Gangguan Mata pada Penyakit Graves

April 14, 2014

gangguan mata pada penyakit graves

Dipelototi oleh orang tidak dikenal? Rasanya tentu tidak enak. Namun, bagaimana jika Anda yang melotot terus-menerus? Bisa jadi Anda yang jadi tidak enak terhadap orang lain. Mungkin inilah yang dirasakan oleh pengidap penyakit mata akibat penyakit Graves.

Penyakit Graves adalah suatu jenis penyakit autoimun pada kelenjar tiroid yang juga dapat memengaruhi mata. Penyakit autoimun adalah penyakit yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh kita tidak dapat membedakan mana kuman penyakit yang harus dianggap musuh dan mana yang sel-sel tubuh kita sendiri. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh menganggap bagian tubuh kita sebagai musuh dan menyerangnya. Penyebab penyakit autoimun belum diketahui dengan pasti hingga kini.

Bukan Karena Marah

Salah satu bagian yang diserang pada penyakit Graves adalah otot-otot dan jaringan lemak di belakang dan di sekitar bola mata. Karena diserang, otot-otot dan jaringan ini menjadi bengkak hingga mendorong bola mata ke depan. Hal ini disebut dengan eksoftalmus. Yang jadi masalah, mata bukan hanya tampak melotot terus-terusan, tapi juga menimbulkan gangguan pada mata dan penglihatan.

Karena mata yang semakin di depan, kelopak mata jadi sulit untuk menutupi mata dengan sempurna. Padahal, kelopak mata tidak hanya melindungi mata dari benda asing, tetapi juga melapisi mata dengan cairan setiap kali kita berkedip. Hal ini akan mencegah kornea, bagian terdepan mata, dari kekeringan, infeksi, dan kerusakan.

Kesehatan dan kejernihan kornea sangat penting dalam penglihatan. Kornea merupakan jendela terdepan dalam proses penglihatan. Dan begitu rusak, tidak ada cara untuk memperbaikinya kecuali dengan transplantasi kornea dari donor, yang masih sangat jarang ada di Indonesia. Karena itu, pengidap gangguan mata pada penyakit Graves harus sangat teliti dan telaten dalam merawat kesehatan kornea.

Tidak hanya kornea, jika pembengkakan jaringan sekitar mata terlalu parah, saraf-saraf mata juga dapat ikut tertekan dan menjadi rusak. Hal ini dapat menyebabkan kebutaan. Otot-otot penggerak mata yang bengkak, juga dapat menyebabkan kekakuan dan sulit untuk melirikkan mata ke segala arah.

Tidak Selalu Terjadi

Gangguan mata akibat penyakit tiroid adalah kondisi langka yang mengenai 16 perempuan dari 100.000 orang dan 3 laki-laki dari 100.000 orang setiap tahun. Menurut dr. Em Yunir SpPD-KEMD, umumnya, penderita gangguan ini memiliki kelenjar tiroid yang terlalu aktif dan mengidap penyakit autoimun. Ada juga yang membawa gen yang menyebabkan dirinya lebih rentan terkena gangguan ini. Gangguan mata akibat penyakit tiroid juga cenderung terjadi pada mereka yang merokok.

Dalam populasi umum jumlah penderita gangguan mata ini tidak terlalu banyak, berbeda halnya dengan penderita penyakit Graves. Pada kelompok pasien yang mengalami penyakit Graves, 50% di antaranya akan mengalami gangguan pada mata. Meski demikian, ada juga yang tidak mengalami gangguan mata sama sekali, dan sebaliknya, ada yang mengalami gangguan mata tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit pada kelenjar tiroid.

Mata Merah dan Buram

Penderita gangguan mata akibat peyakit Graves harus rutin menemui dokter mata. Bukan karena matanya yang bengkak, melainkan untuk menjaga fungsi penglihatan sebaik mungkin agar tidak banyak berubah dan tidak berakhir dengan kebutaan.

Pada tahap awal, karena kelopak mata tidak dapat menutupi dengan sempurna, bagian depan mata dapat menjadi merah dan teriritasi. Mata dapat terasa kering dan nyeri, atau sebaliknya jadi berair karena iritasi. Penderita juga dapat menjadi sensitif terhadap cahaya. Saat otot bengkak, penglihatan dapat menjadi kabur atau tampak ganda dan bertumpuk. Anda juga dapat merasakan pegal saat melirikkan mata ke berbagai arah. Dan pada stadium lanjut, penglihatan dapat menjadi semakin buram, bahkan warna juga ikut terlihat pudar.

Gangguan yang terjadi, tidak selalu mengenai kedua mata. Bila mengenai kedua mata pun, ada kemungkinan tidak sama ukurannya. Meski demikian, banyak gejala yang terjadi bersifat ringan dan mudah diobati. Hanya sekitar 5% yang berakhir dnegan kebutaan.

“Jika sudah diketahui menderita penyakit tiroid, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan terhadap mata. Namun jika belum, diperlukan pemeriksaan darah dan pemindaian terhadap jaringan tiroid untuk memastikan ada tidaknya penyakit tiroid,” jelasnya. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan terhadap mata untuk melihat apakah terjadi pembengkakan di belakang mata dan memeriksa ketajaman penglihatan, lapang pandang, serta penglihatan warna dan pemeriksaan otot mata.

Terapi Cegah Kerusakan

Ganggguan mata pada penyakit Graves akan berkurang secara bertahap dengan sendirinya. Namun, gejala yang terjadi akibat pembengkakan masih akan terus berlanjut karena bengkak dapat terus menetap. Oleh sebab itu, tujuan terapi pada gangguan ini adalah untuk mencegah kerusakan yang terjadi selama fase inflamasi. Ada juga terapi untuk mereka yang jaringannya tidak kunjung kempes ke bentuk semula.

Pada tahap awal, penderita gangguan mata ini sangat dianjurkan untuk menggunakan air mata buatan (pelumas mata) untuk mencegah kekeringan pada mata. Dokter juga akan memberikan obat tetes mata untuk mencegah infeksi, dan menganjurkan untuk mengenakan kaca mata hitam. Pada fase peradangan, dapat diberikan obat-obat golongan antiinflamasi. Saat penyakit berlanjut, diperlukan obat-obatan imunosupresan, yaitu golongan obat yang akan menekan sistem imun. Obat ini dapat diberikan secara diminum. Namun pada kasus yang membandel, penderita biasanya harus dirawat agar obat dapat diberikan secara intensif melalui infus. “Gangguan ini juga akan mereda seiring dengan pemberian obat-obatan antitiroid.”

Peradangan yang berat pada otot dan jaringan sekitar mata, dapat juga diberikan terapi radiasi. Pembedahan hanya dilakukan jika gangguan mata menimbulkan masalah penglihatan yang serius atau kerusakan pada saraf. Pembedahan juga dapat dilakukan pada saat fase radang berakhir, jika pasien ingin memperbaiki penampilan mata. Jika sudah sembuh, penderita gangguan mata tiroid juga diharapkan untuk memeriksakan matanya secara rutin.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: