Cara Menghilangkan Varises, Tanpa Sakit Tanpa Bekas

May 27, 2014

cara menghilangkan varises

Punya kaki indah, mulus, dan halus, siapa tak ingin. Tapi ada kalanya tonjolan pembuluh darah tampil di situ, membesar dan terpelintir menimbulkan pemandangan tak sedap. Belum lagi gejala tak nyaman yang menyertainya seperti, pegal, lelah dan sakit. Duuh… semua gara-gara varises tuh…!

Tak seperti penyakit jantung yang dicap sebagai penyakit masyarakat modern, varises sudah ada sejak zaman manusia bisa berdiri. Bahkan menurut suatu penelitian, pada tahun 1580 SM, sudah ditemukan varises pada mumi. Artinya, masalah ini merupakan suatu yang biasa terjadi. Namun, bukan berarti bisa Anda pandang enteng. Diperkirakan 35% wanita berusia di atas 20 tahun, berisiko mengalami gangguan ini. Apalagi varises bisa jadi merupakan petunjuk awal akan adanya kelainan di pembuluh darah Anda. Kalau tak segera ditangani, mungkin saja perawatannya pun perlu upaya lebih serius.

Kenapa Kena Varises

Varises merupakan pembengkakan pembuluh darah balik (vena) yang berkelok-kelok akibat katup yang ada dalam vena tidak berfungsi lagi. Hal ini menyebabkan pembuluh darah tidak bisa menahan gaya gravitasi. Akibatnya, darah tidak dapat mengalir ke jantung dan mengumpul di pembuluh darah kaki. Penyebab pembengkakan pembuluh darah balik tersebut sampai saat ini belum ada penjelasan yang pasti. Namun ada beberapa faktor pemicu, misalnya posisi kaki yang kurang menguntungkan. Berdiri, berjalan, duduk, atau menekuk kaki terlalu lama, membuat otot-otot kaki tegang. Pembuluh darah pun ikut menderita sehingga pembengkakan mungkin terjadi bila situasi macam ini berlangsung terus-menerus. Bahkan Anda patut berhati-hati saat menjalani pemijatan. Salah memijat bisa-bisa membuat kaki juga salah urat. Bukan relaks yang didapat tapi justru penyakit yang datang.

Wanita hamil juga cenderung lebih mudah mengalami varises karena efek perubahan hormonal. Peningkatan kadar hormon estrogen menyebabkan peredaran darah agak terganggu. Begitu juga bila Anda sering mengangkat benda berat atau memiliki bobot berlebih hingga obesitas. Beban yang terlalu berat tentu akan memberi tekanan berlebih pula pada kaki. Ada pula kondisi-kondisi yang tak dapat dihindari menjadi penyebab varises, seperti faktor usia dan genetik. Ada orang-orang tertentu yang dinding venanya tipis atau mengalami kelainan katup vena sejak lahir. Sehingga masalah varises bisa dengan mudah terjadi pada kondisi tersebut.

Yang akan dirasakan pada saat seseorang mengalami varises biasanya berupa rasa letih dan sakit pada kaki, walaupun hanya berjalan sebentar. Semakin lama, rasa sakit itu kian sering dan makin lama terasa. Biasanya, setelah istirahat sebentar, rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya. Meski begitu ada juga, lho, varises yang tidak disertai rasa sakit pada awalnya. Walupun tidak menimbulkan sakit, gejala bisa dilihat lewat warna kulit yang berubah, kulit menjadi kering dan menipis, kulit meradang, atau menjadi mudah berdarah oleh luka kecil.

Bila Anda kerap mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya Anda cepat-cepat menghubungi dokter. Varises yang banyak dikenal adalah varises yang menyerang kaki dan tangan. Namun ternyata tidak hanya kaki dan tangan yang bisa terserang varises. Anus dan vagina pun bisa terkena varises. Tapi memang persentasenya hanya sedikit. Apapun itu, lebih cepat ditangani akan lebih baik, bukan?

Endovenous Laser Treatment (EVLT)

Saat ini, pengobatan paling mutakhir untuk masalah varises dikenal dengan Endovenous Laser Treatment atau EVLT. Teknologi baru ini dapat menghilangkan varises dari kaki Anda dalam waktu singkat. Metode ini dianggap istimewa karena varises bisa hilang tanpa operasi dan tanpa rasa sakit. Karena menggunakan teknologi laser, maka bisa dibilang cara ini juga tidak meninggalkan bekas, Anda hanya membutuhkan bius lokal dan Anda dapat langsung pulang segera setelah pengobatan selesai.

Caranya? Pertama-tama dokter akan membuat peta dari pembuluh vena Anda dengan mesin ultrasound. Lalu pembuluh vena yang bermasalah akan diberi obat bius lokal. Selanjutnya dokter akan meletakkan jarum melewati kateter tipis ke dalam vena untuk membakar dan menutup vena yang rusak.

Menurut Dr. John Tan, Consultant General & Vascular Surgeon di The Vein Clinic, Singapura, perawatan terbaru di kliniknya ini telah terbukti efektif mengatasi berbagai masalah varises.

Sebetulnya menurut Dr. Manoefris Kosim, SpJP, dari Rumah Sakit Harapan Kita, teknik pengobatan ini sudah pernah diperkenalkan di Indonesia, tepatnya di RS Harapan Kita sekitar tahun 2003. Sayang, karena keterbatasan dana dan sumber daya manusia, pengobatan ini tak sempat mampir dan populer di Indonesia. Jauh sebelum metode ini, pada tahun 1999, di Indonesia telah dikenal pula pengobatan varises dengan radio frekuensi ablasi atau Endovenous Radio Frequency Closure. Caranya adalah dengan memasukkan elektroda menggunakan kateter, lalu dilepaskan. Elektroda tersebut akan menempel di dinding vena dan mengeluarkan hawa panas dari gelombang radio. Akibatnya jaringan vena yang mengandung kolagen, akan menciut dan menutup, begitu ungkap Dr. M. Kosim lagi.

Selain Laser

Selain metode laser, perawatan varises dapat dilakukan dengan jalan mengenakan pembalut elastik dari ujung kaki hingga paha. Pembalut ini bertujuan memberikan tekanan yang merata untuk membantu aliran darah vena. Hasilnya akan lebih maksimal jika penderita banyak berjalan. Selain balutan, penderita juga dapat memakai kaos kaki elastik, yang lebih mudah diganti. Perawatan ini paling cocok bagi kasus varises pada ibu hamil. Cara kedua adalah dengan melakukan pembedahan. Vena yang mengalami varises dipotong lalu diikat. Sehari setelah operasi, penderita baru boleh mulai berjalan tanpa menekuk lutut. Tindakan pembedahan paling efektif untuk varises yang sudah menimbulkan luka.

Cara lain adalah dengan melakukan suntikan sklerotik. Perawatan ini dianjurkan bila penderita tidak ingin dioperasi dan varisesnya hanya sedikit. Bahan yang disuntikkan akan membuat vena seperti terhapus. Penyuntikkan ini tidak boleh dilakukan lebih dari enam tempat dalam sekali perawatan. Dan harus diingat, tidak semua bentuk varises dapat disembuhkan dengan suntikan sklerotik ini, selain itu bekas suntikan pun akan terlihat.

Bila baru sekali-sekali saja merasakan gejala-gejala ringan varises, Anda malah dapat mengompres bagian yang mengalami varises dengan air hangat, untuk memperlancar peredaran darah.

Yang perlu Anda ingat, para ahli berpendapat, tiap-tiap kasus varises sebaiknya dirawat dengan pendekatan yang berbeda, mengingat banyaknya bentuk kelainan aliran vena karena tidak berfungsinya katup.

Fakta Seputar Varises…

* Varises 4 kali lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria.

* 50% wanita Amerika menderita varises.

* 41% wanita usia 40 – 50 tahun menderita varises.

* Setelah dioperasi, kemungkinan varises bisa timbul kembali sekitar 20%.

* Varises karena kondisi sedang hamil, biasanya akan didiamkan dulu. Karena gangguan akan hilang sendiri kurang lebih 3 bulan setelah melahirkan.

* Sejak diperkenalkan di The Vein Clinic Singapura tahun 2003, EVLT telah mengatasi sekitar 2000-an kasus varises.

* Artis Hollywood Natalie Portman, pernah menderita varises. Namun karena tidak parah, ia hanya menggunakan pembalut elastik.

* Di bagian belakang lutut Nadine Chandrawinata sering timbul otot kebiruan bila ia kecapaian. Menurutnya bakat varises ini kemungkinan karena faktor genetik.

Cegah Yuk…

Walaupun ada pengaruh genetis, tapi varises bisa dicegah. Cara pencegahannya juga tak sulit-sulit amat :

1. Olahragalah secara teratur. Karena dengan berolahraga, darah Anda dapat mengalir lebih lancar. Beberapa bentuk latihan, seperti lari, jalan, berenang, dan bersepeda akan membuat pembuluh darah di kaki juga lebih sehat.

2. Rajin mengonsumsi buah dan sayur yang kaya serat. Kurangi juga makanan berkadar garam tinggi. Kalau perlu, gunakan garam diet.

3. Hindari melakukan aktivitas yang terlalu banyak duduk ataupun berdiri. Bila pekerjaan mengharuskan Anda untuk itu, lakukanlah peregangan kaki. Putar-putar pergelangan kaki Anda dan goyangkan jari jemari Anda secara berkala. Hindari pula menyilangkan atau menekuk kaki dalam waktu yang lama. Regangkan kaki, sehingga darah mengalir lebih lancar.

4. Hindari pakaian dalam yang terlalu ketat karena dapat mengganggu peredaran darah Anda di sekitar pinggang, selangkangan dan kaki.

5. Sekali-kali, angkat kaki Anda lebih tinggi dari dada. Istirahatkan pula kaki Anda di atas bantal yang empuk.

6. Hindari terlalu sering mengenakan sepatu atau sandal berhak lebih dari 3 cm. Ini akan menghambat peredaran darah di kaki Anda.

7. Oleskan secara teratur pelembab di kaki sesaat sebelum tidur. Pijat ringan diantara jari-jari kaki akan membantu memperlancar peredaran darah Anda.

8. Yang terakhir, kalau Anda merokok, berhentilah…! Rokok dapat mengganggu peredaran darah. Bukan hanya di kaki, tapi juga di seluruh tubuh.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: