Buah Sukun, Buah Super Dengan Segudang Nutrisi

November 6, 2014

buah sukun

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah tropis, buah sukun bukanlah buah yang asing. Bahkan beberapa negara tropis menjadikan sukun sebagai makanan utamanya. Banyak pula ilmuwan yang menganggap sukun sebagai buah super. Mengapa dikatakan sebagai buah super? Sesuper apa buah sukun itu? Mari kita cari tahu.

Bagi Anda, mungkin buah sukun merupakan buah yang kurang menarik untuk dijadikan makanan. Banyak pula yang berpikir jika buah yang bernama ilmiah Artocarpus altilis ini merupakan buahnya wong ndeso. Namun siapa sangka, buah ini terkenal di daratan Eropa dengan nama breadfruit atau “buah roti”.

Tanaman Pangan dengan Gizi Tinggi

Para ilmuwan dunia pun menjadikan buah yang memiliki tekstur seperti kentang ini sebagai solusi untuk mengatasi ketahanan pangan di dunia. Sukun bisa menjadi makanan alternatif bagi lebih dari 1 miliar orang di dunia yang mengalami kekurangan pangan. Buah berbentuk bulat dan berkulit hijau ini juga mampu memberikan nutrisi dan meningkatkan kesehatan bagi mereka yang kekurangan nutrisi.

Sebagai tanaman pangan, sukun mengandung zat gizi yang tinggi. Ada banyak kandungan nutrisi di dalam buah sukun, seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Bahkan kandungan karbohidrat dan protein dalam buah sukun lebih tinggi dibandingkan ubi, ketela pohon, maupun kentang. Buah sukun sebagai sumber karbohidrat yang bebas gluten. Kaya serat dan tinggi potasium. Dalam buah sukun juga mengandung vitamin C, riboflavin, kalium, thiamin, natrium, kalsium, dan besi. Kandungan asam amino dalam buah sukun juga cukup tinggi. Satu buah sukun memiliki berat sekitar 3 kilogram yang mampu menyediakan nutrisi untuk lima orang dalam satu keluarga.

Karena hal inilah buah sukun dianggap sebagai buah super oleh ilmuwan. Pohon sukun direkomendasikan oleh para ahli untuk ditanam di daerah-daerah yang berkekurangan bahan pangan. Apalagi pohon sukun mudah tumbuh di dataran rendah yang panas hingga di daerah pantai dan bisa bertahan hidup lebih lama. Beberapa waktu lalu, para ahli juga telah meneliti berbagai jenis pohon sukun yang cocok dengan lingkungan dan iklim di negara-negara yang kekurangan pangan. Meski menghadapi kendala, para ahli telah berhasil menanamkan pohon sukun bebas penyakit yang mulai berbuah. Kini, ada 35.000 pohon yang telah disebarkan ke 26 negara, termasuk Jamaika dan Haiti.

Bahkan ada sebuah tradisi di Polinesia yang mengharuskan menanam sukun ketika anaknya lahir. “Dalam tradisi di Polinesia, diharuskan menanam pohon sukun saat anaknya lahir karena akan menjamin ketersediaan makanan sepanjang hidup anaknya,” ujar Nyree Zerega dari Northwestern University di Chicago, AS, beberapa waktu lalu.

Pohon Sukun yang Bermanfaat

Pohon sukun tidak hanya menyediakan buah sebagai bahan pangan yang tahan lama. Semua bagian dari pohon sukun pun sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Mulai dari akar, kayu, kulit, daun, biji, bunga, hingga buahnya. Bagian-bagian pohon sukun ini pun sudah digunakan sebagai pengobatan tradisional sejak zaman dulu.

Bagi masyarakat Hawaii, akar pohon sukun digunakan sebagai obat pencahar. Kulit kayunya digunakan sebagai perban untuk membantu perawatan patah tulang. Getah buah sukun juga dapat memperbaiki kerusakan pada gigi jika dicampur dalam pasta gigi dengan daun pakis. Sementara di India bagian barat, daun pohon sukun bisa dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah dan menanggulangi penyakit asma. Menurut penelitian, daun sukun yang dijadikan teh bisa membantu kesehatan jantung dan merawat pembuluh darah. Jika diletakkan di lidah, daun sukun juga mampu mengobati sariawan. Bagi Anda yang suka merasa pusing, bisa pula menempelkan daun sukun yang telah dilumatkan ke bagian kening.

Kandungan gizi buah sukun yang tinggi sangat bermanfaat untuk membantu proses pencernaan dalam tubuh. Kandungan potasium yang tinggi di dalam buah sukun juga bisa membantu kulit menjadi lebih sehat, menguatkan tulang yang keropos, dan membantu mencegah penyakit batu ginjal. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa buah sukun mampu mengurangi LDL yang merupakan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik atau HDL. Konsumsi buah sukun setiap hari dapat mencegah timbulnya penyakit kanker, mengontrol diabetes, dan berkhasiat menyembuhkan liver.

Selain itu, buah sukun yang memiliki daging berwarna putih ini juga punya manfaat lain. Dibandingkan dengan nasi putih, kentang, dan roti, sukun memiliki indeks glikemik yang sedang, terutama ketika buah sukun telah dimasak. Dalam 100 gram buah sukun hanya mengandung 134 kalori. Cocok sekali dijadikan menu sehat bagi Anda yang sedang menjalani diet.

Sukun juga bisa dimanfaatkan sebagai antinyamuk alami. Hal ini sudah dibuktikan dalam penelitian yang pernah dipulikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry. Sejumlah ilmuwan dari Agricultural Research Service (ARS) bekerja sama dengan peneliti dari University of British Columbia di Kanada. Penelitian ini menunjukkan bahwa sukun terdiri dari capric, undecanoic, dan lauric acids, yang berguna untuk mengusir nyamuk.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: