Cara Tepat Usir Sakit Kepala

June 7, 2014

sakit kepala

Penyakit ini pernah singgah di kepala hampir setiap orang, terutama wanita. Mengatasinya tidak sulit, kok, asal Anda mau mengubah gaya hidup jadi lebih sehat.

Aduh, lagi kumat nih sakit kepalaku…” Kalimat ini tentu sudah sangat sering Anda dengar, baik diucapkan oleh orang lain maupun Anda sendiri. Hampir setiap orang pernah mengalami sakit kepala. Banyak sekali faktor penyebabnya. Ada yang karena kurang tidur, ada juga yang sakit kepala karena pekerjaan begitu menumpuk dan membuat stres.

Sakit kepala merupakan rasa nyeri di bagian mana saja pada kepala. Dapat terjadi pada satu atau seluruh bagian kepala; bisa menjalar ke wajah, mata, gigi, rahang bawah dan leher; bisa terasa seperti nyeri yang tajam atau samar-samar, sensasi berdenyut-denyut, berat, atau seperti menusuk-nusuk, dan berbagai bentuk lain. Munculnya bisa berangsur-angsur atau tiba-tiba, dan dapat bertahan kurang dari sejam atau beberapa hari, bahkan berbulan-bulan.

Yuk, kita mengenal lebih jauh jenis-jenis sakit kepala agar bisa menentukan penanganan yang paling tepat.

Yang Utama atau Sampingan

Sakit kepala bisa merupakan penyakit utama (primer), bisa juga merupakan akibat dari penyakit lain (sekunder). Aktivitas kimia dalam otak, saraf dan pembuluh darah, atau kondisi otot di kepala dan leher — atau kombinasi dari ketiga faktor ini — bisa jadi penyebab sakit kepala primer. Beberapa orang bisa juga memiliki riwayat keluarga yang sering mengalami sakit kepala.

Sakit kepala primer yang paling umum adalah migren, tension headache, dan cluster headache. Migren dan tension headache lebih sering dialami oleh wanita. Tipe lain dari sakit kepala primer jarang terjadi. Biasanya tipe lain ini durasi dan sakitnya tidak biasa dan berkaitan dengan aktivitas tertentu. Misalnya, sakit kepala berat yang terjadi setiap hari, sakit kepala berat saat batuk atau bersin, sakit kepala berat akibat latihan fisik, dan sakit kepala akibat berhubungan intim.

Beberapa sakit kepala primer dapat disebabkan oleh faktor hormonal, gaya hidup, seperti konsumsi alkohol — khususnya red wine dan bir, makanan (MSG, keju, dan lain-lain), obat-obatan, perubahan pola tidur atau kurang tidur, postur tubuh yang salah, melewatkan waktu makan, dan stres fisik serta mental.

Sakit kepala sekunder merupakan akibat dari penyakit lain. Masalah itu bisa jadi mengaktifkan saraf yang sensitif terhadap rasa sakit. Ada banyak sekali kondisi yang menyebabkan sakit kepala sekunder. Beberapa yang sering dialami, antara lain pasca trauma kepala, tumor otak, penyakit mata, influenza (flu), radang selaput otak (meningitis dan ensefalitis), peradangan di hidung dan sinus, dan hipertensi. Yang paling sering dialami dan biasanya cukup mengganggu adalah sakit kepala karena peradangan sinus atau karena hipertensi.

Sakit Kepala Sinus

Sakit kepala sinus terjadi karena peyakit sinusitis (peradangan pada sinus). Anda bisa merasa tekanan di sekitar mata, pipi dan kening. Kepala rasanya berdenyut-denyut. Walaupun gejala-gejala tersebut mengindikasikan sakit kepala sinus, jangan langsung mengambil kesimpulan. Banyak orang yang berasumsi mengalami sakit kepala sinus sebenarnya mengalami migren atau tension headache.

Jika Anda memang benar didiagnosis sinusitis oleh dokter, Anda mungkin akan dianjurkan untuk mengonsumsi antibiotik dan obat-obatan pelega pernapasan, menggunakan nasal spray, atau melakukan operasi.

Untuk mencegah risiko sinusitis, jaga agar saluran sinus Anda tetap sehat dengan rajin mencuci tangan, menghindari zat-zat yang membuat iritasi seperti rokok dan asap rokok, serta menjaga kelembapan udara di ruangan tidak terlalu kering namun juga tidak terlalu lembap.

Bisa Juga Serius

Walau jarang terjadi, sakit kepala bisa jadi merupakan tanda dari penyakit serius, seperti stroke, tumor otak, dan peradangan di selaput otak (meningitis dan ensefalitis). Segera pergi ke unit gawat darurat rumah sakit atau telepon ambulans jika Anda mengalami sakit kepala hebat, pertama kali timbul dan mendadak, atau sakit kepala yang disertai kondisi-kondisi lain, seperti:

  • Rasa baal, lemah atau lumpuh pada satu sisi tubuh
  • Leher kaku
  • Kesulitan berbicara
  • Kesulitan berjalan
  • Penurunan fungsi penglihatan
  • Kebingungan atau kesulitan memahami percakapan
  • Pening atau pusing
  • Lemas atau pingsan
  • Demam tinggi, lebih dari 39°C atau 40°C
  • Mual atau muntah (jika tidak berhubungan dengan flu atau mabuk minuman keras)
  • Perubahan kepribadian

Tension Headache

Ini adalah jenis sakit kepala yang paling umum dan penyebabnya masih belum diketahui. Kerapkali merupakan reaksi tubuh terhadap stres, cemas, depresi, dan kelelahan. Rasa sakitnya (ringan hingga sedang) biasanya menyebar seperti ada tali yang diikat kuat di sekeliling kepala, perasaan tegang di kepala, leher dan wajah. Untungnya, tension headache mudah diatasi. Anda hanya perlu menyeimbangkan antara melakukan kebiasaan sehat, menemukan perawatan non-obat yang efektif, dan menggunakan obat-obatan secara tepat.

Istirahat, dengan menempelkan es yang dibungkus kain pada kepala, atau mandi di bawah kucuran air hangat dapat meredakan tension headache. Atau cobalah berbagai strategi non-obat berikut:

Kelola Stres

Stres paling sering dilaporkan sebagai penyebab sakit kepala. Salah satu cara untuk mengurangi stres adalah dengan merencanakan dan mengorganisasi hari Anda. Cara lain adalah dengan menyisihkan waktu lebih banyak untuk bersantai. Jika Anda terperangkap dalam kondisi yang bikin stres, ‘minggir’ sejenak untuk menyelaraskan emosi Anda. Bermacam teknik relaksasi dapat membantu, di antaranya bernapas dalam-dalam. Jika sudah masuk dalam kategori depresi, terapi perilaku dapat membantu.

Relaksasi Otot

Menempelkan botol air panas atau es yang dibungkus kain dapat meringankan sakit kepala. Yang mana yang lebih efektif tergantung Anda. Pijatan juga dapat meringankan ketegangan otot dan bisa membantu meredakan sakit kepala pada sebagian orang. Pijat perlahan otot pada kepala, leher dan bahu dengan ujung jari Anda. Atau minta orang lain melakukannya.

Sempurnakan Postur Anda

Postur tubuh yang baik dapat mencegah otot Anda menegang dan meminimalkan tarikan pada otot, jaringan ikat sendi, urat, dan tulang-tulang. Postur yang baik mendukung dan melindungi seluruh bagian tubuh dan membantu Anda bergerak secara efisien. Saat berdiri, tahan bahu ke belakang dan kepala ke atas. Tarik perut dan bokong ke dalam dan turunkan sedikit dagu Anda. Saat duduk, pastikan paha Anda paralel dengan lantai dan kepala tidak tertarik ke depan.

Migren

Migren adalah nyeri kepala berulang di satu sisi kepala selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari, rasanya seperti berdenyut-denyut. Gejalanya bisa sangat parah, sampai-sampai Anda hanya ingin berbaring di tempat yang gelap dan sunyi. Beberapa jenis migren didahului oleh gejala atau tanda-tanda peringatan, seperti melihat kilatan cahaya, lemas atau kesemutan pada kaki dan lengan. Sering juga disertai mual, muntah, dan sangat sensitif terhadap cahaya dan suara.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, pengobatan dapat membantu mengurangi frekuensi dan keparahan migren. Jika selama ini pengobatan tertentu tidak berhasil bagi Anda, ada baiknya berdiskusi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan migren yang berbeda. Pengobatan yang benar beserta perubahan gaya hidup dapat membantu.

Anda bisa mencoba beberapa cara non-obat berikut:

Latihan Relaksasi Otot, Meditasi, atau Yoga

Upaya ini tidak membutuhkan alat apapun. Anda bisa ikut kelas atau mempelajarinya di rumah dengan menggunakan buku-buku atau video. Atau sisihkan waktu minimal setengah jam setiap hari untuk melakukan sesuatu yang menenang kan (mendengarkan musik, berkebun, mandi air hangat, atau membaca).

Cukup Tidur Tapi Jangan Kelebihan

Rata-rata orang dewasa membutuhkan enam hingga delapan jam tidur malam. Sebaiknya Anda tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.

Pengurangan Stres dengan Beristirahat dan Bersantai

Jika memungkinkan, beristirahat dalam ruangan yang gelap dan sunyi saat Anda merasa migren akan datang. Tempatkan es yang dibungkus kain di belakang leher dan pijat lembut bagian kepala yang sakit.

Buat Jurnal Sakit Kepala

Teruslah membuat diary sakit kepala walau pun Anda sudah ke dokter. Catatan itu akan membantu Anda mempelajari lebih jauh pemicu migren Anda dan perawatan yang paling efektif.

Sakit Kepala karena Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan sakit kepala. Biasanya yang dirasakan adalah kepala terasa berat dan leher terasa tegang. Selain faktor keluarga yang memiliki riwayat hipertensi, pola hidup yang tidak sehat juga memicu timbulnya hipertensi, seperti makan makanan tinggi lemak, garam, stres, dan kurang berolahraga.

Jika Anda mengalami sakit kepala karena tekanan darah tinggi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai. Namun pengobatan saja tidak cukup. Harus disertai dengan pola hidup yang sehat, agar tekanan darah semakin cepat turun. Kurangi konsumsi lemak dan garam, hindari faktor-faktor pemicu stres, dan mulailah berolah raga. Semakin cepat tekanan darah kembali normal, maka komplikasi hipertensi juga dapat dicegah lebih awal.

Cluster Headache

Sakit kepala ini paling menyakitkan. Rasanya kepala seperti ditusuk-tusuk pada satu sisi kepala atau biasanya di sekitar mata. Sakit kepala ini lebih sering menyerang pria, menyerang dalam sebuah pola tertentu, biasanya terjadi malam hari dan terjadi berulang seperti sebuah siklus. Pemicunya paling sering karena minum alkohol.

Lama sebuah serangan dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Biasanya diikuti periode remisi saat serangan sakit kepala berhenti sama sekali. Polanya bervariasi pada setiap orang, namun kebanyakan orang mengalami satu atau dua periode dalam setahun. Selama masa remisi, bisa jadi tidak ada sakit kepala dalam beberapa bulan bahkan beberapa tahun.

Untungnya, orang yang mengalami cluster headachetidak sebanyak penderita migren atau tension headache. Berbagai perawatan dapat membantu membuat serangan lebih pendek dan lebih jarang. Sebagai tambahan, obat-obatan pencegah dapat membantu mengurangi frekuensi sakit kepala.

Hindari Alkohol, termasuk bir dan wine, karena hampir selalu memicu sakit kepala selama periode cluster.

Hindari Nitrat. Selama periode cluster, nitrat dapat memicu sakit kepala pada beberapa orang. Makanan-makanan yang mengandung nitrat termasuk daging asap dan daging yang diproses.

Hindari Produk Tembakau. Nikotin dapat memicu sakit kepala dalam periode cluster.

Tetap Pada Jadwal Tidur Regular. Periode cluster bisa mulai terjadi saat ada perubahan jadwal tidur normal Anda. Selama periode sakit kepala, ikuti rutinitas tidur Anda seperti biasa.

Batasi Paparan Zat-zat yang Mudah Menguap. Bensin, minyak tanah, dan cat minyak dalam waktu lama dapat memicu serangan.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: