Asiklovir, Obat Cacar yang Sering Disalahgunakan

August 18, 2014

asiklovir

Pernah dengar obat asiklovir? Anda yang pernah terkena cacar air atau cacar ular mungkin mengenalnya. Ya, asiklovir adalah obat untuk kedua penyakit ini. Ia tersedia dalam bentuk tablet maupun salep, dan cukup ampuh untuk mempercepat penyembuhan lepuhan-lepuhan pada kulit akibat virus. Asiklovir adalah obat golongan anti virus, jadi digunakan untuk infeksi pada kulit yang disebabkan oleh virus. Namun, pada kenyataannya obat ini sering disalahgunakan sebagai obat gatal.

Supaya tidak salah, mari kita lihat apa itu asiklovir dan kegunaannya.

Hentikan Penyebaran Virus Dalam Tubuh

Menurut Dr. dr. Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI, asiklovir adalah obat antivirus yang bekerja memperlambat pertumbuhan dan menghentikan penyebaran virus herpes di dalam tubuh, sehingga tubuh dapat melawan infeksi virus tersebut. Asiklovir digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus herpes di antaranya cacar air, herpes genital, herpes di bibir, dan cacar ular atau herpes.

Pemberian asiklovir dapat mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan kulit yang melepuh. Obat ini juga dapat diberikan untuk mencegah berulangnya herpes genital pada orang yang sudah pernah mengalami herpes genital. Asiklovir harus diberikan segera setelah cacar atau herpes muncul, entah saat mulai timbul rasa gatal, lepuhan, ataupun rasa terbakar. “Perlu diingat, herpes dan cacar air adalah penyakit menular dan tetap dapat menular meskipun penderitanya sedang minum asiklovir. Karena itu, penderitanya harus tetap menjaga agar tidak bersentuhan dengan orang lain,” jelasnya. Hindari memegang daerah yang sakit dan menyentuh mata. Rajin mencuci tangan dapat mencegah kita menularkan virus kepada orang lain.

Harus Diminum Sesuai Aturan

Asiklovir yang diminum tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan suspensi (sirup) dengan dosis 100 mg, 200 mg, dan 400 mg. Selain untuk diminum, asiklovir juga tersedia dalam bentuk salep untuk dioleskan ke kulit yang sakit. Obat sebaiknya diminum dua hingga lima kali sehari selama 5 hingga 10 hari. Pemberian juga harus diakukan sedini mungkin, yaitu saat gejala baru muncul. Jika digunakan untuk mencegah kambuhnya herpes genital, asiklovir dapat diminum dua hingga lima kali sehari hingga selama 12 bulan.

Asiklovir umumnya diberikan pada orang dewasa dengan dosis 200 mg hingga 800 mg setiap 4 jam atau lima kali sehari. “Sama seperti antibiotik, asiklovir harus diminum hingga habis,” jelasnya. Malas minum obat atau berhenti minum obat karena merasa sudah sehat, dapat menyebabkan virus tidak benar-benar mati, kembali kambuh serta semakin sulit diobati.

Asiklovir dapat menimbulkan efek samping berupa reaksi alergi pada orang-orang tertentu. Efek samping lain yang mungkin terjadi di antaranya sakit pinggang, buang air kecil menjadi sekit atau tidak buang air kecil sama sekali, mudah memar atau berdarah, lemas, mual, muntah, nyeri kepala, diare, atau pembengkakan di kedua tangan atau kaki. Efek samping ini dapat terjadi akibat reaksi pada orang dengan kekebalan tubuh lemah dan penderita gangguan fungsi ginjal. Wanita hamil harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan asiklovir. Pada wanita menyusui, asiklovir dalam jumlah kecil memang dilaporkan terdapat pada air susu ibu, tetapi tidak menimbulkan efek pada bayi. Obat ini juga sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat-obat anti inflamasi nonsteroid.

Sering Salah Digunakan Sebagai Obat Gatal

Asiklovir bukanlah obat gatal. Di lapangan, tidak sedikit orang yang membeli dan menggunakan asiklovir tanpa mengetahui manfaatnya. Asiklovir sering disalahgunakan sebagai obat gatal-gatal, baik dalam bentuk salep maupun tabletnya. Bahkan, tidak jarang pasien hanya membeli asiklovir sebanyak 2 hingga 3 buah. Tindakan ini sangat tidak perlu dan tidak dibenarkan, karena tidak ada manfaatnya. Selain itu, penggunaan secara serampangan seperti ini dapat mencetuskan terjadinya resistensi.

Penyakit kulit ada banyak macamnya. Anda dulu mungkin pernah mengalami herpes dan sembuh karena dokter meresepkan asiklovir. Namun, ini tidak berarti setiap ada gatal atau bentol di kulit merupakan herpes. Agar dapat sembuh dengan baik, tentu diperlukan obat yang tepat.

Cacar air hanya terjadi sekali seumur hidup. Jika sudah pernah terkena cacar air, virus mungkin saja menyerang kembali dalam bentuk herpes. Herpes atau cacar ular hanya menyerang satu lokasi di satu sisi, tidak di seluruh tubuh. Biasanya herpes juga tidak melebar dan hanya bergerombol dl satu tempat. Herpes akan terasa perih seperti terbakar dan jarang kambuh. Jika kambuh, akan terjadi kembali di tempat yang sama. Jadi, jika Anda mengalami gatal atau kulit yang melepuh di tempat yang berbeda, maka kemungkinan besar itu bukanlah herpes. Sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebelum meminum obat.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: