Apa itu Penyakit IBS?

February 22, 2014

penyakit ibs

Sudah seminggu ini Anda terserang diare yang hilang-timbul. Kadang-kadang dalam sehari Anda bisa bulak-balik ke toilet sampai 10 kali. Akibatnya, badan terasa lemas, pegal, dan sedikit ngilu. Anda dan masyarakat awam kerap mengiranya sebagai diare, namun bisa jadi, Anda menderita penyakit sindrom iritabilitas usus atau IBS (irritable bowel syndrome), yakni gangguan fungsional yang menyerang saluran pencernaan. Gejala penyakit IBS memang sering kali ditandai oleh serangan diare seperti yang Anda derita.

Apa Itu Sindrom Usus Iritable?

Sindrom usus iritabel (Iritable Bowel Syndrome) adalah gangguan umum pada saluran pencernaan. IBS bisa membuat cemas, nyeri dan kadang memalukan tetapi tidak mengancam jiwa. Tidak diketahui apa yang menyebabkan IBS, tetapi kondisi tersebut mencakup kejang otot yang abnormal pada dinding lambung atau usus. Dinding otot secara teratur mengalami kontraksi dan relaksasi untuk memindahkan makanan melalui saluran gastro-intestinal. Jika Anda mengalami IBS, kontraksi jauh lebih kuat dan berlangsung lebih lama sehingga memaksa makanan melewati saluran tersebut lebih cepat.

Mereka yang Beresiko

Anda lebih cenderung mengalami IBS jika Anda muda, wanita dan memiliki riwayat IBS dalam keluarga. Saat ini, para peneliti masih meneliti apakah riwayat keluarga berhubungan dengan pewarisan genetic, lingkungan bersama atau kombinasi keduanya.

Untungnya, IBS tidak menyebabkan inflamasi atau perubahan jaringan, tidak juga meningkatkan risiko kanker kolorektal. Sebagian besar orang menemukan bahwa tanda dan gejala membaik ketika mereka belajar mengendalikan kondisi melalui pengaturan diet, gaya hidup dan stress yang tepat.

Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala IBS bervariasi dan sering menyerupai tanda dan gejala penyakit lain. Tanda dan gejala yang paling umum mencakup nyeri atau kram perut, diare atau sembelit, kembung, gangguan pencernaan, gas dan mucus pada fases. Meskipun buang air besar untuk sementara mengurangi nyeri, Anda merasa seolah-olah tidak bisa mengosongkan usus secara sempurna. Fases Anda menjadi encer dan seperti pita, terikat dengan lender, atau berbentuk butiran-butiran yang keras dan kering.

Banyak orang mengalami tanda dan gejala IBS yang ringan, tetapi pada beberapa orang, masalah ini dapat melumpuhkan. IBS biasanya merupakan kondisi kronis walaupun ada waktu di saat tanda dan gejala memburuk dan waktu yang lain di saat tanda dan gejala membaik atau hilang secara menyeluruh.

Pemicu Penyakit

Belum jelas mengapa beberapa orang mengalami IBS akan sangat bereaksi terhadap rangsangan tertentu, sementara pada beberapa lainnya hanya sedikit berpengaruh. Pemicu IBS antara lain:

1. Makanan. Gejala dapat memburuk ketika Anda mengkonsumsi makanan tertentu, seperti: coklat, susu dan alkohol. Jika Anda mengalami kram dan kembung setelah makan produk susu, makanan berkafein atau permen bebas-gula, mungkin Anda bermasalah dengan laktosa, kafein atau sorbitol (bahan pemanis buatan).

2. Stress. Banyak orang mengalami IBS merasa bahwa gejala mereka memburuk atau menjadi lebih sering selama mereka stress, seperti: perubahan kegiatan rutin sehari-hari atau selama perselisihan keluarga. Namun, walaupun stress dapat memperburuk gejala, stress tidak menyebabkan gejala IBS.

3. Hormon. Karena wanita dua kali lebih mungkin mengalami IBS, peneliti percaya bahwa perubahan hormon berperan dalam kondisi ini. Banyak wanita merasa gejala mereka memburuk selama atau sekitar periode menstruasi.

4. Penyakit lain. Kadang penyakit lain, seperti: diare infeksi (gastro-enteritis) akut dapat memicu IBS.

Pengobatan di Rumah

Perubahan gaya hidup yang sederhana bisa mengurangi IBS.

Bereksperimen dengan serat. Meskipun serat membantu mengurangi sembelit, serat juga bisa menyebabkan gas dan kram memburuk. Pendekatan terbaik adalah meningkatkan konsumsi serat secara bertahap dalam diet selama beberapa minggu. Contoh makanan yang mengandung serat adalah gandum utuh, buah, sayuran dan buncis. Beberapa orang merasa lebih baik menggunakan suplemen serat yang menimbulkan lebih sedikit gas dan kembung. Pastikan untuk memasukkan suplemen secara bertahap dan minum banyak air setiap hari.

Hindari makanan yang bermasalah. Jika makanan tertentu membuat tanda dan gejala Anda memburuk, jangan meng-konsumsi makanan tersebut. Penyebab yang umum antara lain: alkohol, coklat, minuman berkafein seperti kopi dan soda, obat yang mengandung kafein, produk susu dan bahan pemanis bebas-gula seperti: sorbitol atau manitol. Hindari makanan yang menghasilkan gas yang juga dapat memicu gejala, seperti buncis, kembang kol, kubis dan brokoli. Hindari juga makanan berlemak.

Hati-hati dengan produk susu. Jika Anda intoleran terhadap laktosa, coba ganti susu dengan yoghurt atau gunakan produk enzim yang memecahkan laktosa. Mengkonsumsi produk susu dalam jumlah sedikit atau mengkombinasikan produk susu dengan makanan lain juga bisa membantu. Beberapa orang mungkin perlu menghilangkan produk susu secara menyeluruh.

Makan dengan teratur. Tidak melewatkan waktu makan dan makan pada waktu yang sama setiap hari membantu Anda tetap makan teratur. Jika Anda mengalami diare, makanlah sedikit dan sering. Jika Anda mengalami sembelit, mengkonsumsi makanan tinggi serat dapat membantu memindahkan makanan melewati usus.

Minum banyak cairan. Air adalah yang terbaik. Minuman berkafein atau bersoda bisa membuat gejala memburuk.

Olahraga teratur. Olahraga merangsang kontraksi usus yang normal dan mengurangi stress. Jika Anda tidak aktif, mulailah olahraga secara perlahan dan bertahap. Jika Anda mengalami masalah medis, periksa ke dokter sebelum memulai program olahraga.

Coba papermin. Dalam beberapa penelitian, gejala IBS membaik secara signifikan di antara orang-orang yang menggunakan kapsul papermin. Dalam penelitian yang lain, tidak ada manfaatnya. Papermin mengandung mentol yang diduga menyebabkan relaksasi otot lambung dan mempercepat penyaluran makanan melalui lambung.

Makanan yoghurt dan probiotik lain. Probiotik adalah makanan yang mengandung bakteri ‘baik’ yang sama dengan makanan yang biasa ditemukan dalam tubuh. bakteri baik membantu mempertahankan keseimbangan mikroorganisme dalam saluran usus. Probiotik meliputi yoghurt, miso, tempe, dan beberapa jus serta minuman kedelai. Probiotik tersedia dalam bentuk suplemen.

Kapan ke Dokter

Karena gejala IBS dapat menyerupai gejala masalah medis yang lebih serius, seperti: kanker, penyakit kandung empedu dan ulkus, maka segera kunjungi dokter jika tindakan perawatan sendiri tidak membantu dalam beberapa minggu. Anda mungkin memerlukan pemeriksaan jika hal berikut terjadi: serangan baru setelah usia 50 tahun, penurunan berat badan, perdarahan rectum, demam, mual atau muntah yang berulang, nyeri perut (terutama jika tidak berkurang sama sekali dengan buang air besar) dan diare menetap.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: