Bersantap Nyaman dengan Implan Gigi

November 24, 2014

implan gigi

Orang Indonesia mana yang tidak kenal rendang? Makanan yang dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia ini memang sayang dilewatkan. Pedasnya yang nendang, racikan bumbu yang mantap, dan daging yang menantang, bisa membuat keringat tiba-tiba mengucur dengan sendirinya. Tapi, nikmatnya makan rendang bisa jadi petaka jika Anda menggunakan gigi palsu. Bukan hanya sulit mengunyah, gigi palsu juga bisa secara tidak sopan melompat dari gigi. Daripada menanggung malu, lebih baik tahan keinginan makan rendang di depan umum. Yah, mana asyik? Makanya tanam gigi, dong!

Tanam Gigi Secara Permanen

Ompong memang tidak enak, apalagi jika gigi yang tanggal berderet-deret. Rasa percaya diri bisa hilang, makan jadi susah, dan wajah jadi terlihat tua karena pipi menjadi kempot. Untunglah ada yang namanya gigi palsu. Gigi palsu dapat membantu untuk memperbaiki penampilan, senyum, dan membantu saat makan.

Meski demikian, banyak penderita ompong yang tidak menyukai gigi palsu. Alasannya sederhana, gigi palsu sangat mudah terlepas dari gusi. Bayangkan jika gigi palsu tiba-tiba lepas atau bahkan melompat keluar dari mulut saat
Anda sedang presentasi di hadapan klien, mengobrol, atau saat makan di restoran. Bukannya percaya diri, malah malu yang didapat. Gigi palsu lepasan juga dapat membuat penggunanya harus menahan gigi palsu saat berbicara, sehingga otot wajah menjadi tegang. Akibatnya, bicara menjadi kurang jelas atau timbul bunyi klik saat berbicara. Belum lagi jika gigi tidak pas di gusi dan menimbulkan iritasi. Kalau begini, pengguna gigi palsu tentu jadi pusing kepala. Ada tidak ya, gigi palsu yang kuat dan kokoh layaknya gigi yang asli? Jawabnya, ada.

Implan gigi atau gigi yang ditanam, bisa jadi solusi yang Anda cari. Gigi palsu ini memiliki ‘akar’ yang dirancang agar tetap stabil di tempatnya, tetapi juga dapat dilepaskan sehingga mudah untuk dibersihkan. Dan yang membuat gigi implan ini istimewa adalah sifatnya yang lebih melekat di gusi sehingga menjauhkan kita dari rasa malu akibat gigi palsu yang tiba-tiba terlepas.

Punya Banyak Keuntungan

Gigi yang ompong dapat menyebabkan rahang lama kelamaan mengecil. Akibatnya, pipi dapat terlihat makin kempot. Hal ini tidak dapat dihindari meski telah menggunakan gigi palsu lepasan. Dengan menggunakan gigi implan, tidak perlu lagi takut pipi terlihat kempot karena gigi yang ditanam dapat mengembalikan bentuk wajah seperti semula. Penggunaan implan juga dapat menghindarkan kita dari rasa tidak nyaman saat mengenakan gigi palsu lepasan.

Pengguna gigi implan dapat mengunyah sama seperti saat masih memiliki gigi asli, tanpa takut gigi terlepas dari tempatnya. Gigi implan juga tidak menimbulkan rasa tegang di rahang dan tidak menimbulkan suara saat penggunanya berbicara.

Meskipun memerlukan perawatan, tetapi gigi implan lebih awet dan tahan lama dibanding gigi palsu lepasan ataupun crown. Ini semua akan dapat meningkatkan rasa percaya diri pengguna gigi implan, karena terasa seperti memiliki gigi yang asli. Proses penanaman juga singkat dan tidak menyakitkan. Dengan perawatan yang baik, gigi implan bahkan bisa digunakan seumur hidup.

Mudah dan Tidak Sakit

Kalau mendengar kata ‘ditanam’, tentu yang ada di pikiran kita adalah bor serta tindakan yang berdarah-darah dan menyakitkan. Tidak perlu kuatir, karena pemasangan sekrup dapat dilakukan dengan pemberian obat bius sebelumnya. Dengan demikian, kita tidak akan merasakan sakit saat tindakan dilakukan. Dokter akan memasang sekrup di tulang rahang yang ingin dipasang gigi implan, kemudian menjahit kembali gusi di atasnya. Proses penyembuhan biasanya akan terjadi dalam waktu tiga bulan. Sementara masa tersebut, kita tetap dapat menggunakan gigi palsu lepasan.

Setelah sembuh, barulah kemudian dilakukan pemasangan abutment, yaitu sekrup yang menguatkan hubungan antara sekrup yang ditanam dengan gigi palsu. Setelahnya, barulah gigi implan dapat dipasangkan di atasnya.

Meski proses tidak sulit, biasanya diperlukan pemeriksaan menyeluruh sebelum prosedur penanaman dilakukan. Misalnya degan melakukan rontgen gigi, untuk menentukan posisi implan. Idealnya, implan gigi dapat dilakukan pada mereka yang tidak memiliki kelainan sistemik pada gusi, yang lengkung rahangnya sempurna, dan memiliki jaringan tulang dengan ketebalan yang cukup. Meski demikian, implan gigi dapat dilakukan pada hampir semua orang dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Penanaman gigi umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, dan kalaupun ada hanya sedikit. Dengan keuntungan yang banyak, banyak orang kini beralih ke gigi implan. Gigi palsu ini sangat cocok untuk orang yang ompong pada usia yang masih muda. Meski demikian, gigi implan juga dapat dilakukan pada lansia. Meski perawatannya lebih mahal dibanding gigi palsu lepasan, gigi implan umumnya lebih nyaman dan awet. Bukan berarti pengguna gigi implan bisa sesukanya. Perawatan gigi dan kontrol ke dokter gigi secara teratur tetap diperlukan agar tidak timbul gangguan pada gusi.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: