Cara Menghilangkan Stretch Mark Menggunakan Asam Glikolat

March 26, 2014

cara menghilangkan stretch mark

Saat hamil, seorang ibu tentu akan merelakan apa saja agar bayinya dapat lahir dengan sehat dan selamat, termasuk merelakan tubuhnya menjadi gemuk dan melar. Namun, setelah bayi lahir, regangan pada kulit selama hamil dapat tetap menyisakan tanda meski tubuh sudah kembali langsing. Tanda berupa garis-garis hitam ini dikenal dengan stretch mark.

Stretch mark sebenarnya bukan penyakit dan tidak menimbulkan gejala apapun selain mengganggu penampilan. Stretch mark terbentuk karena kulit teregang melebihi batas elastisitasnya, akibatnya saat dikendurkan serat-serat yang rusak akan tampak berupa garis-garis. Pada awalnya, stretch mark akan berwarna merah kehitaman. Tanpa diobati pun ia akan berubah warna menjadi putih atau lebih terang dari warna kulit di sekitarnya.

Menurut Dr. Amaranila Lalita Drijono SpKK, stretch mark tidak hanya terjadi pada wanita pasca melahirkan, melainkan juga pada orang yang gemuk, kemudian menjadi kurus. Meski bukan penyakit, tetapi stretch mark dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang, terutama kepada pasangan. Pasalnya, garis-garis ini sering muncul di daerah seperti bokong, perut, paha, lengan atas, dan payudara.

Untuk mengurangi tampilan stretch mark ada beberapa produk yang kita kenal di pasaran.

Mengapa hanya menyamarkan? Karena sejauh ini belum ada obat yang dapat menghilangkan stretch mark dengan sempurna. Beberapa terapi seperti laser atau pembedahan telah dilakukan unutk mengatasi stretch mark.

Khasiat Asam Glikolat

Meskipun cepat atau lambat stretch mark akan berubah warna menjadi putih, kita dapat mempercepat proses pemutihan ini dengan menggunakan produk yang mengandung asam glikolat. Asam glikolat adalah asam hidroksi alfa yang dihasilkan dari gula tebu yang melipatgandakan pembentukan kolagen dan eks-foliasi atau pengelupasan kulit.

Asam glikolat adalah sejenis asam buah yang digunakan sebagai peeling kimiawi. Obat ini dapat dioleskan sendiri di rumah ataupun di praktek dokter kulit. Selain untuk menyamarkan stretch mark, asam glikolat juga digunakan untuk mengurangi keriput halus hingga kerut di wajah, jerawat, parut akibat jerawat, atau terbakar matahari.

Saat dioleskan, kulit dapat mengelupas sehingga kulit baru di bawahnya dapat cepat tumbuh. Tidak heran jika kadang-kadang kulit jadi tampak seperti bersisik setelah dioleskan asam glikolat. Meski demikian, tidak semua kasus seperti ini. Asam glikolat merangsang pembentukan kulit baru sehingga dapat cukup memulihkan konsistensi dan warna kulit. Terapi ini harus diberikan cukup lama hingga terlihat manfaatnya pada kulit.

Bukan Untuk Semua Orang

Asam glikolat tidak selalu cocok untuk semua orang. Karena sifat kimianya yang cukup keras. Pada beberapa orang yang sensitif dan jika asam glikolat dibiarkan dalam waktu terlalu lama, kulit dapat terbakar. Untuk itu, dianjurkan untuk menggunakan asam glikolat dengan kekuatan serendah mungkin sebelum mulai meningkatkan kekuatannya, untuk mencegah terjadinya efek samping yang tidak diinginkan seperti kemerahan, terbakar, gatal, pengelupasan kulit, dan pembentukan krusta.

“Perhatikan juga apakah terjadi perubahan konsistensi kulit setelah dua atau tiga kali pemakaian,” jelasnya. Hasil mungkin baru dapat terlihat setelah enam minggu pemakaian krim asam glikolat di rumah. Memang hasilnya tidak hilang sempurna, tetapi kemerahan, dan belang-belang di kulit biasanya akan mulai pudar.

Perlu diketahui, bahwa asam glikolat akan bekerja lebih baik pada stretch mark yang masih ‘muda’ yaitu yang masih berwarna kemerahan. Jika stretch mark sudah berwarna putih, kemungkinan besar obat ini tidak memberi efek apapun terhadap penampilan stretch mark.

Selain asam glikolat, terapi dapat ditambah dengan menggunakan pelembab dan vitamin C, asam buah, retinol, dan obat lain yang terbukti bermanfaat untuk terapi awal stretch mark. Pemberian tretinoin topikal menunjukkan efek yang baik terhadap stretch mark. Sayangnya, obat ini tidak boleh diberikan pada wanita selama kehamilan dan menyusui karena ditakutkan memiliki efekteratogenik (menimbulkan kecacatan janin).

Tips

  • Gunakan krim atau salep yang mengandung asam glikolat.
  • Oleskan krim di bagian yang mengalami stretch mark sesuai dengan anjuran di kemasannya. Asam glikolat dapat menyebabkan kulit terbakar jika digunakan berulang kali.
  • Oleskan secara rutin sekali sehari setiap hari sampai diperoleh hasil yang diharapkan. Perubahan baru akan terlihat setelah sedikitnya enam minggu penggunaan teratur.
  • Jika penggunaan krim tidak berhasil, konsultasikan dengan dokter. Dosis asam glikolat dapat ditingkatkan dengan pengawasan dokter kulit untuk mengatasi stretch mark.
  • Penggunaan asam glikolat tidak dapat menghilangkan stretch mark sepenuhnya. Untuk terapi pembedahan atau laser, konsultasikan dengan dokter kulit.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: