Fakta Tentang Lemak

June 21, 2013

tentang lemak

Tidak semua jenis lemak berbahaya untuk tubuh. Beberapa jenis lemak malah sangat penting bagi kesehatan. Para ahli mengategorikan lemak menjadi dua macam yaitu lemak jenuh dan lemak tidak jenuh. Lemak jenuh yang bersumber dari makanan hewani dikategorikan berbahaya untuk tubuh. Lemak ini dapat meningkatkan akumulasi hasil buangan yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah sehingga berpotensi menyebabkan hipertensi, serangan jantung, dan obesitas. Lemak ini biasanya berwarna putih kekuningan dan terdapat pada lapisan daging dan lapisan di bawah kulit. Contoh lemak jahat ini antara lain: makanan yang digoreng, santan, minyak goreng yang dipakai berulang, daging berlemak, margarin, mentega, kuning telur, dan makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti seafood (cumi, udang, kerang, dan kepiting) serta jeroan, otak, dan hati.

Berbeda dengan lemak jenuh, lemak tidak jenuh sangat bermanfaat untuk tubuh. Lemak tidak jenuh akan meningkatkan kadar HDL (High Density Lipoprotein) atau kolesterol baik yang akan memisahkan LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat dari sel tubuh dan dinding pembuluh darah sehingga menjaga pembuluh darah jantung dari sumbatan kolesterol. Contoh lemak sehat ini adalah: asam lemak omega 3 seperti minyak ikan dan flaxseed oil; asam lemak omega 6 seperti kedelai dan jagung; asam lemak omega 9 seperti minyak zaitun (olive oil), minyak kanola, buah avokad, dan kacang-kacangan.

4 Tips Mengonsumsi Lemak

1. Hindari mengonsumsi lemak jahat. Mengonsumsi makanan padat lemak tidak hanya menambah kalori berlebih — yang dapat menyebabkan obesitas dan kenaikan berat badan — melainkan juga dapat meningkatkan faktor risiko terserang banyak penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, beberapa jenis kanker, dan osteoartritis.

2. Perbanyak makan ikan. Para ahli mengatakan bahwa komposisi konsumsi lemak sehat harus tepat yaitu 1:4. Artinya, 1 porsi asam lemak omega-3 berbanding 4 porsi asam lemak omega-6. Pada kenyataannya, di alam banyak sekali terdapat sumber asam lemak omega-6. Bila sulit mengukur 1:4, gunakan cara paling mudah. yaitu perbanyak konsumsi asam lemak omega-3 dari ikan karena omega-6 sudah banyak terkandung dalam makanan alami.

3. Pilih minyak zaitun yang extravirgin, karena yang jenis ini hanya mengalami satu kali proses pengolahan sehingga zat warna buah yang terkandung di dalamnya tidak banyak terbuang dan karenanya masih mengandung zat antioksidan. Sedangkan minyak zaitun jenis lain (light) mengalami proses pemerasan yang berulang-ulang.

4. Gunakan minyak zaitun bukan untuk menggoreng, tapi untuk diminum langsung, digunakan sebagai salad dressing, atau dicampur pada jus buah. Buah-buahan, terutama yang mengandung zat warna karotenoid, memerlukan minyak agar dapat diserap oleh usus. Jadi, gunakan minyak yang sehat.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: