Cara Mengatasi Tersedak Pada Anak

July 6, 2015

tersedak

Tersedak merupakan kejadian yang dianggap biasa terutama pada anak-anak yang tidak sabar saat mengunyah makanan dan langsung menelannya. Walau dianggap sepele, jika tersedak tidak segera ditangani dapat membahayakan, mulai dari gangguan pernafasan hingga berujung pada kematian.

Penyebab Tersedak

Andi terlihat pucat dengan mata melotot serta mulut yang menganga tanpa dapat berkata sepatah katapun. Dia berusaha untuk memuntahkan sesuatu namun tidak ada yang keluar dari mulutnya. Ibunya segera mendatanginya kemudian membalikkan badan Andi serta menekan bagian perutnya dari belakang hingga beberapa kali. Akhirnya Andi memuntahkan sepotong makanan berukuran cukup besar yang menyangkut di tenggorokannya.

Kejadian tersebut mungkin pernah menimpa anak atau orang yang anda kenal. Tersedak merupakan salah satu hal yang lumrah dan biasa terjadi di sekitar kita. Kondisi ini biasanya terjadi saat katup epiglotis yang memisahkan tenggorokan (saluran pernafasan) dengan kerongkongan (saluran pencernaan) tidak menutup salah satu saluran tersebut dengan sempurna. Misalnya seperti saat seseorang tertawa dan menelan makanan pada waktu bersamaan. Akibatnya makanan bukannya masuk saluran pencernaan, tetapi masuk ke dalam saluran pernafasan dan menghambat pernafasan.

Bisa Berakibat Fatal

Tersedak bisa berakibat fatal. Penyumbatan saluran napas oleh makanan dapat menghalangi aliran udara dari saluran pernafasan ke paru-paru. Penderita bisa mengalami kondisi tidak sadar bahkan kematian akibat paru-paru dan otak tidak mendapatkan cukup oksigen. Bahaya tersedak dapat menimpa setiap orang, termasuk anak-anak. Orang tua harus waspada saat mendapati anaknya tersedak serta narus dapat bertindak cepat untuk menghindari kesulitan bernafas pada si kecil.

Menghindari Tersedak

Mencegah merupakan cara yang terbaik untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan akibat tersedak. Salah satu hal yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah anak tersedak adalah dengan berhati-hati terhadap benda-benda yang memungkinkan terjadinya tersedak. Makanan seperti permen yang keras, kenyal, kacang-kacangan, biji-bijian, tulang ikan, serta sayuran seperti wortel dapat menjadi penyebab anak tersedak. Ingatkan anak untuk memotong makanan, tidak tergesa-gesa saat makan, serta mengunyah makanan hingga halus sebelum menelannya.

“Sebaiknya makan sambil duduk, potong makanan sebelum dimakan, serta jangan berbicara atau tertawa saat menelan makanan,” kata Rupal Christine Gupta, MD dalam laman Kids Health (2014). Dokter anak tersebut juga menyarankan orang tua menemani anak makan sehingga dapat menghindarkan makanan yang berpotensi membuat tersedak.

Selain mengajarkan kebiasaan makan yang baik, orang tua juga harus mengamati anak balita yang cenderung memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap berbagai benda di sekitarnya. Salah satu cara eksplorasi yang sering dilakukan adalah dengan menggigit atau menelan benda-benda tersebut. Untuk menghindari risiko tersedak, sebaiknya awasi si kecil saat bermain. Beberapa mainan terutama yang terbuat dari karet lunak berpotensi membuat anak tersedak. Jauhkan benda-benda yang berpotensi untuk dimainkan anak dengan menelannya agar terhindar dari risiko. Jika membeli mainan untuk si kecil, perhatikan peringatan pada label. Biasanya mainan yang berpotensi menyebabkan anak tersedak, diberi label peringatan bahwa mainan tersebut tidak cocok untuk anak balita.

Pertolongan Pertama Pada Tersedak

Manuver Heimlich

Salah satu cara yang dapat dilakukan saat mendapati si kecil tersedak adalah dengan melakukan manuver Heimlich. Dinamakan demikian untuk menghormati Henry Heimlich, seorang dokter bedah Amerika yang menemukan cara tersebut setelah menemukan banyaknya kasus kematian akibat terlambatnya penanggulangan tersedak. Manuver Heimlich merupakan salah satu pertolongan pertama yang dapat menyelamatkan korban tersedak. Manuver ini sangat penting diketahui dan dipelajari setiap orang karena dapat diterapkan terhadap anak berusia lebih dari satu tahun hingga orang dewasa. Prinsip manuver ini adalah penekanan pada bagian perut untuk menghasilkan tekanan dari dalam paru-paru ke saluran pernafasan sehingga memudahkan seseorang memuntahkan makanan atau benda yang membuatnya tersedak.

tersedak

Hal lain yang perlu diketahui orang tua saat anaknya mengalami tersedak menurut Baby Center Medical Advisory Board Amerika adalah menganalisis situasi dengan menanyakan keadaan anak. Jika anak masih dapat menjawab atau terbatuk, suruh dia melanjutkan batuknya hingga benda yang membuatnya tersedak keluar. Namun jika anak tidak dapat batuk lagi, lakukan prosedur ‘five and five’ yaitu memberikan 5 tepukan antara tulang belikat anak dengan tumit telapak tangan, yang dilanjutkan dengan 5 tekanan pada perut yang juga dikenal sebagai manuver Heimlich. Namun jika bayi yang tersedak, sebaiknya lakukan penekanan di bagian dada karena tekanan pada perutnya dapat membahayakan. Lakukan kedua hal tersebut secara bergantian hingga tenggorokan tidak lagi tersumbat. Jika anak tidak dapat menjawab, atau kehilangan kesadaran, maka segera berikan nafas buatan dengan meniupkan udara ke bagian mulut atau hidung serta segera bawa ke rumah sakit terdekat.

Hindari memberi minum pada anak yang tersedak, karena dikhawatirkan menghalangi jalannya udara ke paru-paru. Dr Grace Arteaga dari Mayo Clinic Child’s Center menyebutkan bahwa orang tua atau pengasuh anak cenderung memberikan minum untuk mendorong makanan atau benda yang membuat anak tersedak ke lambung. Padahal hal tersebut tidak dianjurkan karena dapat membahayakan saluran udara ke paru-paru. “Sebaiknya segera bawa anak ke dokter atau unit gawat darurat,” sarannya. Selain itu, walau penyebab tersedak telah dapat dikeluarkan sebaiknya tetap bawa anak ke rumah sakit untuk mengetahui apakah terdapat luka di tenggorokan akibat gesekan yang berpotensi menimbulkan infeksi jika tidak segera ditangani.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: