Berbagai Jenis Alat Kontrasepsi Untuk Usia Matang

April 8, 2015

alat kontrasepsi

Usia 40 bisa dikatakan usia emas bagi kaum pria maupun wanita. Pada usia ini, karir umumnya sudah mulai mantap dan anak-anak sudah beranjak besar. Usia 40an juga sering menjadi titik balik di dalam dunia pernikahan. Ada pasangan yang semakin mesra, ada yang sudah saling memahami tanpa perlu bicara, tetapi ada merenggang atau malah punya pasangan baru. Orang bilang, perubahan ini disebabkan oleh puber kedua. Namun, ada hal yang sering dilupakan oleh wanita usia matang, yaitu kontrasepsi. Lho, untuk apa memikirkan kontrasepsi? Sudah tua kan tidak mungkin hamil lagi? Jangan salah, meskipun usia sudah kepala empat, bukan berarti Anda tidak bisa melahirkan bayi dari rahim Anda sendiri. Kalau hal ini terjadi, apa kata orang-orang nanti?

Belum Menopause, Belum Bisa Bernapas Lega

Menantu sedang hamil muda, tapi kok mertuanya ikut mual-mual? Setelah dicek, ternyata Anda positif hamil. Masa sudah tua hamil lagi? Namun, cerita ini rupanya bukan pepesan kosong. Ada banyak wanita yang menganggap remeh pentingnya kontrasepsi. Walhasil, kehamilan yang tidak diharapkan ini dapat membuat Anda pusing kepala.

Mau digugurkan takut dosa, mau dilanjutkan malu. Apalagi kehamilan pada usia lanjut dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun janin. Makanya, pakai kontrasepsi, dong.

Banyak wanita berusia di atas 40 tahun yang enggan untuk menggunakan kontrasepsi. “Dulu, saya pikir buat apa pakai kontrasepsi? Seperti anak muda saja,” tutur Bu Mami, 45 tahun. “Sewaktu masih muda saya memang takut hamil karena anak sudah banyak. Sekarang rasanya tidak mungkin saya hamil lagi. Lha wong haidnya juga sudah tidak teratur.” Namun, setelah mengalami keguguran dan dikuret dua bulan yang lalu, Marni baru menyadari pentingnya kontrasepsi. “Dulu, saya akan tertawa kalau ada yang bilang saya harus KB lagi. Akhirnya, saya malah tidak sadar kalau sedang hamil sampai janin saya keguguran.”

Memang, kesuburan seorang wanita akan menurun seiring waktu. Meski demikian, 80% wanita yang berusia 40 dan 43 tahun masih dapat hamil. Kemungkinan hamil akan terus ada sampai Anda benar-benar menopause, yaitu tidak haid selama 12 bulan berturut-turut. Kalaupun selama ini Anda masih aktif berhubungan seksual tapi tidak hamil, itu hanya kebetulan saja. Sayangnya, masih banyak wanita yang belum mengetahui hal ini.

Jenis-jenis Alat Kontrasepsi Untuk Generasi 70an

Waktu masih muda, boleh jadi Anda sudah mencoba berbagai macam alat kontrasepsi. Entah berupa pil, spiral (IUD), kondom, hingga suntikan sebulan atau tiga bulan sekali. Namun, kalau umur sudah segini, mau pakai KB apa lagi? Jawabnya, bergantung apakah Anda masih ingin punya anak lagi atau tidak.

Percaya atau tidak, di era sekarang ini banyak orang yang memilih untuk menikah di usia matang. Ada yang baru menemukan jodoh atau mungkin baru menikah yang kedua kalinya. Jadi, meski usia sudah kepala empat, mereka tetap ingin memiliki anak dari rahimnya sendiri. Untuk Anda yang ingin tetap bisa hamil, ada beberapa pilihan kontrasepsi yang mungkin cocok untuk Anda. Berikut kami ulas pilihan alat kontrasepsi beserta kelebihan dan kekurangannya.

□ Pil KB

Meski dahulu tidak dianjurkan, penelitian menunjukkan bahwa pil KB tetap boleh diberikan pada wanita yang berusia di atas 35. Syaratnya, sehat, tidak merokok, tekanan darah normal, dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Jenis kontrasepsi ini dapat digunakan hingga Anda berusia 50 tahun. Agar lebih efektif, pil KB sebaiknya diminum pada jam yang sama setiap hari. Jadi, buat Anda yang pelupa, penggunaan pil tidak dianjurkan.

Alat kontrasepsi ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen. Pada kondisi atau penyakit tertentu, pil KB juga tidak dianjurkan. Karena itu, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter sebelum Anda menggunakannya. Keuntungannya, haid menjadi lebih teratur dan nyeri haid juga berkurang.

□ Suntik KB tiga bulanan

Suntikan KB setiap tiga bulan sekali biasanya mengandung hormon progestogen. Penggunaan jenis kontrasepsi ini sebagian besar menyebabkan wanita tidak mengalami haid. Kekurangan metode ini adalah diperlukan penyuntikan setiap tiga bulan dengan jadwal yang telah ditentukan. Selain tidak nyaman, Anda perlu meluangkan waktu dan tidak boleh lupa jadwal suntik Anda. Jika pada akhirnya Anda mencoba untuk hamil, mungkin diperlukan waktu hingga setahun agar kesuburan Anda pulih kembali. Penyuntikan obat ini juga dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan peningkatan berat badan.

□ Implan

Implan atau susuk adalah jenis kontrasepsi berupa beberapa batang elastis sebesar tusuk gigi yang disisipkan di bawah kulit. KB ini juga mengandung hormon progestogen yang dilepaskan perlahan dan dapat bertahan selama tiga hingga lima tahun. Dengan adanya implan, Anda tidak perlu repot memikirkan sudah minum pil atau belum hari ini, atau memikirkan bulan ini suntik KB tanggal berapa. Implan dapat bertahan selama tiga tahun tanpa Anda kutak kutik. Meski demikian, pemasangan dan pengeluaran implan sesudahnya memerlukan tindakan operasi kecil. Efek samping yang sering dijumpai adalah haid yang tidak teratur, baik berupa perdarahan biasa atau hanya berupa bercak darah.

Secara umum, KB implan merupakan pilihan kontrasepsi yang baik untuk wanita berusia 40 ke atas. Namun perlu diingat, KB jenis ini dapat berinteraksi dengan beberapa obat, termasuk antibiotik tertentu. Jangan lupa beritahukan dokter bahwa Anda menggunakan KB implan setiap sedang berobat.

□ Spiral (IUD)

IUD atau spiral adalah alat kontrasepsi berbentuk seperti huruf T yang disisipkan ke dalam rahim. Dengan adanya alat ini, pergerakan sperma menuju sel telur akan terhambat. Jika telah berhasil dibuahi, IUD juga dapat mencegah sel telur melekat pada rahim. Enaknya pakai IUD adalah praktis karena Anda tidak perlu repot bolak balik ke dokter. IUD dapat bertahan selama 3-5 tahun. Anda cukup melakukan pemeriksaan berkala setahun sekali. Meski demikian, IUD yang mengandung tembaga dapat membuat haid menjadi lebih banyak dan nyeri haid lebih berat dibanding biasanya. IUD dapat menjadi pilihan yang baik bagi wanita di usia 40an bahkan lebih, termasuk untuk Anda yang memiliki masalah kelebihan berat badan. Bahkan, konon IUD adalah alat kontrasepsi terbaik untuk kelompok usia ini.

□ Kondom

Selain efektif untuk mencegah kehamilan, kondom juga berfungsi untuk mencegah menularnya penyakit seksual. Meskipun kondom identik dengan alat kontrasepsi pria, namun sebetulnya terdapat juga jenis kondom yang diperuntukkan untuk wanita, hanya saja kondom jenis ini kurang akrab di telinga masyarakat Indonesia.

Mengingat produksi cairan vagina untuk wanita yang berusia di atas 40 tahun biasanya telah mulai berkurang, penggunaan kondom dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan bahkan timbul rasa nyeri. Untuk mengatasinya Anda dapat menggunakan pelumas khusus berbarengan dengan penggunaan kondom. Hindari pelumas berbahan dasar minyak, karena dapat menyebabkan kondom rusak atau robek. Disamping itu, penggunaan kondom juga dapat mengurangi sensasi bercinta.

□ Sterilisasi

Jika Anda dan pasangan tidak ingin lagi memiliki anak di kemudian hari, ada pilihan yang dapat mewujudkan hal ini secara permanen. Sterilisasi, demikian orang menyebutnya. Sterilisasi dapat dilakukan pada salah satu, entah pada suami atau pada istri. Jika Anda enggan berurusan dengan tubektomi, mungkin ini saatnya suami membalas budi dengan melakukan vasektomi, meski demikian, banyak pria yang tidak mau divasektomi karena takut merasa tidak jantan lagi. Padahal, vasektomi pada pria tidak memengaruhi kejantanan. Pada akhirnya, wanita lagilah yang harus maju dan memberanikan diri melakukan tubektomi.

Vasektomi dan tubektomi adalah prosedur mengikat, memotong, atau menciptakan sumbatan pada saluran yang menghantarkan sperma dan sel telur. Dahulu, tubektomi dilakukan dengan melakukan operasi. Namun sekarang hal ini dapat dilakukan dengan menyisipkan alat kecil ke saluran telur melalui vagina dan rahim. Alat ini akan merangsang penebalan jaringan di saluran telur dan menciptakan sumbatan secara permanen.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: