Berbahayakah Mengonsumsi Sayuran Mentah?

November 23, 2014

sayuran mentah

Sebagian dari kita sangat menyukai sayuran mentah dalam menu makanan sehari-hari. Orang Sunda misalnya, dikenal suka mengasup lalapan mentah dan juga memiliki karedok, semacam gado-gado yang dibuat dari sayuran mentah. Sebagian lagi mengkonsumsi sayuran mentah demi alasan kesehatan. Namun apakah sayuran mentah benar-benar aman?

Sayuran mentah merupakan bagian penting pada menu makanan yang sehat dan seimbang. Jadi tidak perlu takut memasukkan mentimun mentah atau kubis mentah dalam daftar sayuran yang Anda makan. Apakah dibuat salad, lalapan, karedok, atau hidangan lain. Apalagi akhir-akhir ini muncul tren untuk mengkonsumsi sayuran mentah dengan cara lain seperti dibuat jus. Jika Anda memperhatikan hal-hal yang penting untuk diperhatikan, mengkonsumsi sayuran mentah tidak perlu dikhawatirkan.

Pastikan Keamanannya

Dikutip dari situs kesehatan Livestrong, kekhawatiran utama soal konsumsi sayuran mentah adalah kontaminasi bakteri yang bisa menimbulkan keracunan makanan. Salah satu yang sering kita dengar terutama di negara-negara Barat adalah keracunan bakteri Escherischia coli. Pemasakan sayuran dengan suhu tinggi akan mematikan bakteri-bakteri tersebut. Sedangkan jika tidak dimasak, tidak ada jaminan seperti itu.

Sebenarnya hampir semua jenis buah dan sayuran segar memiliki risiko untuk menyebabkan kontaminasi. Di Amerika dan Eropa, jika ada keracunan makanan karena kontaminasi bakteri pada sayuran dan buah, selalu menjadi berita yang cukup menghebohkan.

Untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri, sebaiknya membeli sayuran yang segar tidak ada tanda busuk, disimpan terpisah dari daging, ayam dan seafood, mencuci bersih-bersih sebelum digunakan, dan disimpan pada suhu dingin di lemari es.

Kecambah atau tauge memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya kontaminasi bakteri yang bisa menyebabkan keracunan makanan. Kecambah mendapat perhatian khusus dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA). Pasalnya di sana terkadang ada kejadian keracunan makanan karena kecambah yang terkontaminasi bakteri terutama E. Coli, karena kondisi tumbuhnya yang hangat dan lembab. Bahkan di AS, FDA merekomendasikan agar wanita hamil, orang lanjut usia, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kurang baik agar menghindari mengonsumsi kecambah mentah. Jika ingin mengonsumsi kecambah, sebaiknya dimasak dulu biar pun sebentar.

Sayuran Yang Tidak Baik Dikonsumsi Mentah

Mengonsumsi sayuran mentah bukan hanya berisiko terkontaminasi kuman, tetapi ada juga sayuran yang memang tidak baik di makan mentah. Bukan saja rasanya kurang enak tetapi juga bisa berbahaya bagi kesehatan. Kenalilah jenis-jenis sayuran yang aman dan tidak aman untuk dikonsumsi mentah. Berikut ini beberapa jenis sayur yang sebaiknya tidak dimakan mentah, seperti dirangkum situs kesehatan LiveStrong.

Terung

Terung ungu mengandung senyawa solanin yang dapat menghambat penyerapan kalsium oleh tubuh. Solanin juga bisa menyebabkan keracunan dengan gejala seperti mual dan muntah, kram perut, sakit kepala, pusing-pusing, dan diare. Memasak terung ungu akan menetralkan senyawa solanin tersebut.

Kentang

Seperti halnya terung ungu, kentang juga mengandung solanin, ditambah pula komponen berbahaya lainnya yaitu chaconine. Kentang mentah yang terlihat hijau menandakan punya kandungan solanin yang cukup tinggi. Umbi kentang tumbuh di bawah tanah, hanya sedikit terpapar sinar matahari, sehingga kadar solanin dan chaconine tidak terlalu banyak. Namun meski kadarnya sedikit jika diasup terus menerus bisa jadi berbahaya. Selain itu, tingginya kadar pati kentang akan menyulitkan untuk dicerna dalam keadaan mentah.

Kacang Kratok

Beberapa jenis kacang seperti kacang kratok (kekara) dan kacang komak juga sebaiknya tidak dimakan mentah. Kedua jenis kacang ini mengandung sianogenik glikosida, yang merupakan sejenis asam amino yang bersifat toksik. Senyawa sianida ini dilepaskan jika tanaman ini dipetik. Namun jangan khawatir keracunan hanya akan terjadi jika Anda mengkonsumsi kacang-kacang ini dalam jumlah banyak.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: