Bencana Dalam Makanan Kadaluarsa

July 13, 2013

makanan kadaluarsa

Jangan anggap remeh makanan yang sudah kadaluarsa. Sebab, makanan yang kadaluarsa meru­pakan salah satu penyebab utama terjadinya keracunan. Selain membuat konsumen pusing, mual, diare, sesak napas, dan kematian akibar keracunan, mengonsumsi dalam waktu yang lama makanan yang su­dah kadaluarsa dapat menyebab­kan kanker.

Maka itu, sedapat mungkin kita harus memilih produk pangan yang masih jauh dari batas kadaluarsa, terutama untuk produk yang kemungkinan akan mengalami penyimpanan sebelum digunakan. Selain itu, kita juga senantiasa harus mencermati ciri-ciri fisik produk atau kemasannya.

Penentuan Kadaluarsa

Penentuan batas kadaluarsa dapat dilakukan dengan meng­gunakan metode metode tertentu. Penentuan batas kadaluarsa dilakukan untuk menandai umur simpan (shel life) produk. Penentuan umur simpan didasarkan atas faktor-faktor yang memengaruhi umur simpan produk pangan.

Faktor-faktor tersebut misalnya adalah keadaan alamiah (sifat ma­kanan), mekanisme berlangsungnya perubahan (misalnya kepekaam terhadap air dan oksigen), serta kemungkinan terjadinya peruban kimia (internal dan eksternal). Faktor lain adalah ukuran kemasan (volu­me), kondisi atsmorfer (terutama suhu dan kelembaban), serta daya tahan kemasan selama transit dan sebelum digunakan terhadap keluar masuknya air, gas, dan bau.

Umumnya produsen akan mencantumkan batas kadaluarsa seki­tar dua bulan hingga tiga bulan le­bih cepat dari umur simpan produk yang sesungguhnya. Hal ini dilaku­kan untuk menghindarkan dampak-dampak merugikan terhadap kon­sumen apabila batas kadaluarsa itu benar-benar terlampaui.

Tujuan lain adalah memberi tenggang waktu bagi produsen untuk menarik produk-produknya yang telah melampaui batas kadaluarsa dari pada pengecer atau tempat penjualan, agar konsumen tidak lagi membeli produk tersebut. Hal tersebut dilaku­kan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada konsumen, se­perti keracunan makanan.

Istilah-Istilah Kadaluarsa

Informasi jangka waktu kadaluarsa memiliki beberapa istilah. Yang se­ring digunakan adalah: “baik diguna­kan sebelum” (best before), “gunakan sebelum” (use by expiry dote), “batas sebelum penarikan” (pulldate), “tanggal dikemas” (pack date), “tanggal masuk toko” (sell by date), dan tanggal pemajangan” (display date).

  • “Baik digunakan sebelum” (best before) memiliki makna bahwa suatu produk pangan sebaiknya dikonsumsi sebe­lum tanggal yang tercantum karena tanggal tersebut me­rupakan batas optimal produ­sen dapat menjamin kelayakan produk untuk dikonsumsi. Kalimat “baik digunakan sebelum” umumnya dicantumkan pada produk-produk yang memiliki umur simpan tinggi, seperti produk-produk konfeksioneri (permen, cokelat, chocolate bar) dan minuman beralkohol.
  • “Gunakan sebelum” (used by atau expiry date) memiliki makna bahwa produk pangan harus dikonsumsi maksimal pada tanggal yang tercantum. Tanggal yang tercantum merupakan batas maksimum produ­sen dapat menjamin bahwa produk tersebut belum rusak dan masih layak dikonsumsi. Setelah tanggal tersebut, diduga kualitas produk sudah tidak dapat diterima oleh konsumen, kalimat “gunakan sebelum” umumnya dicantu­mkan pada produk-produk yang mudah rusak dan umur simpannya rendah, seperti susu (susu segar dan susu cair), daging, serta sayur-sayur.
  • Batas sebelum penarikan (pull of date) menandakan tanggal terakhir yang dianjurkan bagi konsumen untuk membeli produk tersebut, sehingga masih mempunyai jangka waktu untuk mengonsumsinya tanpa produk tersebut mulai mengalami kerusakan. Setelah tanggal tersebut, suatu produk akan ditarik dari pengecer dan toko-toko karena dianggap mutunya akan segera menurun dan jika tidak ditarik akan menimbul­kan kerugian bagi konsumen.
  • “Tanggal dikemas (pack date) merupakan informasi yang berupa tanggal pada saat produk dikemas, baik pengemasan oleh produsen mau­pun oleh pengecer. Contoh produk yang diberi pencantuman pack date adalah sayur curah atau buah potong da­lam kemasan yang dijual di supermarket.
  • “Tanggal masuk toko (sell by date) berisi informasi yang berupa tanggal pada saat produk memasuki gudang penyimpanan di toko atau tempat penjualan lainnya.
  • “Tanggal pemajangan” (dis­play date) berisi informasi tanggal pada saat produk dipajang di rak-rakatau display di toko atau tempat penjual­an lainnya.

Teknik pencantuman batas kadaluarsa dengan menggunakan kalimat pack date, sell by date, dan display date di atas, umumnya dilaku­kan pada produk-produk yang umur simpannya telah diketahui konsu­men secara luas. Teknik ini memaksa konsumen untuk lebih aktif dalam mengetahui umur simpan produk hingga batas aman di konsumsi.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: