Berbagai Manfaat Buah Tomat yang Menakjubkan

December 6, 2014

buah tomat

Buah tomat merupakan sayuran buah yang sangat dikenal oleh masyarakat. Rasanya yang segar asam manis, membuat tomat banyak disukai orang. Selain dapat dimanfaatkan sebagai buah dan sayur, tomat juga dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, dibuat pasta dan saus, dan banyak lagi penggunaan lainnya.

Tumbuhan tomat termasuk ke dalam keluarga Solanaceae, seperti halnya kentang dan terung. Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah dan Selatan dari Ekuador, Meksiko sampai Peru. Kata tomat berasal dari kata xitomate atau xitotomate dalam bahasa Aztek, salah satu suku Indian kuno. Di benua Amerika, tomat tersebar dengan cepat. Penyebarannya dibantu oleh burung-burung yang memakan buahnya lalu menyebarkan biji dari kotorannya di mana-mana.

Tomat pada umumnya termasuk tumbuhan semusim. Artinya, setelah satu kali masa berbuah tumbuhan ini akan mati. Namun sekarang ada juga tomat hasil rekayasa yang bisa mengalami musim berbuah berkali-kali. Nama ilmiah untuk tomat adalah Solanum lycopersicum. Namun ada juga yang mengklasifikasikannya dalam genus Lycopersicon dengan nama spesies berbeda-beda.

Kandungan Gizi Tomat

Tomat merupakan produk pertanian yang banyak kegunaannya. Tomat bisa dikonsumsi sebagai buah, bisa dijadikan lalapan dan sayuran, bisa pula digunakan sebagai bumbu masak. Tomat juga bisa diproses hingga menjadi pasta tomat, saus tomat, hingga sambal botolan. Bahkan tomat juga digunakan untuk bahan kosmetika dan obat-obatan.

Tomat merupakan sumber yang penting dari potassium, fosfor, magnesium, zat besi, sehingga penting untuk menjaga aktivitas saraf dan otot. Tomat juga merupakan sumber vitamin-vitamin yang penting seperti vitamin A, B, dan C. Selain itu tomat juga kaya dengan fitosterol, suatu senyawa yang membantu menjaga kadar kolesterol kita terkendali. Tomat pun kaya dengan asam folat.

Kadar vitamin C di dalam tomat cukup tinggi, mencapai 40% dari kebutuhan harian. Satu porsi tomat juga menyediakan 15% dari kebutuhan harian vitamin A.

Sumber Likopen Tertinggi

Tomat merupakan sayuran buah yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Salah satu kandungan tomat yang sangat unggul adalah kandungan likopen yang sangat tinggi. Likopen merupakan satu antioksidan yang membantu melawan pembentukan sel-sel kanker sekaligus gangguan kesehatan dan penyakit-penyakit lainnya. Radikal bebas di dalam tubuh dapat dinetralkan oleh likopen, yang sangat banyak terdapat di dalam tomat. Likopen tidak dapat diproduksi sendiri di dalam tubuh. Memang banyak jenis buah dan sayur lainnya yang juga mengandung likopen, tetapi tidak sebanyak tomat.

Tomat bisa dikonsumsi segar atau pun dimasak tanpa khawatir akan merusak kandungan bahan aktifnya. Bahkan penelitian membuktikan bahwa kadar likopen akan meningkat jika tomat dimasak lebih dahulu. Likopen terletak di dalam dinding sel, dan pemanasan saat memasak akan membuat likopen keluar seluruhnya sehingga kadarnya meningkat. Apalagi jika tomat dimasak dengan minyak yang baik seperti minyak zaitun, maka likopen akan terserap oleh tubuh secara lebih baik.

Manfaat Buah Tomat Untuk Kesehatan

Sumber Antioksidan yang Kuat

Sebetulnya oksidasi seluler merupakan proses normal yang mempengaruhi semua jaringan. Tetapi berbagai faktor seperti lingkungan, polusi, zat kimia dalam makanan, dan kurang olahraga, semua itu bisa meningkatkan produksi radikal bebas. Sebagian besar antioksidan terdapat pada tumbuhan, karena itu pakar gizi selalu menyarankan kita untuk mengasup banyak sayur dan buah untuk perlindungan dari radikal bebas. Tomat merupakan sumber antioksidan yang baik, yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas.

Melindungi Sel-sel Tubuh dari Kerusakan

Antioksidan berperan untuk menetralkan radikal bebas yang berbahaya agar tidak merusak sel-sel dan membran sel di dalam tubuh kita. Radikal bebas bisa cepat memperparah aterosklerosis, komplikasi diabetes, asma, dan kanker kolon. Mengkonsumsi likopen dalam jumlah tinggi seperti yang ada pada tomat bisa membantu mengurangi risiko atau keparahan penyakit-penyakit tersebut.

Menurunkan Risiko Kanker Pankreas

Menu yang kaya dengan tomat bisa menurunkan risiko kanker pankreas. Studi yang dilakukan sekelompok peneliti dari University of Montreal menemukan bahwa risiko terkena kanker pankreas berkurang hingga 31% pada mereka yang mengonsumsi likopen, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Meningkatkan Kualitas ASI

Tomat sangat baik untuk dikonsumsi ibu menyusui. Menurut sebuah laporan, jika ibu menyusui mengonsumsi likopen maka kadar likopen dalam ASI akan meningkat pula. Tomat yang dimasak ternyata meningkatkan kadar likopen dalam ASI yang lebih banyak daripada tomat segar.

Membantu Menjaga Kekuatan Tulang

Dengan kandungan kalsium dan vitamin K yang cukup tinggi, tomat membantu menjaga kekuatan tulang. Kedua zat tersebut sangat penting untuk menguatkan dan memperbaiki tulang dan jaringan tulang. Setiap satu cawan tomat memberikan vitamin K sebanyak 18% dari kebutuhan harian. Vitamin K berperan dalam menyehatkan tulang dengan cara mengaktifkan osteokalsin, yang merupakan komponen non-protein utama pada tulang. Osteokalsin inilah yang melakukan mineralisasi molekul-molekul kalsium di dalam tulang.

Menjaga Kesehatan Tubuh

Konsumsi tomat yang cukup secara teratur diyakini bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah flu dan pilek. Flu dan pilek diyakini berkaitan dengan kurangnya asupan betakaroten dan likopen, dua zat yang banyak terkandung di dalam tomat. Penelitian menunjukkan bahwa tomat juga bisa membantu menurunkan tekanan darah. Sementara dengan unsur kromium yang dikandungnya, tomat membantu mengatur gula darah.

Memulihkan Kesehatan Hati

Tomat diyakini memainkan peran penting untuk kesehatan hati. Para dokter di Rusia kerap merekomendasikan penggunaan buah tomat pada menu makanan buruh pabrik yang terpapar racun kimiawi. Tomat diyakini sebagai pendetoks yang berguna karena mengandung klorin dan sulfur yang penting untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Klorin secara alami membantu menstimulasi hati. Klorin membantu hati menjalankan tugas menyaring sisa-sisa pembuangan zat-zat di dalam tubuh. Sulfur membantu melindungi hati dari sirosis dan gangguan lainnya. Mengasup tomat secara rutin diyakini bisa membantu meregenerasi kondisi hati yang rusak.

Daun Tomat Mengobati Luka dan Borok

Bukan hanya buahnya, daunnya juga bermanfaat. Pengobat tradisional di beberapa tempat menggunakan daun tomat liar untuk mengobati luka dan borok. Caranya dengan melumatkan daun tomat hingga basah, lalu menempelkannya di bagian yang luka. Irisan buah tomat pun terkadang digunakan juga untuk mengobati luka. Irisan tomat cukup ditempelkan pada luka atau pada bagian yang sakit. Irisan itu diganti beberapa kali dalam sehari, dan biasanya luka kecil atau infeksi ringan akan sembuh dalam 2-3 hari.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: