Hati-hati Menangani Keseleo Pada Anak

July 27, 2015

keseleo pada anak

Keseleo merupakan salah satu dari banyak cedera yang dapat menimpa anak-anak terutama si kecil yang masih dalam masa aktif. Jika anak mengalami keseleo maka sebaiknya segera ditangani dengan hati-hati karena bila salah penanganan maka selain memperparah, dapat pula menyebabkan kelainan permanen pada tulang saat dewasa.

Rawan Menimpa Anak-Anak

Keseleo merupakan peristiwa yang biasa diartikan dalam bahasa Inggris sebagai ‘sprain’ dan ‘strain’. Walau diartikan sebagai kata yang sama, namun sebenarnya terdapat perbedaan dari kedua kata tersebut. Sprain merupakan istilah medis yang digunakan untuk cedera yang disebabkan regangan berlebihan atau robekan pada ligamen (penghubung antar tulang), sementara strain adalah cedera yang terjadi karena robekan pada otot maupun tendon (penghubung tulang dan otot). Walau memiliki istilah yang berbeda dalam bahasa Inggris, keseleo atau yang juga sering disebut terkilir ini merupakan kejadian yang rawan menimpa anak terutama yang masih dalam masa aktif bergerak.

Cedera keseleo biasanya terjadi saat si kecil berlari atau bermain bola tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu. Biasanya cedera ini terjadi pada bagian tubuh seperti pundak, pergelangan kaki, pergelangan tangan, atau punggung dengan gejala utama adalah rasa nyeri atau sakit yang disertai memar atau bengkak pada bagian yang keseleo. “Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat jika keseleo terjadi disertai dengan patah tulang atau pendarahan yang tidak segera berhenti,” kata Barton D. Schmitt, M.D. Dokter anak itu juga menambahkan dalam tulisannya dl laman kesehatan internasional, seattlechildren.org bahwa sebaiknya orang tua segera menghubungi dokter anak jika anak mengalami luka keseleo yang serius hingga tidak dapat menggerakan bagian yang keseleo, terdapat luka terbuka, patah tulang atau salah sendi, serta memar biru kehitaman pada kulit yang disertai rasa nyeri. Jika anak masih belum dapat berbicara atau mengatakan rasa sakit, orang tua dapat melihat dari mimik wajah atau tangis si kecil saat kita berusaha menggerakkan bagian yang cedera. Selain itu segera temui dokter jika rasa sakit tidak segera mereda setelah 3 hari atau jika berlangsung hingga 2 minggu atau lebih.

Penanganan Keseleo Pada Anak

Saat si anak mengalami keseleo maka sebagai orang tua perlu mengetahui tidakan yang harus dilakukan. Menurut Dokter Steven Dowsen dalam kidshealth, cara menangani keseleo adalah menerapkan Rest, Ice, Compression, Elevation yang disingkat RICE. Rest berarti mengistirahatkan otot selama 24 jam setelah keseleo yang dilakukan agar cedera tidak semakin parah. Ice adalah meletakkan kantong es atau kain yang direndam dengan air dingin pada bagian yang nyeri atau sakit selama sekitar 30 menit setiap 4 jam selama sekitar 3 hari. Hal ini dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Compress dilakukan dengan membungkus bagian yang keseleo dengan pembalut elastis atau perban. Terakhir elevate (peninggian) area yang sakit sedikit di atas jantung, yang juga bertujuan mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Metode ini akan lebih efektif jika dilakukan dengan posisi berbaring. Namun jika cedera terjadi pada bagian punggung, sebaiknya perhatikan posisi tidur anak agar tidak menekan bagian yang sakit.

Orang Indonesia biasanya akan langsung mengurut bagian tubuh yang cedera atau keseleo. “Hal ini sangat tidak dianjurkan karena akan membuat aliran darah lebih lancar ke bagian yang bengkak dan mengumpul di bagian tersebut, sehingga pembengkakan akan lebih lama sembuh,” jelas Dr. Inez dari klinik Citralife Chiropatic, Jakarta, seperti dilansir laman familyfimela.com. Dokter tersebut juga menganjurkan metode RICE untuk menangani keseleo. Menurut Dr. Inez, tubuh memiliki mekanisme tersendiri dalam menyembuhkan penyakit atau cedera, sehingga setelah cedera diperbaiki oleh daya tahan tubuh, maka kondisi anak akan kembali seperti semula. Namun yang perlu diperhatikan adalah melatih anak ketika baru sembuh untuk memastikan tidak adanya cedera lain yang berbahaya. Dilansir Lakesma.ub.ac.id, terdapat cara merehabilitasi atau melatih otot selama masa penyembuhan dari keseleo. Cara yang kenal sebagai MSA (Movement – Strength – Alternate Medicine) ini dilakukan dengan menggerakan (movement) sendi atau otot setelah beristirahat selama 24 – 48 jam, namun hentikan jika masih terdapat rasa sakit. Setelah pembengkakan berkurang, selanjutnya mulai latih kekuatan (strength) otot dan sendi perlahan-lahan serta berhati-hati agar tidak membebani bagian yang cedera. Selain itu untuk mengurangi rasa sakit dapat digunakan obat-obatan medis (alternate medicine), namun sebaiknya dilakukan jika kondisi anak sangat parah serta harus dibawah pengawasan dokter anak.

Pengawasan orang tua merupakan hal utama untuk menghindari terjadinya cedera keseleo pada anak. Langkah lainnya adalah selalu memperhatikan anak saat bermain serta membiasakan dan mengingatkan anak untuk selalu melakukan pemanasan sebelum berolahraga atau menggunakan alat olahraga yang sesuai. Selain itu jika anak mengalami keseleo, lakukan penanganan keseleo dengan benar untuk menghindari bahaya serta efek samping adanya kelainan pada pertumbuhan tulang atau otot saat anak dewasa. (Baca juga: Keseleo Jangan Buru-buru Diurut)

Herbal Tradisional Untuk Keseleo

Selain penggunaan obat-obatan kimia, kita juga dapat menggunakan herbal tradisional untuk menangani keseleo. Tentu saja penggunaan obat ini harus disesuaikan dengan kondisi serta tingkat cedera yang terjadi. Berikut beberapa herbal tradisional yang dapat di coba.

• Segenggam beras yang telah direndam dengan air beserta satu rimpang kencur digerus hingga halus. Tambahkan sedikit air lalu tempelkan pada bagian yang keseleo.

• 2 batang serai serta 3 butir kemiri dicuci bersih kemudian ditumbuk hingga halus. Beri sedikit air lalu panaskan hingga hangat-hangat kuku. Balurkan pada bagian yang sakit, lalu balut dengan kain bersih. Ganti balutan serta ramuan tersebut setiap hari.

• Ambil asam dapur, tambahkan sedikit garam halus dan minyak kelapa. Aduk dan remas-remas hingga rata lalu gosokkan pada bagian tubuh yang terkilir. Lakukan secara rutin sebelum tidur serta cuci dengan air hangat ketika bangun.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: