Apakah Anak Perlu Hormon Pertumbuhan?

April 3, 2014

hormon pertumbuhan

Suatu hal yang wajar jika orang tua mengalami kegalauan karena pertumbuhan fisik anaknya tidak ‘normal’- dalam hal ini tinggi badan. Namun dibalik hal tersebut, satu hal yang jauh lebih penting adalah orang tua memastikan tidak ada gangguan perkembangan kecerdasan (mohon jangan hanya dimaknai sebagai ’akademik’). Kecerdasan meliputi banyak sekali hal, bukan hanya nilai matematika atau hafalan IPA. Kecerdasan anak meliputi bagaimana ia beradaptasi dengan lingkungannya, mengekspresikan perasaannya, mempunyai keterhubungan (bonding) dengan keluarga dan teman-temannya, Seharusnya ini yang menjadi perhatian para orang tua. Istilah ’kecerdasan’ sayangnya hanya dikaitkan dengan perkembangan otak kiri. Padahal sangat menyedihkan masa depan anak dengan keterlambatan tumbuh kembang otak kanannya. Ia tidak mampu melihat hidupnya sebagai keindahan, tidak juga mampu menyatakan kasih sayang dengan tepat.

Suatu artikel menarik pernah dirilis oleh The Washington Post pada tanggal 30 September 2003 ketika di bulan Juli tahun yang sama Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengijinkan Humatrope, merk Human Growth Hormone (hormon pertumbuhan manusia) yang dibuat secara bio-engineering. Di masa sebelumnya, hormon pertumbuhan hanya diberikan pada anak yang mempunyai kondisi medis, bukan sekadar faktor “kosmetik”: hanya masalah tinggi badan. Banyak pihak mengkhawatirkan penggunaannya akan disalahgunakan.

Journal of Pediatrics (May 2002;140:493-495, 507-515) pernah memuat tulisan bahwa pemberian hormon pertumbuhan pada anak sehat hanya karena masalah tinggi badan tidak memberi efek terhadap masalah kepercayaan diri atau pun kualitas hidup, meskipun pemberian dilanjutkan sampai 2 tahun. Lagipula, penambahan hanya beberapa inci ekstra saja (1-4 inci!) harus ’dibayar’ sangat mahal baik secara finansial (30.000 dolar Amerika setiap tahun – bila dijalankan sesuai prosedur dengan obat yang tepat) maupun trauma secara emosional. Anak harus mengalami proses penyuntikan dan pengambilan darah rutin berkala untuk pengecekan kadar hormonnya, untuk menghindari dosis berlebih atau goal pengobatan tidak tercapai.

Bagaimana tubuh menghasilkan hormon pertumbuhan yang normal dari tubuhnya sendiri?

1. Banyak orang mengira, latihan aerobik hanya untuk membentuk otot. Salah besar. Intensitas aerobik yang tinggi membuat tubuh melepaskan hormon pertumbuhan! Untuk ini, tubuh membutuhkan banyak energi yang berasal dari simpanan lemak tubuh. Berarti, hormon pertumbuhan adalah hormon pembakar lemak yang paling kuat! Apa yang mengontrol hormon ini? Eikosanoid anti-peradangan (=’eikosanoid yang baik’). Dari mana datangnya? Pola makan sehat seimbang! Lupakan paradigma yang sudah salah total. Kita tidak memberi anak kelebihan karbohidrat dan lemak yang akhirnya membuat ia tetap pendek, tapi jadi gemuk dengan risiko berbagai penyakit ketika tumbuh dewasa.

2. Ada masa ketika hormon pertumbuhan ini diproduksi selain dengan cara berolahraga, yaitu pada waktu tidur. Tahap tidur yang menentukan adalah sebelum bola mata bergerak cepat, dikenal sebagai “Rapid Eye Movement”. Semakin baik kualitas tidur, semakin banyak pelepasan hormon pertumbuhan. Pertanyaannya, bagaimana membuat tidur “yang berkualitas” itu? Makan malam dengan imbangan karbohidrat-lemak dan protein yang baik. Bila kita makan sesuatu kaya karbohidrat yang cepat dicerna jadi gula sebelum tidur, maka insulin akan meningkat dan justru insulin ini yang menghambat pengeluaran hormon pertumbuhan dari kelenjar di bagian otak belakang! Bukan hanya itu, pola makan yang salah sebelum tidur justru membuat kita bangun dengan perasaan tidak enak (seakan-akan masih capek dan ‘belum tidur’).

Anda mungkin pernah mendengar pesan: bahwa bagaimana orang dihargai bukan karena tinggi badannya, tapi seberapa tinggi amalnya. Pernah melihat Ibu Teresa dari Kalkuta, India ketika masuk dalam ruang konperensi besar di berbagai negara bahkan ketika beliau menerima hadiah Nobel? Seorang wanita yang kecil, pendek, bungkuk, namun cahaya wajahnya bersinar dengan cinta dan kebaikan, mampu membuat semua orang berdiri dan menyambut kehadirannya dengan tepuk tangan membahana. Inilah kecantikan sejati.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: