Hati-hati Pakai Obat Mata

December 15, 2013

mata merah

Tidak setiap mata merah sama jenis penyakitnya, obat mata pun belum tentu sama. Pemakaian obat mata yang salah dapat menyebabkan komplikasi pada mata, bahkan dapat berujung pada kebutaan.

Denok (24 tahun), mengatakan kedua matanya kerap merah sebelumnya. Mengaku tak ingin repot, mahasiswa akhir semester ini memilih membeli obat tetes mata yang biasa beredar di pasaran sebagai solusi. Apalagi, merahnya langsung hilang dalam 1-2 hari setelah pemakaian, begitulah terangnya. Nahasnya, setelah berlangsung beberapa tahun, matanya menjadi buram. Dokter mendiagnosis sebagai glaukoma akut akibat pemakaian obat mata yang menganĀ¬dung steroid jangka panjang.

Begitulah salah satu ilustrasi yang tak dipungkiri juga banyak terjadi dalam keseharian. Banyak orang yang mengobati gangguan mata dengan obat mata yang dijual bebas di pasaran. Ditegaskan Dr. Ira Dhirayati, SpM, meskipun sama-sama mata merah, bukan berarti sakit mata bisa diobati dengan obat yang sama. Apalagi, jika penyebab sakitnya juga berbeda. Ingat, memakai obat mata tanpa nasihat dokter bisa berbahaya.

Ketahui Sebabnya

Karena beberapa alasan, obat mata biasa kerap menjadi pilihan saat mata merah menyerang. Sama-sama merah, begitu katanya. Padahal, menurut dr. Ira terlebih dahulu mengetahui sebab penyakit mata, sangat penting sebelum melakukan pengobatan.

“Karena, pada prinsipnya pemberian obat-obatan sangat tergantung pada penyebab penyakit itu sendiri, jadi harus diketahui dulu penyebabnya.”

Sementara, menurutnya ada banyak sekali penyebab mata menjadi merah, seperti iritasi pada selaput lendir mata, reaksi alergi, infeksi mata, peradangan dari permukaan atau dari dalam bola mata, glaukoma atau peningkatan tekanan di dalam bola mata, pterygium, perdarahan dibawah selaput lendir mata, mata kering dan lain sebagainya. Tentunya, masing-masing ini memerlukan jenis obat yang berbeda.

Kenali Sebelumnya

Ada banyak sekali jenis obat mata yang beredar, bentuknya bisa berupa cairan, gel atau salep. Masing obat tersebut mengandung zat biokimia yg dibuat untuk penyakit tertentu. Ada yang untuk sekadar membersihkan mata, ada yang untuk meredakan infeksi, juga untuk penyakit mata khusus, seperti glaukoma, lensa mata keruh (katarak), atau untuk penyakit-penyakit autoimun pada mata. “Intinya, indikasi pemakaian obat mata tergantung dari penyebab penyakitnya dan derajat sakitnya secara klinis.”

Tidak semua obat mata dijual bebas. Sebagian besar ditebus dengan resep dokter. Dr. Ira menambahkan, semua obat-obatan di bidang medis, sebaiknya digunakan bila benar-benar diperlukan. Obat-obatan mengandung bahan kimia yang bisa berbahaya jika dipergunakan sembarangan. Misalnya, obat mata yang mengandung bahan steroid kuat bisa menyebabkan efek samping seperti glaukoma atau katarak jika digunakan dalam jangka waktu lama. Selain itu, juga justru bisa memperparah luka yang ada sebelumnya pada kornea mata.

“Obatan tetes mata yang mengandung antibiotika tertentu yang diperuntukkan bagi mata infeksi, juga bisa saja menimbulkan reaksi alergi pada orang-orang yang sensitive,” tambahnya.

Oleh sebab itu, dilarang sembarang menggunakan obat mata karena selain bahannya yang berbahaya dalam jangka panjang juga bisa berbahaya dalam jangka pendek. Dr. Ira menghimbau untuk tetap membaca lebel obat yang tercantum sebelum menggunakannya.

“Setiap pemakai obat mata harus benar-benar mengetahui apa yg diteteskan kedalam matanya dan mengetahui efek sampingnya. Selain bisa ditanyakan kepada dokter mata, Anda juga sebaiknya membaca labelnya. Periksa kekerasan serta jenis zat apa yg dipakai dalam obat tersebut,” tuturnya.

Obat mata yang dijual bebas bukan berarti boleh seenaknya dipakai. Kebanyakan obat mata tanpa resep dokter hanya untuk membersihkan mata, melembabkan permukaan mata atau sebagai antisepsis mata belaka.

Mata merah sendiri seperti diterangkan Dr. Ira sebelumnya bukan hanya satu jenis saja penyebabnya. Selain infeksi, baik oleh virus, kuman, atau jamur, mata juga bisa merah bila mengidap glaukoma, alergi atau terkena trauma.

Obat tetes mata sebaiknya dipakai seperlunya sampai penyakitnya sembuh, saran Dr. Ira kemudian. Satu botol obat tetes mata biasanya dapat dipergunakan selama 2 – 4 minggu sedangkan yang dalam tube kecil antara 2-3 hari bila tutup botol obat sudah dibuka. Bila sudah sembuh sebaiknya obat mata tidak disimpan dan langsung dibuang walaupun belum habis karena selain sudah berubah khasiatnya, obat tetes mata bisa saja sdh terkontaminasi oleh zat-zat di udara, jamur dan lainnya.

“Berhati-hatilah menggunakan obat pada mata anda karena banyak sekali penyebab sakit mata dan obatnya masing-masing berbeda dan kemungkinan efek sampingan dapat terjadi,” tegasnya mewanti-wanti.

Tips Cerdas dengan Obat Mata!

  • Sebelum gunakan obat mata, ketahui terlebih dahulu sebab sakit mata Anda.
  • Sesuaikan obat dengan penyebab penyakit matanya.
  • Pilihlah obat yang paling ringan dan sedikit efek sampingnya
  • Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk penyakit-penyakit mata yang berat.
  • Bacalah dulu isi/komposisi obat pada botol obat.
  • Ketahui dulu apa saja efek-efek, kontraindikasi dan yang perlu dimonitor dan diperhatikan dari penggunaan obat mata.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: