Daun Dewa, Herba Ajaib Penangkal Kanker dan Diabetes

October 13, 2013

daun dewa

Gynura segetum (Lour.) Merr. atau biasa disebut daun dewa merupakan tanaman herba yang biasa digunakan untuk keperluan pengobatan. Gynura segetum (Lour.) Merr merupakan kerabat dekat Gynura procumbens (Lour.) Merr. (daun sambung nyawa). Seperti daun sambung nyawa, daun dewa juga memiliki berbagai nama lain, antara lain Gynura divaricata (L. ) Dc.; Gynura pseudoCina (L.) DC.; daun dewa, umbi dewa, beluntas cina (Indonesia); setawar barah, beluntas cina, samsit (Melayu); dan Zan qi cao (Cina).

Tanaman ini merupakan tanaman terna tahunan dengan tinggi 50 cm, memiliki daun dengan permukaan atas berwarna hijau tua dan permukaan bawahnya berwarna hijau muda. Batang yang muda berwarna hijau, alur memanjang, dan batang yang agak tua berwarna tengguli (merah marun) dan bercabang banyak. Bunga tanaman daun dewa muncul di ujung batang, berbentuk bonggol (kepala bunga), dan berwarna kuning. Selain itu, tanaman ini memiliki umbi berwarna keabuan, panjang 3—6 cm, dan lebar penampang 3 cm.

Anda Harus Tahu!

1. Daun dewa banyak digunakan dalam terapi pengobatan, baik digunakan sebagai obat luar ataupun obat dalam.

2. Tanaman daun dewa merupakan tanaman yang mudah tumbuh di mana pun sehingga dapat dibudidayakan di pekarangan rumah.

3. Daun dewa banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat keluarga (TOGA).

 

Kandungan Senyawa Aktif dalam Daun Dewa

Tidak jauh berbeda dengan kerabatnya, daun dewa juga memiliki kandungan senyawa aktif yang hampir sama dengan daun sambung nyawa, yaitu alkaloid, tanin, saponin, polifenol, minyak asiri, dan flavonoid.

Khasiat dan Manfaat Daun Dewa

Seperti kerabatnya, tanaman daun dewa diketahui berkhasiat sebagai antikoagulan untuk mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, dan membersihkan racun. Selain itu, daun dewa digunakan untuk mengobati infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa, membantu terapi diabetes, menjaga kesehatan jantung, dan mencegah terjadinya kanker. Manfaat ini karena adanya adanya kandungan senyawa aktif, khususnya senyawa flavonoid.

Senyawa flavonoid bersifat antioksidan, antidiabetik, antikanker, antiseptik, dan anti-inflamasi. Senyawa flavonoid merupakan senyawa bioaktif yang menunjukkan berbagai aktivitas kesehatan, salah satunya adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk mencegah penyakit degeneratif, baik kanker, penyakit jantung, atau pembuluh darah.

Efek Hipoglikemik Daun Dewa

Seperti halnya daun sambung nyawa, berbagai studi untuk membuktikan keampuhan daun dewa untuk mengobati berbagai penyakit sudah dilakukan sejak tahun 1990-an. Pada tahun 1991, Nurul Hidayah Hadiyati dari Farmasi, FMIPA UI melakukan studi pemberian sari air daun dewa. Hasilnya diketahui bahwa daun dewa dapat menurunkan kadar glukosa darah 1 jam setelah mendapatkan glukosa.

Studi selanjutnya pada tahun 1993 yang dilakukan oleh Muhammad Muslich, seorang farmakolog dari Fakultas Farmasi, UNTAG melakukan kajian pemberian infus daun dewa 10% secara oral dengan dosis 1 gram per kg BB pada kelinci yang diberikan gula. Hasil studinya menunjukkan bahwa daun dewa dapat menurunkan kadar glukosa darah sebesar 71,06% dibandingkan dengan penggunaan obat diabetes.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Vania, dkk. tahun 2006 yang menguji pengaruh infus daun dewa (Gynura segetum (Lour.) Merr terhadap kadar glukosa darah hewan coba, diketahui bahwa daun dewa memiliki efek hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah). Hal ini dimungkinkan karena adanya proses pengambilan glukosa dari darah ke dalam sel.

Flavonoid, Si Antikanker

Kandungan flavonoid dalam daun dewa juga dipercaya memberikan efek sebagai penumpas kanker. Flavonoid membantu menghambat perkembangan tumor atau kanker dengan menghentikan siklus sel kanker dan menyebabkan kematian sel kanker.

Studi yang dilakukan oleh Sukardiman, IGP Santa, dan N. Wied Aris R.K. dari Fakultas Farmasi UNAIR menyebutkan bahwa pemberian ekstrak daun dewa menyebabkan terjadinya kematian pada sel kanker.

Saponin dan Tanin, Si Pendongkrak imunitas

Studi preklinis yang dilakukan oleh lstiqomah Dewi pada tahun 2011, menguji aktivitas imunomodulator ekstrak daun dewa terhadap respon imunitas. Ternyata ekstrak daun dewa terbukti mampu meningkatkan respon imun. Hal ini diduga karena adanya kandungan saponin dan tanin di dalamnya.

Selain sebagai pendongkrak respon imun, menurut Mary Clarke dari Department of Human Nutrition, Kansas State University, saponin yang terdapat dalam sayur dan buah berperan untuk menghambat atau membunuh sel kanker. Begitu juga dengan saponin dalam daun dewa. Hebatnya lagi, saponin dapat membunuh sel kanker tanpa membahayakan sel normal tubuh.

Bagian yang Biasa Digunakan

Bagian yang dapat digunakan untuk pengobatan adalah seluruh bagian tanaman daun dewa. Namun, bagian yang paling sering digunakan adalah bagian daun dan umbi dari tanaman daun dewa.

Ramuan Daun Dewa

Ramuan Obat Diabetes

a. Bahan

  • 5 lembar daun dewa segar, cuci bersih
  • 100 ml air hangat

b. Cara Membuat

  1. Seduh daun dewa segar dengan air hangat.
  2. Saring dan minum sekali sehari.

Ramuan Obat dan Pencegah Kanker Payudara

a. Bahan

  • 3—4 lembar daun dewa, cuci bersih
  • 10 gram sambiloto kering
  • 10 gram keladi tikus kering
  • 20 gram kunir putih kering
  • 5 gelas air (1 liter)

b. Cara Membuat

  1. Konsumsi daun dewa segar sebagai lalapan.
  2. Rebus bahan lain dan air hingga tersari menjadi tiga gelas air.
  3. Minum tiga kali sehari, masing-masing satu gelas. Minum satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan.

Ramuan Untuk Menjaga Kesehatan Jantung

a. Bahan

  • 10 gram umbi atau buah daun dewa segar, cuci bersih
  • 1/2 gelas air (100 ml)

b. Cara Membuat

  1. Tumbuk bahan hingga halus, tambahkan air. Aduk rata.
  2. Saring ampas umbi, minum ramuan setiap sore.

Ramuan Obat Rematik

a. Bahan

  • 30 gram daun dewa segar
  • 10 gram jahe merah
  • 30 gram akar sawi langit
  • 600 ml air

b. Cara Membuat

  1. Cuci bersih semua bahan.
  2. Rebus semua bahan dan air hingga tersari menjadi 300 ml air.
  3. Saring ramuan dan minum ramuan dua kali sehari, masing- masing sebanyak 150 ml.

Ramuan Obat Jerawat

a. Bahan

  • Daun dewa secukupnya, sesuai dengan daerah lokasi jerawat

b. Cara Membuat

  1. Lumatkan daun dewa hingga halus.
  2. Tempelkan ramuan pada bagian jerawat, lalu tutup dengan plester.

Ramuan Untuk Mengobati Gigitan Ular Berbisa

a. Bahan

  • 1 buah umbi daun dewa

b. Cara Membuat

  1. Cuci bersih umbi dewa, lalu lumatkan hingga halus.
  2. Tempelkan ramuan di bagian tubuh yang terkena gigitan ular.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: