Hati-hati Muntaber Pada Anak

March 24, 2015

muntaber pada anak

Muntaber merupakan salah satu kondisi yang biasanya terjadi karena kurang terjaganya kebersihan makanan yang dikonsumsi anak. Hal ini biasanya ditandai dengan dengan diare serta muntah yang menyebabkan anak semakin kehilangan cairan tubuh. Hati-hati, gejala muntaber ternyata juga dapat menjadi indikasi anak terjangkit penyakit yang serius!

Berbagai Penyebab Muntaber

Muntaber yang merupakan singkatan dari muntah dan berak (buang air besar) yang dapat terjadi pada siapa saja, dari kanak-kanak hingga manula. Secara umum, muntaber adalah suatu kondisi dimana seseorang menderita muntah yang disertai buang air besar yang terjadi berkali-kali, bahkan hingga sepuluh kali sehari. Selain itu terjadi perubahan bentuk dan kepadatan tinja menjadi semakin lembek hingga mencair yang kadang diserta darah atau lendir. Cara penularan muntaber biasanya melalui infeksi kuman yang disebarkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi atau tidak terjaga kebersihannya. Selain itu sistem sanitasi di rumah atau lingkungan tempat tinggal juga dapat memicu terjadinya muntaber. Faktor cuaca juga turut berperan dalam penyebaran kuman seperti hujan yang terus menerus sehingga menimbulkan banjir serta lingkungan yang kotor sehingga sangat potensial untuk menimbulkan wabah muntaber.

Penyakit muntaber biasanya menyerang anak-anak dengan rentang usia dua hingga delapan tahun. Hal ini disebabkan daya tahan tubuh anak yang belum sekuat orang dewasa. Penyebab muntaber dapat bermacam-macam mulai dari keracunan makanan atau minuman yang disebabkan bakteri atau bahan kimia, kekurangan gizi, hingga penyakit serius seperti peradangan usus oleh bakteri, virus, atau parasit lainnya (jamur, cacing, protozoa). Jangan mengabaikan gejala muntaber karena dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius seperti disentri, kolera atau botulisme, dan indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn, yaitu penyakit yang menyebabkan pembengkakan atau peradangan saluran pencernaan. Diare yang berlebihan saat muntaber juga dapat menjadi gejala umum radang usus buntu.

Waspadai Gejala Muntaber

Bila bagi orang dewasa saja kondisi ini dapat membahayakan, maka tentu saja resiko ini semakin berlipat saat muntaber menyerang anak atau balita. Nah, untuk menghindari serta mengetahui apa yang harus dilakukan saat si kecil sakit, maka tugas orang tualah mempelajari gejala serta penanganan penyakit yang mungkin terjadi pada anak, termasuk muntaber. Muntaber yang menyerang pada anak-anak dapat diamati dari gejala yang timbul. Saat si kecil terserang muntaber yang diakibatkan kontaminasi makanan biasanya perut akan terasa perih dan nyeri terutama pada bagian perut bawah. Selain itu anak juga akan mengalami mual-mual hingga muntah, perut kembung, hingga pusing yang disertai demam tinggi. Saat muntaber, anak juga cenderung lemas serta kehilangan nafsu makan. Jika kondisi tersebut dibiarkan, maka setelah beberapa hari mengalami muntah dan diare, anak dapat mengalami kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

Penyakit muntaber yang menimpa anak, terutama balita, dapat membahayakan jiwa karena dapat menyebabkan kematian. Menghindari bahaya muntaber tersebut, hal utama yang harus dilakukan orang tua saat mendapati anaknya menderita muntaber adalah menjaga anak agar terhindar dari dehidrasi. Cara yang mudah dan sederhana adalah memberikan larutan oralit yang dapat dibuat dengan mencampurkan segelas air matang, 1 sendok teh gula pasir serta seujung sendok teh garam dapur. Saat gejala awal, sebaiknya berikan 2 hingga 3 gelas larutan ini setiap anak muntah. Walau terkesan mudah, namun membujuk anak untuk meminum larutan oralit tentunya dibutuhkan kesabaran orang tua. Selain itu menurut medicinenet, cara yang dapat dilakukan untuk menjaga agar anak tidak dehidrasi adalah dengan memberikan air, minuman olah raga yang mengandung ion elektrolit pengganti cairan tubuh, kaldu bening, serta agar-agar atau jelly cair. Babycenter menambahkan untuk tidak memberikan jus terlebih dahulu, atau melarutkan jus terlebih dahulu dengan perbandingan setengah jus dan setengah air sebelum diberikan pada anak. Selain itu jangan memberikan minuman berkarbonasi pada anak yang tengah menderita muntaber.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah jangan memberikan cairan terlalu banyak karena malah dapat menyebabkan rasa mual, serta hindarkan produk susu sapi karena dapat meningkatkan rasa mual dan muntah pada anak. Jika kondisi anak semakin memburuk seperti buang air besar semakin sering dan banyak serta kadang disertai darah, muntah terus menerus, demam yang tinggi, dan tidak dapat makan atau minum, maka sebaiknya segera bawa anak ke rumah sakit untuk mendapat perawatan serta diagnosa lebih lanjut mengenai penyebab muntah dan diare yang dideritanya.

Herbal Atasi Muntaber

Selain menggunakan cara alami dari larutan oralit, penanganan muntaber juga dapat menggunakan obat tradisional. Berikut beberapa ramuan tradisional yang dapat diberikan saat anak muntaber.

• Air kelapa muda dari satu butir kelapa dicampur dengan sedikit kopi.

• 7 lembar daun jambu biji dan 1 buah buah pisang batu di cuci bersih, lalu dicampur dengan 1 sendok makan daun teh kering. Tumbuk semua ramuan hingga halus, masak dengan satu gelas air matang, dinginkan dan saring. Minum ramuan 3-4 kali sehari.

• 25 gram daun sembung, 10 gram daun bidara putih, 10 gram daun meniran dicuci hingga bersih, lalu direbus dengan 1 liter air hingga masak. Dinginkan ramuan, lalu saring. Minum hasil saringan tersebut 4 kali sehari dengan dosis satu gelas setiap minum.

• 5 tangkai daun sembung muda dicuci lalu direbus dengan 500 ml air hingga tersisa setengahnya. Dinginkan, saring, dan minum ramuan beberapa kali sehari selagi hangat.

• 25 gram akar teki, 15 gram daun sembung, 10 gram temulawak, 5 gram kunyit dicuci bersih lalu direbus dengan satu liter air hingga tersisa setengahnya, bubuhi sedikit garam. Dinginkan dan saring ramuan. Minum ramuan tiga kali sehari.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: