Hidup Pasca Operasi Pengangkatan Rahim

March 29, 2015

operasi pengangkatan rahim

Setelah keputusannya untuk mengangkat kedua payudara tahun lalu, kini Angelina Jolie kembali membuat keputusan yang menggegerkan, yaitu melakukan pengangkatan rahim secara total. Hal ini dilakukan Jolie untuk menurunkan kemungkinan dirinya menderita kanker rahim dan indung telur.

Tidak hanya Jolie, banyak perempuan yang mesti kehilangan rahimnya. Penyebabnya lebih banyak karena penyakit. Apa dampaknya bagi kesehatan?

Untuk Terapi Maupun Pencegahan

Operasi pengangkatan rahim atau histerektomi adalah tindakan pengeluaran rahim dari tubuh wanita. Pengangkatan dapat dilakukan pada seluruh atau sebagian rahim, serta dapat disertai pengangkatan ovarium atau leher
rahim maupun tidak.

Histerektomi umumnya dilakukan akibat adanya penyakit atau perdarahan rahim yang tidak dapat diatasi dengan cara lain. Sebut saja tumor jinak pada rahim yang menimbulkan nyeri dan perdarahan, peranakan turun, endometriosis, perdarahan terus menerus dari vagina, penebalan dinding rahim, dan nyeri kronik di daerah panggul. Pengangkatan rahim juga sering diperlukan pada kasus kanker rahim, serviks, atau ovarium (indung telur). Semua ini hanya dipertimbangkan jika semua terapi lain tidak berhasil mengatasi penyakit.

Lalu bagaimana dengan kasus Jolie, bukankah ia tidak sakit? Untuk apa rahimnya harus diangkat? Keputusan melakukan pengangkatan rahim dan indung telur diambil Jolie karena ia memiliki mutasi gen BRCA1, yaitu mutasi gen yang menyebabkan dirinya memiliki risiko tinggi terkena kanker indung telur. Pengangkatan rahim beserta indung telur yang dilakukan Jolie disebut dengan histerektomi preventif, yang memang pada kasus tertentu dianjurkan dokter.

Berdasarkan penelitian, pembawa mutasi gen BRCA1 dan BRCA dapat menurunkan 70-96% risiko terjadinya kanker indung telur. Lalu, mengapa rahim juga ikut diangkat? Risiko terjadinya kanker rahim pada pembawa mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 memang masih belum diketahui. Meski demikian, dapat dimaklumi jika Jolie tidak mau ambil risiko.

Menopause dan Tidak Bisa Hamil Lagi

Angelina Jolie boleh jadi terlihat tegar dan biasa-biasa saja pasca operasi. Bahkan, konon ia bisa kembali syuting film terbarunya dengan semangat hanya selang seminggu setelah operasi. Namun jangan salah, operasi pengangkatan rahim adalah operasi besar yang memerlukan waktu untuk pulih. Istirahat, menghindari mengangkat benda berat, dan tidak melakukan hubungan badan umumnya dianjurkan selama enam minggu setelah operasi.

Pemulihan dari operasi pengangkatan rahim biasanya memakan waktu dua hingga enam minggu. Selama proses pemulihan, pasien dianjurkan untuk tidak banyak melakukan aktivitas karena dapat memperlambat proses penyembuhan luka bekas operasi. Dari segi makanan, disarankan untuk menghindari makanan yang menimbulkan gas seperti kacang-kacangan, buncis, brokoli, kubis dan makanan yang terlalu pedas. Makanan yang kaya protein dan minum banyak cairan sangat dianjurkan karena dapat membantu proses pemulihan.

Setelah menjalani pengangkatan rahim dan indung telur, seorang wanita akan mengalami menopause dan tidak dapat hamil lagi. Walau demikian, indung telur dapat dibekukan dengan teknik khusus seandainya ia ingin memiliki keturunan meski harus melalui ibu pengganti (surrogate mother).

Jika pengangkatan rahim tidak diikuti pengangkatan indung telur, wanita dapat tetap haid, tapi ia akan lebih cepat mengalami menopause dibanding wanita lainnya. Pada awal berkurangnya hormon estrogen, ia mungkin akan mengalami perubahan berupa hotflushes atau selalu merasa kepanasan, depresi, vagina menjadi kering, insomnia (gangguan tidur, lemah, dan keringat pada malam hari). Untuk mengatasi gejala-gejala ini, dokter dapat menganjurkan pemberian terapi sulih hormon.

Ovarium atau indung telur adalah organ yang berfungsi untuk menghasilkan hormon esstrogen. Pengangkatan ovarium akan menyebabkan berkurangnya hormon secara mendadak. Jangka panjang, wanita akan lebih cepat menua dan mengalami penurunan hasrat seksual. Sama seperti wanita menopause lainnya, risiko terjadinya penyakit jantung dan osteoporosis juga akan meningkat. Lebih dari itu, operasi pengangkatan rahim dapat menimbulkan dampak psikologis besar bagi wanita yang menjalaninya.

Seorang wanita memiliki daya tahan psikologis yang berbeda-beda. Ada wanita yang di luar tampak tegar, tapi ada juga yang rapuh di dalam. Kehilangan organ yang melambangkan diri wanita mungkin dapat menimbulkan rasa minder, depresi, dan rasa kehilangan mendalam pada wanita yang menjalani pengangkatan payudara, rahim, dan indung telur. Untuk itu, dukungan teman dan keluarga sangat diperlukan bagi wanita-wanita ini. Jika diperlukan, konsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat membantu meringankan beban wanita pasca operasi.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: