Cara Memutihkan Gigi di Rumah

August 21, 2014

cara memutihkan gigi

Sudah rajin sikat gigi, berkumur dengan obat kumur, dan menggunakan benang gigi, tetapi mengapa gigi bukannya terlihat putih malah bertambah gelap? Kalau sudah begini, untuk tersenyum pun rasanya malas karena rasa percaya diri juga makin surut. Namun jangan kuatir, saat ini ada beberapa produk di pasaran yang dapat memutihkan gigi tanpa perlu ke dokter gigi. Benarkah? Seberapa efektifkah produk-produk ini? Kami buka jawabannya untuk Anda.

Gara-gara Usia dan Makanan

Gigiku dulu tak begini, tapi kini tak putih lagi. Penasaran apa yang sebenarnya menyebabkan warna gigi berubah? Ternyata jawabannya adalah usia dan makanan. Semakin tua, lapisan email akan semakin tipis dan tampak transparan. Sedangkan bagian di bawahnya, yaitu dentin, akan tampak semakin gelap. Lapisan luar gigi juga dapat menyerap makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut. “Maka itu, tidak heran jika orang yang hobi merokok, minum kopi, anggur, dan teh akan lebih cepat mengalami perubahan warna gigi,” jelas Prof, drg. Edi H. Soendoro SpKG(K).

Sebenarnya, perubahan warna gigi ini hampir tidak dapat dihindari, tetapi bisa diperlambat. “Caranya tidak lain dan tidak bukan adalah dengan menyikat gigi secara teratur, terutama setelah mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat cepat menyebabkan perubahan warna gigi,” tambahnya. Agar gigi tidak rusak, juga dianjurkan untuk memeriksakan gigi setiap enam bulan sekali.

Pasta Gigi, Strip atau Gel

Pernah melihat iklan produk yang dapat memutihkan gigi dengan cepat? Hanya dengan menempelkan helaian kertas khusus di gigi atau mengenakan wadah berisikan cairan pemutih semalaman, gigi tampak jauh lebih putih dan mengilap bak marmer. Enaknya lagi, perawatan ini dapat dilakukan sendiri di rumah tanpa harus ke dokter gigi. Selain strip dan gel, banyak pasta gigi yang juga menawarkan gigi tampak lebih putih hanya dengan menyikat gigi seperti biasa.

Sebagian besar produk pemutih gigi mengandalkan peroksida sebagai zat pemutih utama. Peroksida sudah lama dikenal aman digunakan sebagai pemutih gigi. Saat digunakan, zat ini akan membentuk sejumlah busa yang mengangkat noda membandel pada email. Semakin tinggi konsentrasi peroksida dan semakin lama dibiarkan pada gigi, maka gigi juga akan terlihat semakin putih. Meski aman untuk gigi, jika tidak digunakan dengan hati-hati peroksida juga dapat menyebabkan kerusakan pada mukosa mulut termasuk gusi. Selain itu, peroksida dapat terperangkap di dalam saluran saraf. Akibatnya gigi menjadi lebih sensitif, meskipun hal ini biasanya hanya sementara.

Kadar peroksida yang terkandung di dalam pasta gigi, strip, dan gel pemutih gigi tidaklah sama. Oleh sebab itu, hasil yang didapat juga tidak sama. Pasta gigi, misalnya, adalah produk yang mengandung peroksida dalam kadar paling sedikit. Meski demikian, jika digunakan secara teratur dan dalam jangka waktu lama, produk ini dapat memutihkan gigi dua tingkat dari sebelumnya. Selain itu, menyikat gigi juga akan membantu kita untuk membersihkan sisa noda makanan yang tertinggal.

Jika Anda menginginkan hasil yang lebih efektif dan dramatis, Anda bisa mencoba produk pemutih gigi dalam bentuk strip atau gel yang dimasukkan ke dalam wadah. Kedua cara ini memutihkan gigi dengan menempelkan peroksida selama mungkin dengan gigi. Strip dan gel cukup digunakan selama 30 menit setiap hari, sedikitnya selama satu minggu. Dengan penggunaan rutin, Anda bisa melihat perubahan yang nyata pada gigi. Hasil ini dapat bervariasi, bergantung pada konsentrasi peroksida yang terkandung dalam pemutih dan lama penggunaannya.

Tidak Untuk Semua Orang

Ah, buat apa dilakukan profesional kalau di rumah juga bisa, begitu mungkin pikir Anda. Eits, Anda perlu tahu bahwa pemutihan di rumah ternyata tidak untuk semua orang. Hanya karena gigi sama kuningnya, bukan berarti semua pemutihan gigi ini dapat dan boleh dilakukan oleh semua orang. Pemutihan mandiri di rumah dapat dilakukan jika mulut dalam keadaan benar-benar sehat. Bagaimana memastikannya? Tentu dengan memeriksakan diri ke dokter gigi. Jika dalam setahun terakhir dokter gigi mengatakan bahwa gigi dan mulut Anda dalam keadaan sehat, maka boleh-boleh saja melakukan pemutihan gigi di rumah.

Selain orang yang boleh, dokter juga mengingatkan bahwa ada tiga kelompok orang yang sebaiknya tidak melakukan sendiri pemutihan gigi di rumah. Pertama adalah orang yang giginya sangat sensitif dan sering nyeri jika terkena makanan dan minuman dingin. Pemutihan dapat menyebabkan sensitivitas semakin meningkat dan nyeri hebat. Kedua, orang yang memiliki crown atau tambalan gigi di bagian depan. Pemutihan gigi pada orang-orang ini tidak dapat membuat gigi tersebut terlihat putih, bahkan gigi malah akan terlihat semakin gelap dibanding gigi di sekitarnya. Dan yang ketiga adalah orang yang lapisan emailnya bukan berwarna kuning melainkan keabu-abuan. Warna gigi ini biasanya disebabkan oleh penggunaan antibiotik tertentu, biasanya tetrasiklin, pada saat masih kecil. Bagaimana membedakannya? Cukup sandingkan warna gigi Anda dengan kertas printer putih. Jika gigi terlihat kuning, maka noda mungkin hanya ada di permukaan gigi. Namun, jika gigi tampak berwarna keabuan, maka perubahan warna gigi mungkin terdapat di bagian dalam gigi sehingga pemutihan gigi akan menjadi sia-sia.

One Size For All

Sudah periksa ke dokter gigi dan ternyata hasilnya oke? Selamat, Anda dapat lampu hijau untuk memutihkan gigi sendiri di rumah. Namun, ada beberapa hal lagi yang perlu Anda ketahui. Ukuran wadah gigi dan strip seringkali menimbulkan kendala dan menyebabkan sejumlah pengguna pemutih gigi di rumah menyerah di tengah jalan. Apa pasal? Wadah dan strip gigi yang dijual di pasaran biasanya hanya tersedia dalam satu ukuran. Jadi jika Anda memiliki ukuran rahang di luar rata-rata, siap-siap saja membuang pemutih gigi dengan percuma.Tidak seperti wadah pemutih yang dicetak khusus di dokter gigi, penggunaan wadah gel yang ukurannya tidak sesuai dapat menyebabkan peroksida meluber serta mengiritasi gusi dan gigi. Sedangkan strip pemutih dapat mudah bergeser dan terlepas. Untuk mencegahnya, dianjurkan untuk tidak menyikat gigi sedikitnya setengah jam sebelum menggunakan pemutih. Deterjen yang terdapat di dalam pasta gigi dapat menyebabkan gusi lebih mudah mengalami iritasi.

Jika Anda memilih pasta gigi pemutih sebagai pemutih gigi, penggunaan pasta bersama sikat gigi elektrik dengan gerakan osilasi akan memberikan hasil yang lebih baik dibanding dengan sikat gigi manual. “Sikat gigi juga sebaiknya dilakukan sedikitnya selama dua menit agar dapat efektif memutihkan gigi,” ujarnya.

Bedanya Dengan di Dokter Gigi

Pemutihan gigi di dokter gigi juga menggunakan wadah dan peroksida. Lalu apa bedanya? Bedanya adalah pemutihan gigi di dokter gigi dilakukan secara seksama agar lebih efektif dan tidak mencederai jaringan di sekitar gigi. Mula-mula, dokter gigi akan mencetak wadah yang sesuai dengan susunan gigi Anda. Selain itu, pemutih akan dilekatkan ke gigi dengan sangat hati-hati sehingga tidak mengenai gusi dan mukosa mulut. Dokter juga dapat menyesuaikan konsentrasi peroksida yang digunakan. Dengan bantuan teknologi laser, pemutihan dapat berlangsung dengan sangat cepat dan hanya membutuhkan waktu 15 menit hingga setengah jam. Pemutihan hanya perlu dilakukan satu kali dan dapat diulang jika diperlukan. Meski demikian, pemutihan di dokter gigi dapat menghabiskan biaya beberapa kali lipat dibanding pemutihan gigi sendiri di rumah.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: