Daun Gedi, Andalan Kuliner Sulawesi Utara yang Berkhasiat

November 26, 2014

daun gedi

Dilihat sekilas, tanaman daun gedi ini mirip seperti tanaman singkong. Ini tampak dari bentuk daunnya yang berbentuk menjari seperti daun singkong. Namun sebenarnya dari segi klasifikasi, tanaman gedi justru lebih dekat dengan kembang sepatu, sama-sama dari suku Malvaceae. Dahulu tanaman gedi memiliki genus yang sama dengan kembang sepatu, yaitu Hibiscus. Namun kemudian tanaman gedi diklasifikasikan dalam genus tersendiri, dengan nama ilmiah Abelmoschus manihot.

Berasal dari Cina, tanaman Gedi kemudian menyebar ke wilayah India dan kawasan Asia lain termasuk Indonesia. Daunnya berbentuk menjari berwarna hijau gelap. Bunganya berwarna kuning putih, bentuknya seperti bunga waru.

Di berbagai daerah di Indonesia, namanya berbeda-beda. Nama daun gedi untuk tanaman ini dikenal di kawasan Sulawesi Utara. Di sebagian daerah Sunda, namanya daun Ki Dedi. Dalam bahasa Inggris disebut Edible hibiscus, Sunset hibiscus. Di Australia daun gedi disebut Aibika. Kultivarnya ada beberapa jenis, yang sekilas bisa terlihat dari perbedaan warna dan bentuk daunnya.

Kuliner Sulawesi Utara

Daun Gedi sangat banyak digunakan orang Sulawesi Utara untuk dimakan sebagai sayuran. Kuliner khas Manado seperti bubur Manado tinotuan terasa belum lengkap jika tidak menggunakan daun gedi. Selain memperkaya cita rasa makanan sehingga semakin sedap, daun gedi yang mengandung semacam lendir seperti kembang sepatu ini juga berfungsi untuk mengentalkan. Selain dijadikan campuran bubur Manado, daun gedi bisa juga dibuat campuran lain.

Bagaimana dengan kandungan gizinya? Daun gedi kaya akan vitamin A, zat besi (Fe) dan serat yang baik untuk proses pencernaan. Kadar vitamin A nya lebih banyak daripada bayam. Kandungan vitamin C-nya lebih tinggi daripada pisang kecil. Selain kaya zat besi, mineral lain yang banyak terkandung di dalam daun gedi potassium dan kalsium.

Dibawa Ke Perantauan

Pada sebagian orang Manado dan Sulawesi Utara ada tradisi untuk menanam tanaman gedi di tempat baru mereka. Alasannya agar mudah untuk mendapatkan daun gedi jika sewaktu-waktu rindu dengan kuliner kampung halaman.

Pada umumnya daun gedi ditanam di pekarangan atau pun di dalam pot jika tidak memiliki halaman yang luas. Terlebih penanaman tanaman gedi sangatlah mudah dilakukan dan tidak memerlukan perawatan yang rumit. Pohon gedi bisa mencapai 2 meter, memiliki batang yang lurus dan bercabang-cabang. Tumbuhan ini tumbuh optimal pada tempat yang terkena banyak sinar matahari dan tanah yang gembur.

Khasiat Daun Gedi

Selain untuk kuliner dijadikan sayuran, daun gedi juga dijadikan sebagai tanaman obat tradisional. Bahkan bukan hanya daunnya, tetapi juga bagian tanaman lain seperti bunga dan kulit kayu. Daun gedi digunakan untuk mengatasi asam urat, darah tinggi, susah buang air besar, penyakit maag, dan lain-lain. Di tempat lain daunnya digunakan untuk mengatasi demam, nyeri sendi, pendarahan, dan bisul.

Bahkan di sebagian daerah, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi daun gedi. Pasalnya daun gedi diyakini bisa membantu memperlancar proses persalinan. Tentu saja ini masih harus dibuktikan dengan penelitian.

Biasanya untuk dijadikan obat tradisional, daun gedi akan direbus. Jika perlu ditambahkan dengan bahan lain, tergantung tujuan pengobatannya. Untuk menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi, cukup minum air rebusan daun gedi. Bisa juga manfaat daun gedi itu dipetik dengan mengolahnya menjadi masakan berkuah, lalu dimakan dengan kuahnya.

Daun gedi juga dipercaya untuk mengatasi keluhan akibat gangguan ginjal dan saluran kemih. Bersama dengan daun kumis kucing, daun gedi digunakan sebagai peluruh batu pada saluran kemih. Caranya dengan merebus daun gedi bersama daun kumis kucing, lalu airnya diminum.

Pemanfaatan daun gedi bukan hanya dilakukan masyarakat Manado, namun juga oleh orang-orang Filipina, Taiwan, China, Korea, dan Jepang. Di negara-negara ini, daun gedi juga dijadikan sayuran dan sebagai obat tradisional. Daun gedi kaya dengan berbagai senyawa golongan polifenol dan flavonoid. Dengan kandungan antioksidan yang tinggi, maka para peneliti mulai tertarik untuk meneliti daun gedi guna mengetahui potensinya sebagai antikanker.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: