Bulu Ketiak vs Bau Badan

January 24, 2015

bau badan

Beberapa waktu silam, bintang film Eva Arnaz seakan menjadi ikon. Mungkin sebagian orang akan tersenyum geli mengingatnya. Di balik lengannya yang halus, sang bintang film ternyata membiarkan rambut di ketiaknya tumbuh.
Di masa sekarang rasanya sangat sedikit orang yang bersedia membiarkan bulu ketiaknya tumbuh alami. Terutama perempuan. Alasannya kebersihan dan keindahan penampilan alias estetika.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan membiarkan bulu ketiak tumbuh. Setiap rambut yang tumbuh di tubuh kita sebenarnya dapat melindungi organ vital yang ada di dekatnya. Selain menghambat bakteri dari luar tubuh, bulu ketiak berperan mengurangi gesekan antara lengan atas dan batang tubuh manusia. Namun karena alasan untuk penampilan yang dianggap indah, bulu ketiakpun harus mundur dari pemandangan.

Selain menjaga organ vital, bulu ketiak pada dasarnya berperan melindungi ketiak dari bakteri. Bulu ketiak merupakan bagian dari tanda kelamin sekunder. Pertumbuhannya dimulai saat pubertas. Hormon yang berperan dalam pertumbuhan rambut di ketiak adalah hormon androgen.

Menghambat Bakteri Vs Sarang Bakteri

Keberadaan bulu pada ketiak jika tidak dilakukan perawatan yang tepat akan memicu bau. Area ketiak yang relatif lembab, karena terletak di lipatan antara lengan atas dan batang tubuh, menyebabkan daerah tersebut rentan menjadi sarang bakteri, terlebih jika bulu yang bertumpuk dalam kondisi lembab.

Bakteri yang berkumpul tersebut kemudian bercampur keringat, dan dapat ditebak yang terjadi kemudian adalah bau badan yang tidak enak.

Di area ketiak terdapat dua kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin yang berbau khas. Kelenjar ekrin sudah aktif sejak masa bayi, sedangkan aktifitas kelenjar apokrin baru mulai saat seseorang mengalami masa pubertas.

Bau badan sebenarnya dihasilkan produksi kelenjar apokrin. Bau tidak enak tersebut biasanya disebabkan beberapa hal seperti bakteri di ketiak atau akibat makanan tertentu seperti bawang putih, makanan pedas, atau alkohol.

Dihilangkan atau tidaknya bulu ketiak biasanya bersifat kosmetis. Namun bila faktor bakteri yang jadi sumber masalah bau badan, menghilangkan rambut di ketiak dapat mengurangi bau tersebut. Sekali lagi bulu ketiak yang berlebih dan kurang perawatan dapat menjadikan daerah tersebut relatif sulit terbebas dari bakteri.

Iritasi

Selain bau tidak sedap, masalah lain yang umum ditemui di daerah ketiak adalah iritasi, yang salah satunya merupakan penyebab menghitamnya kulit ketiak. Iritasi tersebut seringkali disebabkan karena cara menghilangkan bulu ketiak yang kurang tepat.

Usaha menghilangkan bulu ketiak sebenarnya sah-sah saja. Asalkan dilakukan dengan hati-hati. Menghilangkan bulu ketiak bisa dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya mencukur, mencabut, atau dengan krim khusus, dan dengan waxing.

Seringkali, upaya menghilangkan bulu ketiak itu sendiri menimbulkan iritasi. Dari luka tak kasat mata sampai kulit menghitam. Kondisi itu juga bisa timbul dari upaya lain menghilangkan bau badan, yakni menggunakan deodorant.

Saat sudah tidak berambut, ketiak seperti kehilangan perisai yang melindunginya dari racun dan bakteri di sekeliling tubuh. Sesaat setelah ketiak dicukur, akan timbul luka yang tidak tampak pada pori-pori. Jika kondisi ini langsung mendapat olesan deodorant, zat-zat kimia dari deodorant bisa masuk dengan mudah ke dalam pori-pori yang terbuka. Akibatnya mulai dari rasa perih luar biasa, sampai kulit menghitam yang dikatakan sebagai bentuk iritasi kronis.

Mengatasi Bau Badan Dengan Cara Alami

Mengatasi bau badan bisa diatasi dari dalam dan dari luar. Berikut ini tips menghilangkan bau badan secara alami.

1. Menghilangkan bau badan dari dalam

• Daun sirih. Rebuslah 3-5 lembar daun sirih dengan 2 gelas air hingga tinggal tersisa 1 gelas saja. Setelah itu konsumsi secara rutin air rebusan tersebut.

• Kemangi. Selain sering dikonsumsi sebagai lalapan, ternyata bahan alami dari daun kemangi ini dapat menghilangkan bau badan. Caranya yakni cukup dengan mengonsumsi daun kemangi secara rutin.

• Jahe. Mengonsumsi wedang jahe secara teratur dapat menghilangkan bau badan. Selain itu, minuman ini sekaligus dapat menghangatkan tubuh.

2. Menghilangkan bau badan dari luar

• Rapikan Bulu Ketiak. Menghilangkan bulu ketiak adalah sebuah pilihan. Jika ingin menghilangkannya, lakukan dengan hati-hati dan tepat. Sebisa mungkin hindarkan iritasi akibat mencukur atau mencabut. Jika tidak ingin mencukurnya, cukup dirapikan saja agar tumbuh tidak telalu panjang.

• Jeruk nipis dan kapur sirih. Air endapan batu kapur sirih dan beberapa sendok air perasan jeruk nipis terbukti ampuh mengatasi bau badan. Cara menggunakannya adalah campur air perasan jeruk nipis dengan kapur sirih lalu digosokkan pada bagian ketiak.

• Mentimun. Mentimun juga dapat menjadi alternatif penghilang bau secara alami. Caranya, sehabis mandi mentimun yang sudah dikupas digosokkan ke bagian tubuh yang menimbulkan bau tak sedap.

• Daun sirih. Selain menghilangkan bau badan dari dalam, daun sirih juga dapat mengatasi bau badan dari luar. Caranya adalah rebus 30 lembar daun sirih atau sesuai kebutuhan. Lalu, pada saat mandi campurkan air rebusan tersebut ke dalam air yang akan anda gunakan untuk mandi.

• Jaga kebersihan badan. Menjaga kebersihan badan adalah salah satu cara yang paling ampuh dalam menghilangkan bau badan. Pastikan Anda mandi setidaknya 2-3 kali dalam sehari, untuk menghilangkan keringat dan bakteri di tubuh anda.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: