Etika Kala Batuk dan Bersin

February 8, 2014

batuk dan bersin

Ketika si kecil batuk atau bersin, kebanyakan orang tua pasti menyuruh anaknya untuk menutupi mulut. Namun, apa yang Anda suruh mereka gunakan untuk menutupi mulut? Tangan? Salah! Ayo ubah kebiasaan ini supaya Anda dan keluarga tidak menyebarkan penyakit.

Buat Apa Ditutupi?

Batuk atau bersin adalah refleks tubuh untuk menolak benda asing masuk ke dalam saluran napas. Tapi bila sedang terinfeksi, tubuh bisa bereaksi dengan menghasilkan lebih banyak sekret yang kita sebut dengan ingus dan dahak. Dalam hal ini, batuk atau bersin bisa jadi tanda bahwa tubuh sedang berusaha mengeluarkan sekret yang menyumbat.

Namun, yang jadi masalah, semua orang pasti tahu bahwa batuk dan bersin bisa menyebarkan kuman dengan cepat. Pasalnya, sekret tidak keluar dengan sopan melainkan bisa menyembur ke mana-mana dengan kecepatan tinggi. Jika Anda tidak mau terkena cipratan kuman dari orang lain, jangan biarkan orang lain terkena cipratan bersin atau batuk Anda juga.

Penyakit yang bisa menular melalui batuk dan bersin umumnya adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Sebut saja influenza, penumonia, batuk rejan, hingga SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Selain menyebar lewat kuman di udara dari orang yang sakit, kuman juga bisa masuk melalui tangan yang menyentuh virus dan bakteri yang menempel di benda yang kita sentuh setiap hari. Tidak heran penyakit-penyakit ini mudah sekali menyebar di tempat umum dan di tempat manusia melakukan kontak langsung satu sama lain.

Ada Etikanya

Tidak hanya bertamu atau makan yang punya etika. Batuk dan bersin pun harus ada etikanya. Jangan sampai Anda dicap sebagai penular satu kantor atau satu rumah. Apa saja sih yang harus dilakukan jika batuk atau bersin?

  • Jika tenggorokan atau hidung mulai terasa gatal, cepat palingkan kepala atau batuk/bersin di tissue sekali pakai. Repot ya, kalau tidak membawa tissue di tangan? Batuk atau bersin kan tidak dapat diduga kapan datangnya, kecuali jika sedang sakit. Alternatifnya, Anda bisa menutupi dengan bagian dalam siku atau lengan baju bagian atas. Mengapa tidak menggunakan telapak tangan? Karena memang saat batuk atau bersin kuman tetap berada di tangan dan tidak menyebar. Namun, kuman juga jadi menumpuk di tangan. Begitu lupa cuci tangan, kuman malah akan lebih cepat menyebar di benda-benda yang kita sentuh. Misalnya di pegangan pintu, mainan, atau tangan orang lan saat bersalaman. Kalau sudah begini, selamat, Anda sudah menyumbang kuman untuk orang lain.
  • Setelah menutupi dengan tissue, jangan lupa langsung dibuang ke tempat sampah.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun, atau menggunakan hand-sonitizer yang mengandung alkohol.
  • Jika sedang sakit, terutama penyakit menular, dianjurkan untuk tetap di rumah dan tunda dulu keinginan untuk jalan-jalan di mall. Hindari juga memakai alat-alat makan, minum, handuk, dan benda lain bersama-sama dengan orang lain.
  • Pakai masker jika sedang sakit dan terpaksa ke tempat umum. Namun, jangan lupa juga untuk mengganti masker setiap 8 jam.

Untuk mencegah supaya tidak tertular, dianjurkan untuk:

  • Sering-sering mencuci tangan sedikitnya selama 15 detik, terutama setelah ke toilet dan sebelum makan.
  • Cuci mainan dan benda lain yang sering dimasukkan ke mulut oleh si kecil.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut terlalu sering. Ini akan mencegah kita untuk memasukkan kuman ke dalam tubuh.

Stop Meludah

Masih ingat waktu virus SARS merebak? Kala itu, yang paling ba┬Čnyak terserang adalah negeri tirai bambu. Kebiasaan meludah diduga menjadi salah satu biang keladinya. Meludah memang tidak selalu dikaitkan dengan penyakit. Dalam budaya tertentu, meludah bisa dianggap wajar dan merupakan bagian dari gaya hidup. Di lapangan sepak bola pun tidak jarang kita lihat pemain yang meludah saat bermain. Jika saja mereka jatuh dan lecet, kuman yang tersebar di penjuru lapangan bisa membuat luka jadi terinfeksi dan sulit sembuh.

Meskipun ludah mengandung banyak bakteri dan virus, tetapi umumnya kebanyakan tidak bertahan di udara luar. Namun, kita tidak mau ambil risiko, kan? Apalagi, sebagian besar penyakit saluran napas menular melalui liur yang keluar saat kita berbicara, batuk, bersin, atau meludah. Liur yang tak terlihat ini bisa mendarat di mana saja, termasuk di saluran napas orang lain. Kuman tertentu juga dapat berdiam di udara bebas dalam waktu lama, dan masuk ke dalam paru-paru. Misalnya tuberkulosis, yang mudah menular dalam ruangan tertutup.

Jadi, stop meludah sembarangan. Kalaupun ingin meludah, praktikkan etika batuk saat meludah. Tutupi dengan tissue, buang, lalu segera cuci tangan.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: