Eksim Lagi? Capek Deh

November 30, 2013

eksim

Gatal? Paling enak ya digaruk. Tapi jika penyakit gatal tidak kunjung menghilang sampai berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun, mungkin ini disebabkan oleh neurodermatitis.

Menurut Dr. Amaranila Lalita Drijono, SpKK, neurodermatitis merupakan gangguan pada kulit yang menahun akibat kebiasaan menggaruk di lokasi tertentu. Eksim yang juga dikenal dengan lichen simplex kronis ini, dapat dimulai dari hal kecil seperti gigitan nyamuk atau luka garukan. Bisa juga akibat kulit yang kering atau teriritasi. Awalnya, penderita eksim hanya menggaruk untuk mengurangi rasa gatal. Namun karena digaruk, luka sederhana ini malah menjadi semakin gatal. Lama kelamaan penderitanya menggaruk tanpa disadari dan menjadi kebiasaan. Karena sifatnya yang kronis, luka di daerah tersebut akan meluas dan menebal dan tentu tidak sedap dipandang.”Memang tidak berbahaya, tapi sangat sulit untuk memutus ‘lingkaran setan’ yang diciptakannya,” tambahnya.

Eksim, Bukan Gatal Biasa

Siapapun pernah merasakan gatal Tapi jika gatalnya keterlaluan, siapapun juga mungkin tidak akan tahan. Penderita eksim umumnya akan merasakan gatal tapi hanya terbatas di daerah tertentu, tidak di seluruh tubuh. Bisa hanya di leher, pergelangan tangan, lengan, paha, atau di daerah tulang kering. Terkadang dapat pula mengenai daerah genital. Yang jelas, biasanya ia terjadi pada lokasi yang mudah dijangkau oleh tangan.

Rasa gatal dapat datang dan pergi. Meski demikian, penderita biasanya lebih sering menggaruk dengan keras saat sedang santai atau beristirahat, dan bisa berlanjut sampai saat sedang tidur. Karena kulit di daerah tersebut bolak balik gatal dan sembuh, lama kelamaan ia menjadi tebal, bersisik, kasar, dan berwarna kemerahan atau lebih gelap dari kulit di daerah lain. Menurut Dr. Nila, akibat garukan, luka dapat terinfeksi oleh kuman dan terjadi jaringan parut serta perubahan warna kulit yang tidak bisa hilang.

Terkait Psikis

Penyebab pasti terjadinya eksim tidak diketahui. Pencetusnya bisa jadi hal yang sangat simpel, berupa iritasi atau gesekan dengan baju yang ketat sekalipun. Pada beberapa kasus, eksim berkaitan dengan penyakit kulit lainnya, seperti kulit kering ataupun psoriasis. Namun rasa gatal juga dapat dicetuskan oleh stres dan ansietas (cemas, takut, panic).

Eksim lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria, dengan penderita paling banyak berusia 30 sampai 50 tahun. Faktor risiko meningkat pada mereka yang memiliki atau ada keluarga yang memiliki riwayat eksim, alergi, psoriasis atau gangguan kulit lainnya. “Apalagi jika disertai dengan stress dan ansietas,” terangnya.

Putus Dengan si Gatal

Eksim tidak akan sembuh jika tidak dirawat dengan tepat. Sukses tidaknya pengobatan bergantung pada menemukan dan menghilangkan faktor pencetus gangguan ini. Karena eksim terbentuk akibat siklus gatal-garuk-gatal yang terus menerus, maka hal terpenting adalah memutuskan rantai ini dengan berhenti menggaruk. Dengan demikian, diharapkan kulit akan memiliki waktu untuk proses penyembuhan. Menurut Dr. Nila, untuk mengurangi rasa gatal, dokter biasanya memberikan obat berupa salep kortikosteroid, tablet antihistamin, dan mungkin obat anti ansietas. Dan jika memang terdapat infeksi pada kulit, maka dapat diberikan antibiotik dalam bentuk salep ataupun tablet.

Berhubung eksim juga berkaitan dengan faktor psikologis, maka selain terapi obat-obatan, penderitanya juga dapat berkonsultasi dengan ahli kejiwaan mengenai penyebab di balik rasa gatal dan cara mencegah rasa gatal timbul kembali. Peran terapi psikologis cukup penting pada kasus ini, karena eksim dapat kambuh kembali di kemudian hari.

Tips mencegah eksim datang kembali

  • Hindari pakaian yang ketat dan terbuat dari bahan sintetis atau wool, panas berlebihan, serta stress.
  • Jaga kelembaban kulit. Kulit yang kering dapat menyebabkan rasa gatal.
  • Hindari alergen dan bahan yang dapat mengiritasi kulit, misalnya pembersih porselen, pewarna rambut.
  • Gunting kuku sependek mungkin.
  • Jika ada kulit yang gatal, lebih baik letakkan es di daerah tersebut ketimbang menggaruknya.
  • Mandi bersih dua kali sehari dengan sabun yang lembut, tanpa pewarna dan parfum.
  • Kenakan pakaian yang menutupi area yang gatal, terutama jika sering menggaruk saat tidur.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: