Cara Mengatasi Sembelit Pada Anak

July 2, 2015

cara mengatasi sembelit pada anak

Perasaan malas buang air besar serta kurangnya serat menjadi penyebab timbulnya sembelit pada anak-anak. Padahal selain membuat anak rewel karena merasakan rasa sakit pada perutnya, sembelit juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang membahayakan jika dibiarkan.

Penyebab Sembelit

Sembelit merupakan salah satu permasalahan umum pada anak yang ditandai dengan sulitnya mengeluarkan feses atau kotoran saat buang air besar, bahkan terkadang disertai dengan sedikit darah. Beberapa faktor penyebab sembelit pada anak antara lain kurangnya asupan cairan atau serat pada makanan yang menyebabkan kerasnya feses, kebiasaan untuk menunda buang air besar, hingga masalah emosional seperti stres.

Terdapat dua jenis sembelit menurut laman kesehatan Patient.co.uk, jenis pertama adalah sembelit idiofatik yang merupakan sembelit dengan sebab yang tidak dikenali. Sembelit jenis ini biasanya umum terjadi pada anak dan berjangka waktu pendek, namun dapat menjadi kronis dan berkepanjangan jika tidak segera diatasi. Jenis sembelit yang kedua diakibatkan adanya penyakit serius seperti penyakit saraf, gangguan kelenjar tiroid, penyakit genetik cystic fibrosis, kelainan pada saluran pencernaan, hingga efek samping akibat pengobatan medis tertentu.

Bagaimana Anda tahu anak Anda terkena sembelit? Caranya dengan membandingkan saat normalnya baik frekuensi maupun keadaan feses saat buang air besar, sehingga bila terdapat kelainan dari keadaan normal bisa menjadi indikasi si kecil terkena sembelit. Yang harus diingat, tingkat kenormalan buang air besar anak berbeda-beda pada setiap anak. Selain itu kondisi feses anak juga perlu diperhatikan karena bentuk dan kepadatannya akan berbeda-beda, tergantung pada jenis makanan yang dimakannya. Misalnya bayi yang meminum air susu ibu akan memiliki jenis kotoran berbeda dibandingkan bayi yang meminum susu formula. Pengamatan terhadap kebiasaan-kebiasaan inilah dapat menjadi satu tolak ukur adanya kelainan atau gangguan buang air besar, termasuk sembelit.

Kenali Gejala Sembelit Pada Anak

Berbagai gejala sembelit dapat diamati orang tua jika si kecil mulai mengalami gangguan pada siklus buang air besarnya. Beberapa gejala yang dapat diamati antara lain adalah rasa sakit pada perut bagian bawah, kulit muka yang pucat, kurang nafsu makan, perubahan sikap anak menjadi murung, mual, muntah, berkeringat dingin, serta kelainan pada bentuk anus. Orang tua juga harus mewaspadai gejala sembelit pada bayi, apabila tidak buang air besar selama 48 jam. Selain itu gejala sembelit juga bisa terlihat dari keluarnya feses berbentuk cairan yang sering disalahartikan sebagai diare, padahal ini menandakan adanya gumpalan besar feses yang tersumbat di bagian rektum atau ujung anus.

Saat si kecil terkena sembelit, maka orang tua harus cepat tanggap dalam mengenali gejalanya karena jika dibiarkan, sembelit dapat menjadi penyakit menahun yang sulit diatasi dan berlanjut hingga dewasa. Jika si kecil sembelit, untuk mengurangi rasa sakit di perut, gunakan minyak telon, minyak kayu putih, atau handuk hangat di bagian perut anak. Pada bayi, dapat pula dilakukan pijatan ringan untuk mengurangi rasa sakitnya. Selain itu berikan makanan yang lunak dan berserat seperti sereal dan gandum, serta perbanyak minum air, termasuk jus sayuran atau buah pada anak. Laman WebMD juga menyarankan untuk membatasi pemberian minuman yang mengandung gula atau bersoda saat anak sembelit, dan pastikan anak cukup beristirahat. Pemberian obat pencahar dapat dilakukan bila sembelit sudah terlalu parah, namun konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak mengenai dosis serta waktu pemberiannya.

Mencegah biasanya lebih baik dari mengobati, termasuk mengatasi masalah sembelit. Melatih anak sedari kecil untuk buang air besar serta tidak membiasakan menunda atau menahannya merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan sembelit. Biasakan anak untuk mengonsumsi makanan berserat sehingga membantu pencernaannya dan memudahkan buang air besar. Biasakan pula anak minum cukup air untuk membantu memperlancar pembuangan kotoran.

Herbal Tradisional Untuk Sembelit

Walau cepat mengatasi masalah sembelit, namun penggunaan obat-obatan kimia biasanya memberikan efek samping yang dapat membahayakan kesehatan. Menghindari hal tersebut maka sebaiknya gunakan obat herbal yang relatif aman untuk si kecil. Berikut beberapa obat tradisional yang dapat dicoba untuk mengatasi sembelit pada anak.

  • Campurkan 1 sendok makan minyak zaitun dan 1 sendok teh jus lemon, minum di pagi hari saat perut dalam kondisi kosong.
  • Satu buah nanas yang telah dibersihkan kulitnya dan dicuci bersih diparut, lalu diperas. Minum air perasan nanas tersebut 2 kali sehari.
  • 1 rimpang temulawak di cuci, diparut, lalu diperas. Beri sedikit asam jawa dan gula aren pada air perasan, lalu minum sekali sehari.
  • 100 gram daun lidah buaya di cuci bersih, di kupas, lalu diiris kecil-kecil. Rebus dengan 200 ml air hingga mendidih, kemudian tambahkan 1 sendok makan madu. Minum air rebusan saat masih hangat, dan makan daging lidah buayanya 2 kali sehari.
  • Makan buah pepaya yang telah matang sebanyak 150 gram secara teratur 2 kali sehari.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: