Bantal Khusus Bagi Mereka yang Mendengkur

June 4, 2015

mendengkur

Sebagian besar orang yang mendengkur tidak menyadari bahwa dirinya mengeluarkan suara tidak enak didengar saat tidur. Yang terkena dampak justru adalah anggota keluarga lain yang tidur di dalam satu kamar dengannya. Bisakah kebiasaan mendengkur ini dikurangi? Posisi seperti apa sih yang dapat mengurangi dengkuran? Benarkah ada bantal khusus untuk si pendengkur?

Mendengkur adalah suara keras atau kasar yang dapat terjadi saat kita tidur. Suara mendengkur ini terbentuk akibat aliran napas yang kita hirup berusaha melewati saluran napas di belakang tenggorok. Ini karena daerah tersebut menyempit atau menutup, misalnya akibat kegemukan atau penggunaan obat-obatan yang menyebabkan otot tenggorok menjadi lemas.

Meskipun bukan kejadian langka, sebagian kasus mengorok dapat menyebabkan terhentinya napas yang disebut apnea (sleep apnea). Apnea dapat terjadi karena sumbatan pada saluran napas sangat berat sehingga tubuh bekerja keras untuk menghirup udara pernapasan ke dalam paru-paru. Bila berlangsung lebih dari 10 detik, napas akan terhenti dan dimulai lagi dengan pernapasan seperti tersedak. Dalam satu malam, penderita sleep apnea dapat mengalami hal ini beberapa kali hingga berpuluh-puluh kali. Akibatnya, bukannya bangun dengan segar, ia malah akan merasa lelah di pagi hari seolah habis bekerja keras.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengorok saat tidur. Hambatan masuknya udara saat tidur dapat membuat tubuh kekurangan oksigen dan mencetuskan gangguan pada irama jantung. Bahkan, orang yang mengalami apnea berisiko mengalami darah tinggi di kemudian hari.

Dilarang Tidur Terlentang

Untuk mengatasi sleep apnea dan kurangnya oksigen saat tidur, dokter biasanya akan menganjurkan penggunaan alat CPAP (Continuous positive airway pressure), yaitu alat berupa mesin lengkap dengan masker yang dipakai selama tidur. Alat ini dapat membantu mendorong udara pernapasan dan menjaga agar saluran napas tetap terbuka. Meski demikian, penggunaan CPAP memaksa penggunanya harus tidur terlentang karena takut terlepas saat tidur jika berubah posisi. Padahal, orang yang mengorok tidak dianjurkan untuk tidur terlentang.

Saat terlentang saluran napas di belakang tenggorok makin sempit akibat leher tertekuk. Untuk pendengkur, posisi tidur yang dianjurkan adalah berbaring miring atau terlentang dengan punggung dari pinggang ke atas ditinggikan. Posisi ini dapat mencegah saluran napas menutup. Perubahan posisi tidur merupakan salah satu terapi mendengkur yang lebih murah dan mudah dilakukan dibandingkan penggunaan CPAP, pembedahan, atau terapi sleep apnea lainnya.

Bantu Dengan Bantal Khusus

Untuk mencegah terjadinya mendengkur saat tidur, sekarang sudah ada beberapa bantal yang didesain khusus untuk menyangga tubuh atau kepala agar saluran napas tetap terbuka. Bantal ini dapat digunakan sendiri atau bersama dengan mesin CPAP. Bentuknya juga ada bermacam-macam. Bantal ini umumnya bertujuan untuk membantu agar penggunanya tetap tidur pada posisi miring. Namun, ada juga yang didesain untuk menyangga tubuh bagian atas selama tidur, terutama untuk orang yang menggunakan CPAP atau tidak bisa tidur selain pada posisi terlentang. Bantal ini terbuat dari busa padat sehingga dapat menyangga posisi tubuh agar tetap stabil.

Hal yang perlu diperhatikan saat memilih bantal penyangga adalah memastikan agar daerah leher tersangga dengan baik sehingga saluran napas tidak tertutup oleh lidah. Bantal juga harus dapat menjaga agar penggunanya tidak berpindah posisi dari miring ke terlentang secara tidak sadar saat tidur. Dan yang terpenting, bantal tersebut harus nyaman di kepala dan tidak menimbulkan tekanan pada bahu dan lengan.

Tidak Untuk Semua Orang

Meski mudah dan murah, tidak semua pendengkur dapat berhenti mendengkur dengan menggunakan bantal khusus. Jangan sampai sudah beli bantal tapi tidak ada manfaatnya. Untuk mengira-ngira apakah penggunaan bantal bisa membantu mengurangi dengkuran, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan.

Pertama adalah meminta pasangan untuk memperhatikan apakah Anda masih mendengkur saat tidur dalam posisi miring. Jika Anda tidak punya teman tidur, coba rekam dengan kamera atau perekam saat Anda tidur. Perhatikan juga apakah Anda merasa lebih baik setelah bangun dari tidur pada posisi miring. Jika ya, ini pertanda baik bahwa terapi posisi mungkin akan berhasil.

Kedua adalah menentukan jenis apnea yang dialami. Terapi posisi ini tidak akan bermanfaat bagi pasien yang menderita apnea jenis sentral atau campuran. Jenis apnea yang Anda alami dapat diketahui dengan melakukan studi tidur. Studi tidur bertujuan untuk merekam aktivitas tubuh selama kita tidur. Studi ini biasanya dilakukan oleh dokter dengan menganalisis rekaman Anda saat tidur di laboratorium khusus tidur. Bisa juga dilakukan di rumah dengan peralatan khusus. Dengan mengevaluasi rekaman tersebut, dokter dapat menentukan jenis gangguan tidur yang Anda derita.

Melalui studi tidur, dokter dapat menentukan derajat atau keparahan apnea yang Anda alami. Terapi posisi dengan bantal khusus hanya efektif untuk mereka yang mengalami sleep apnea ringan hingga sedang.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: