Menurut Ricardo Patricio, ekstrak bubuk kelor terbukti memiliki efek menekan system saraf pusat yang cukup kuat. Ini berefek pada relaksasi pada otot-otot, penurunan suhu tubuh, dan memperpanjang waktu tidur.

Masih Banyak Manfaat Kelor Untuk Kesehatan

Seorang dokter medis yang juga menekuni herbal, dr. Prapti Utami MSi, mengupas pemanfaatan kelor untuk kesehatan manusia disertai keterangan kandungan apa yang memberikan manfaat tersebut. Dikatakannya, menurut banyak penelitian kelor terbukti mengandung 46 antioksidan kuat yang melindungi tubuh dari radikal bebas. Kelor juga mengandung 18 asam amino, 8 diantaranya merupakan asam amino esensial (yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh), yang berguna untuk membangun sel-sel baru. Selain itu, diketahui ada 36 senyawa antiinflamasi, dan 90 nutrisi alami seperti beragam vitamin dan mineral.

Mengutip penelitian Dr Gary Bracey dari Afrika, dr. Prapti menyebutkan kadar nutrisi bubuk kelor jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa bahan pangan lain. Kandungan betakaroten bubuk kelor 4 kali lebih banyak daripada wortel; zat besi 15 kali lebih banyak daripada bayam; zinc 6 kali lebih banyak daripada almond, dan kalium 15 kali lebih banyak daripada pisang.

Dalam paparannya, dr. Prapti mengatakan bahwa kelor dengan kandungan zat besi (Fe) yang tinggi, dapat membantu mengatasi anemia. Kelor membantu menyuburkan air susu ibu pada ibu menyusui karena mengandung sterol. Tingginya kadar vitamin dan mineral, membuat kelor bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, tingginya kadar protein dan antioksidan pada kelor bisa membantu mengatasi infeksi. Kadar kalsium yang tinggi disertai kandungan zat-zat lain menjadikan kelor membantu untuk mengurangi nyeri sendi, memelihara denyut jantung serta menguatkan tulang dan gigi. Ada pun kadar kalium yang tinggi membuat kelor bisa membantu menguatkan otot, jantung, syaraf, liver, dan pencernaan.

Kelor juga memiliki manfaat untuk meningkatkan kehidupan seksual pasangan suami istri. “Mengonsumsi kelor terbukti secara empiris bisa meningkatkan libido. Ini terkait dengan kandungan sterol,” kata dr Prapti menjelaskan.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: