Daun Ketumbar, Penyedap yang Bermanfaat Obat

December 9, 2014

daun ketumbar

Walau masih terdengar asing, daun ketumbar merupakan salah satu bumbu penyedap yang dapat dimanfaatkan dalam menambah cita rasa masakan. Selain dapat menjadi alternatif menu penggoyang lidah, ternyata daun tanaman beraroma khas ini dapat dijadikan salah satu herbal tradisional yang menyehatkan.

Cita Rasa Khas Dalam Masakan

Coriander, Cilantro atau Chinese parsley merupakan berbagai sebutan di seluruh dunia yang ditujukan untuk daun ketumbar (Coriandrum sativum). Tanaman tahunan yang terdapat di Eropa, Afrika hingga Asia Tenggara ini merupakan jenis tanaman perdu dengan ketinggian hingga setengah meter saja sehingga sering dimanfaatkan sebagai salah satu tanaman pagar. Walau orang lebih mengenal biji dan daun ketumbar untuk dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap, tanaman ketumbar ternyata dapat dikonsumsi seluruh bagiannya.

Penggunaan daun ketumbar di Indonesia mungkin masih terbilang jarang, namun daun yang memiliki aroma khas ini ternyata populer digunakan di seluruh penjuru dunia. Daun ketumbar memang dikenal sebagai bahan masakan salad di Meksiko, India, China, Amerika Latin, serta berbagai masakan tradisional lainnya di berbagai negara. Berbeda dengan biji ketumbar, daun ketumbar dikenal memiliki aroma yang kuat dan khas. Pada beberapa orang aroma khas ini dianggap menyegarkan, sementara sebagian lainnya tidak menyukai rasa dan baunya sehingga mereka cenderung menghindari daun ketumbar. Daun ketumbar biasanya disajikan segar pada salad, atau dicincang dan ditaburkan langsung pada makanan sebelum disajikan tanpa proses pemasakan terlebih dahulu karena panas dapat menghilangkan rasa dan aroma daun ketumbar. Namun pada beberapa resep masakan Indian dan asia tengah, daun ketumbar biasa digunakan dalam jumlah besar dan dimasak hingga rasa khasnya hilang. Selain pemanasan, bau khas daun yang cepat rusak setelah dipetik itu juga dapat hilang jika didinginkan atau dibekukan.

Nutrisi & Manfaat Daun Ketumbar

Walau berasal dari satu tanaman, kandungan nutrisi pada daunnya berbeda dengan biji ketumbar. Daun ketumbar kaya akan vitamin A, vitamin C, dan vitamin K yang bermanfaat mengurangi tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, artritis, kanker, masalah pencernaan, dan masalah kesuburan, sementara bijinya memiliki kandungan vitamin yang rendah, namun mengandung berbagai mineral seperti kalsium, selenium, zat besi, magnesium dan mangan yang cukup besar.

Penggunaan daun ketumbar dipercaya memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan. Situs kesehatan medicalhealthguide.com (2011) menyatakan bahwa daun ketumbar dapat digunakan dalam pengobatan masalah pencernaan, menambah nafsu makan, mengatasi hernia, mual dan kembung, gas dalam usus, sakit gigi, melindungi dari infeksi saluran kemih, peluruh ASI, meredakan rasa nyeri, rematik, sakit kepala, hingga menurunkan resiko kanker kulit dan melindungi kulit dari radikal bebas yang diakibatkan sinar UV dari matahari. Sebuah studi dari para ahli University of Western Ontario, Kanada, menemukan bahwa daun ketumbar memiliki kandungan flavonoid bernama limonene yang memiliki efek menghambat penyerapan lemak jenuh oleh perut sehingga dapat mengecilkan perut besar. Situs magforwomen dalam okezone.com (2013) juga melansir bahwa daun ketumbar dapat menurunkan kadar gula darah dan mencegah pembentukan kolesterol dalam lapisan pembuluh darah. Hal ini didukung sebuah studi dalam The Journal of Ethnopharmacology yang menyatakan bahwa ekstrak daun ketumbar dapat menurunkan kadar gula darah sehingga memiliki potensi sebagal anti diabetes. Pernyataan ini juga dilansir situs herbal herbwisdom.com (2014) dengan menyebutkan bahwa di beberapa bagian Eropa, ketumbar telah disebutkan sebagai tanaman ‘antidiabetic’ karena memiliki efek hipoglikemik. Sebuah penelitian yang dipublikasikan Journal of Food Science (2012) juga menyebutkan bahwa konsumsi daun ketumbar dapat menurunkan kadar gula darah, walau demikian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Sebuah studi lain dalam Journal of Toxicology and Industrial Health, Oktober 2012, menyebutkan bahwa daun ketumbar memiliki efek mengurangi risiko penyakit hati. Sebuah studi terbaru yang dikutip LiveStrong (2014) menyatakan bahwa herbal ini memiliki efek sedatif yang dapat meredakan kecemasan, depresi dan serangan rasa panik. Sementara jika dikonsumsi sebagai teh, daun ketumbar memiliki efek detoksifikasi yang cukup potensial.

Efek Samping Dann Ketumbar

Sayangnya walau dinyatakan aman dalam dosis tertentu, daun ketumbar dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang yang hipersensitif terhadap rempah satu ini. Situs stylecraze.com (2014) menyebutkan bahwa penggunaan daun ketumbar yang berlebihan memiliki efek samping yaitu kerusakan hati karena kandungan antioksidan yang sebenarnya memiliki efek mengurangi risiko masalah hati jika digunakan sesuai dosis yang direkomendasikan, akan berefek kebalikan dan meningkatkan sekresi empedu sehingga dapat membahayakan hati.

Efek lain dari daun ketumbar adalah menurunkan tekanan darah yang dapat menimbulkan seseorang kehilangan kesadaran. Konsumsi berlebihan dari daun ketumbar juga dapat menyebabkan sakit perut, kram perut, muntah, diare, gangguan pernafasan, sakit pada bagian dada, masalah sensitifitas kulit yang berlebihan pada sinar matahari, rasa terbakar pada mulut, dehidrasi, serta gangguan pada janin yang membuat daun ketumbar sebaiknya tidak dikonsumsi oleh wanita hamil. Semua efek samping tersebut tentu saja dapat dihindari jika herbal satu ini dimanfaatkan secara tepat dan sesuai dosis. Bahkan tidak mustahil anda akan ketagihan pada penyedap berbau khas yang satu ini. Jadi, siap mencoba daun ketumbar dalam hidangan anda?

 

 

loading...

Previous post:

Next post: