Bagaimana Mengatasi Infeksi Tulang

May 26, 2015

infeksi tulang

Tulang adalah bagian yang berperan penting dalam menyangga tubuh, memberikan bentuk badan yang baik dan memudahkan mobilitas kita. Tanpa tulang yang sehat dan kuat, kita tidak akan dapat berdiri, duduk dan bergerak dengan mudah dan leluasa. Hampir seluruh bentuk tubuh kita, terdiri dari tulang. Berbagai penyakit tulang dapat terjadi, salah satunya infeksi tulang.

Infeksi tulang adalah masuknya kuman dalam tubuh dan berkembang biak pada tulang. Istilahnya osteomielitis. Masuknya kuman ke tulang dapat terjadi secara langsung seperti misalnya pada patah tulang terbuka atau yang terjadi setelah operasi tulang, dapat pula terjadi akibat penyebaran kuman dari sumber infeksi di bagian tubuh yang lain dengan mengikuti peredaran darah.

Infeksi tersebut dapat timbul akut maupun kronik. Fase akut ditandai dengan demam atau gejala dan tanda setempat yang berkembang cepat. Pada anak-anak, infeksi tulang dapat timbul karena penyebaran infeksi di bagian tubuh lain, misalnya infeksi tenggorokan dan amandel (tonsilofaringitis), infeksi telinga (otitis media) dan infeksi kulit (impetigo). Bakteri dari bagian tubuh tersebut berpindah ke tulang melalui aliran darah. Bakteri yang berkembang biak dan jaringan yang mati membuat tempat yang sedang terinfeksi terasa nyeri.

Fase kronik terjadi karena fase akut yang tidak tertangani dengan baik. Osteomielitis kebal terhadap antibiotik karena sifat tulang yang tidak memiliki pembuluh darah, sehingga obat sulit sampai ke tempat terjadinya infeksi. Oleh karena itu, infeksi tulang sangat sulit ditangani, bahkan tindakan bedah dan pemberian antibiotik yang tepat pun tidak cukup untuk menjamin kesembuhannya.

Sekitar 50% ditemukan riwayat benturan atau cedera pada tulang. Infeksi tulang harus didiagnosa sedini mungkin, terutama pada anak-anak, sehingga pengobatan dengan antibiotik dapat segera diberikan. Perawatan pembedahan dapat segera dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi dan kerusakan seluruh tulang sehingga mengakibatkan kelumpuhan. Pada orang dewasa, infeksi tulang juga dapat terjadi melalui bakteri yang terbawa aliran darah akibat kontaminasi jaringan ketika cedera atau operasi.

Penyebab Infeksi Tulang

Penyebab utama infeksi tulang adalah bakteri Staphylococcus aureus haemoliticus sebanyak 90%, sedangkan pada anak-anak di bawah 4 tahun, 50% disebabkan oleh Haemophylus influenzae. Infeksi tulang dapat terjadi pada setiap orang namun ada beberapa hal yang meningkatkan reslko terjadinya infeksi tulang. Penurunan daya tahan tubuh baik akibat penyakit seperti AIDS, leukemia ataupun akibat dari kekurangan gizi merupakan faktor yang penting pada proses timbulnya infeksi tulang. Infeksi tulang akut yang terjadi akibat penyebaran kuman melalui darah (hematogenik) biasanya terjadi pada anak anak.

Gejala dan Tanda

Gejala dan tandanya tergantung perjalanan penyakit, dapat berkembang secara progresif atau cepat. Pada keadaan tersebut mungkin ditemukan infeksi bakteri pada kulit dan saluran napas bagian atas. Gejala lain dapat berupa nyeri yang menetap dan terdapat gangguan fungsi pada tempat infeksi. Setelah beberapa hari, dapat juga ditemukan pembengkakan pada daerah yang terkena infeksi.

Infeksi tulang hematogenik biasanya ditandai dengan adanya peradangan akut, kemerahan kulit bengkak yang nyeri dan menetap, serta biasanya mengenai bagian ujung tulang panjang (metafisis), disertai demam. Infeksi kronis pada orang dewasa biasanya ditandai dengan adanya bisul yang hilang timbul dan disertai keluarnya serpihan tulang melalui bisul tersebut. Pada anak yang sudah dapat bicara, dapat dikeluhkan nyeri yang sangat pada ujung tulang yang terkena sehingga anak tidak mau menggunakan anggota gerak tersebut.

Pemeriksaan

Pada pemeriksaan laboratorium infeksi tulang akut, akan didapatkan tanda-tanda infeksi akut seperti peningkatan jumlah sel darah putih, perubahan komposisi sel darah putih. Pada pemeriksaan radiologi tampak tulang lebih terang dan bila telah terjadi abses akan tampak penumpukan cairan di jaringan yang bersangkutan. Bila bisul telah pecah akan dijumpai adanya kuman pada pemeriksaan kultur nanah tersebut biasanya jenis Staphylococcus aureus.

Pengobatan dan Pencegahan

Penatalaksanaan meliputi perbaikan keadaan umum, mengurangi nyeri, antibiotik yang kuat untuk mematikan kumannya serta dilakukan evakuasi nanah dan jaringan yang mati pada tempat yang sakit dengan jalan operasi.

Pencegahan dapat diusahakan dengan menjaga status gizi yang baik, kebersihan badan yang terpelihara serta segera mengobati bila ada bagian lain dari tubuh yang mengalami infeksi. Bila penyakit dapat terdeteksi pada keadaan awal yang masih ringan dapat diharapkan untuk sembuh secara sempurna. Bila tidak, infeksi itu dapat menjadi kronis bahkan mengancam jiwa bila infeksi menyebar ke seluruh tubuh (infeksi sistemik).

 

 

loading...

Previous post:

Next post: