Berbagai Masalah Kulit Pada Lansia

May 28, 2015

masalah kulit

Bu Tutik sedang mematut-matut diri di depan cermin. Wanita berusia 52 tahun itu memandangi wajahnya sambil melamun. Kulitnya yang dulu tanpa cela bak porselen kini sudah mulai keriput dan berbercak-bercak. Di lehernya yang jenjang kini mencuat beberapa tonjolan kulit kecil. Eyang tiga cucu ini yang dahulu kembang desa, kini seolah sudah turun derajat jadi kembang sepatu. Apa lagi biang keladinya kalau bukan karena usia? Mau tahu apa saja masalah kulit yang sering dihadapi oleh lansia dan cara menghadapinya? Baca terus ulasannya dibawah ini.

Bercak Kulit Akibat Hobi Mandi Matahari

Dalam bahasa kedokteran, bercak kulit atau age spots disebut dengan solar lentigenes. Age spot adalah bercak-bercak kecil berwarna hitam atau kecoklatan dengan permukaan yang rata dengan kulit. Bercak ini disebabkan oleh rangsangan sinar matahari terhadap sel pembentuk pigmen yang terdapat di permukaan kulit. Ukurannya bervariasi dan umumnya terdapat di daerah yang terpapar sinar matahari seperti wajah, punggung tangan dan kaki, bahu, atau lengan. Age spot biasanya ditemukan pada orang berusia lebih dari 50 tahun yang kulitnya berwarna terang. Meski demikian, jika di masa muda Anda hobi berlama-lama di bawah sinar matahari, age spot dapat mulai terlihat sebelum usia mencapai kepala lima.

Age spot tidak berbahaya dan tidak perlu diobati. Meski demikian, age spot dapat mengganggu penampilan dan membuat Anda merasa kurang percaya diri. Untuk menyamarkannya, Anda dapat menggunakan krim pemutih kulit yang mengandung hidroguinon, retinoid, atau steroid ringan. Krim ini dapat menyamarkan bintik dalam beberapa bulan. Meski demikian, krim seperti ini dapat membuat kulit menjadi kemerahan dan terasa perih, terutama bila digunakan di bawah sinar matahari.

Untuk menghilangkan age spot tanpa merusak permukaan kulit, Anda dapat menggunakan terapi sinar laser di dokter. Meski demikian, terapi laser biasanya tidak cukup hanya dilakukan sekali dan biayanya lumayan mahal. Cara lain adalah dengan krioterapi, yaitu tindakan membekukan age spot dengan menggunakan nitrogen cair untuk merusak pigmen berlebih di kulit. Pengelupasan kulit dengan teknik dermabrasi dan peeling kimiawi juga dapat menjadi pilihan menghilangkan age spot yang lebih ramah di kantong.

Meski dapat dihilangkan, Anda tentu tidak ingin age spot mampir di kulit. Cara mencegahnya sangat mudah. Cukup dengan menghindari terlalu lama di bawah sinar matahari dan menggunakan tabir surya setiap kali berada di luar ruangan.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah jika age spot pada kulit Anda tiba-tiba berubah warna. Jika age spot bertambah besar dengan cepat, tepinya tidak rata, berwarna hitam legam atau terlihat aneh, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Demikian juga jika bintik tersebut terasa gatal, merah, nyeri atau berdarah. Ini mungkin merupakan tanda melanoma atau kanker kulit.

Skin Tag, Kulit yang Tumbuh Berlebih

Skin tag atau acrochordon adalah tonjolan kecil seperti tangkai yang tumbuh di permukaan kulit. Skin tag umumnya berwarna sama atau sedikit lebih gelap dari kulit di sekitarnya. Di dalam skin tag terdapat pembuluh darah dan serat kolagen yang terbungkus oleh kulit.

Bayi baru lahir tidak memiliki skin tag di kulitnya. Seiring dengan bertambahnya usia, jumlah skin tag akan semakin banyak. Skin tag umumnya terdapat di daerah lipatan atau daerah yang sering mengalami gesekan seperti leher, lipat paha, payudara, kelopak mata, perut, atau ketiak. Tidak heran jika skin tag juga sering ditemukan pada orang yang gemuk dan wanita hamil. Munculnya skin tag juga mungkin berhubungan dengan adanya Human Papilloma Virus (HPV). Karena itu, skin tag sering ditemukan pada penderita diabetes yang rentan terinfeksi HPV.

Sama seperti age spots, skin tag tidak berbahaya dan tidak perlu diobati kecuali jika sering lecet akibat bergesekan dengan baju atau lipatan kulit. Walaupun tidak menimbulkan nyeri, tapi si empunya skin tag dapat merasa risih dan ‘gatal’ ingin mencabut kulit yang menjuntai-juntal ini. Apalagi jika skin tag bolak-balik mengalami iritasi atau terdapat dalam jumlah banyak sehingga mengganggu penampilan. Jangan kuatir, Anda dapat meminta bantuan dokter untuk menyingkirkan skin tag dengan mudah dan aman.

Skin tag dapat dibuang melalui prosedur medis sederhana seperti menggunting atau memotongnya dengan pisau bedah. Alternatif lain adalah dengan menggunakan nitrogen cair atau dibakar menggunakan kauter. Jika skin tag cukup besar, dokter biasanya akan memberikan obat bius lokal sebelum memotong skin tag. Anda enggan ke dokter? Anda bisa mengikat pangkal skin tag dengan benang gigi dan membiarkannya selama beberapa hari hingga skin tag terlepas dengan sendirinya. Meski demikian, pembuangan skin tag tidak menjamin ia tidak akan tumbuh kembali.

Keratosis Seboroik

Sudah tua, mengapa tiba-tiba jadi banyak tahi lalat, ya? Mana bentuknya tidak indah dipandang, jangan-jangan itu kanker kulit. Jangan kuatir, Anda mungkin hanya mengalami keratosis seboroik.

Keratosis seboroik adalah lesi kulit non kanker yang paling sering terjadi pada lansia. Lesi biasanya berbentuk seperti kutil yang menonjol. Ia bisa berwarna cokelat, hitam, atau sedikit gelap, dan tumbuh di daerah dada, bahu atau punggung. Permukaan keratosis seboroik biasanya juga agak bersisik dan tampak mengilap.

Keratosis seboroik dapat hanya satu atau beberapa di kulit. Meskipun sebenarnya tidak nyeri dan tidak berbahaya, penampilan keratosis mungkin tampak mengerikan sehingga sering dikira kanker. Penyebab keratosis tidak diketahui dengan pasti. Yang jelas, lesi ini cenderung timbul pada orang yang berusia 40 tahun ke atas dan memiliki riwayat keluarga degan gangguan yang sama.

Keratosis dapat mengganggu penampilan dan mengalami iritasi bila bergesekan dengan baju. Karena itu, meski tidak perlu diobati banyak penderitanya yang memilih untuk membuang si kutil ini. Namun Anda perlu ingat, jangan coba-coba melakukannya sendiri. Menggosok, menggaruk, atau mencungkil keratosis dapat menyebabkan peradangan, bahkan dapat timbul perdarahan dan infeksi.

Sama seperti age spot dan skin tag, keratosis seboroik dapat dibuang dengan menggunakan nitrogen cair, mengkuretnya dengan menggunakan alat khusus atau kauter, atau dengan menggunakan teknologi laser.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: