Apa Itu Mekonium Pada Bayi Baru Lahir?

October 24, 2014

mekonium

Deg-degan rasanya menunggu lahirnya si jabang bayi. Perut sudah buncit, tidur juga tidak enak. Siapa sangka, saat si buah hati yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, ternyata masih ada hal lain yang harus dinantikan. Apa itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah mekonium. Mekonium adalah paket spesial yang datang bersama bayi Anda yang lucu. Mekonium hadir saat bayi melakukan hal besar pertamanya di luar kandungan ibu, yaitu mengedan dan buang air besar.

Jangan tertipu, meskipun sedikit menjijikkan, hadirnya mekonium di tengah-tengah keluarga adalah hal penting untuk melengkapi kebahagiaan Anda. Mekonium yang hadir di saat yang tepat, yaitu setelah bayi berada di luar kandungan, merupakan tanda bahwa pencernaan bayi dalam keadaan sehat. Namun, ada kalanya mekonium tidak menampakkan batang hidungnya hingga beberapa hari setelah lahir. Ini perlu diwaspadai, lho. Apa saja penyebab mekonium tak kunjung mampir di popok si kecil?

Tanda Pencernaan Bayi yang Sehat

Mekonium adalah kotoran pertama bayi yang berwarna hijau dan sedikit kental. Meskipun tidak berbau layaknya kotoran orang dewasa, mekonium biasanya membuat ibu harus sedikit repot saat mencuci popok karena sifatnya yang lengket dan sulit dibersihkan. Apalagi, hal ini biasanya berlangsung hingga beberapa hari setelah melahirkan.

Walau merepotkan, hadirnya mekonium merupakan pertanda yang baik. Ini berarti bahwa pencernaan bayi dalam keadaan yang baik dan normal. Pengeluaran mekonium pertama normalnya harus terjadi dalam waktu 24 jam setelah lahir. Kegagalan pengeluaran mekonium oleh bayi yang lahir cukup bulan dalam waktu tersebut mungkin merupakan tanda adanya sumbatan pada usus. Pada bayi yang lahir prematur, pengeluaran mekonium pertama umumnya sedikit terlambat. Namun, jika tidak kunjung datang, dokter perlu mencurigai adanya kelainan dalam perut si kecil.

Bila ada sumbatan, si kecil bisa-bisa tidak kunjung buang air besar setelah lahir dan perutnya dapat tampak sangat membesar. Bayi dapat menolak diberi susu, bahkan memuntahkan cairan berwarna kekuningan atau kehijauan. Jika ini terjadi, Anda perlu segera membawanya ke rumah sakit. Jika diraba, dokter biasanya menemukan adanya pelebaran usus besar yang juga terlihat dari luar. Dalam hal ini, dokter harus melakukan pemeriksaan anus untuk mencari kemungkinan adanya atresia ani (kegagalan pembentukan anus) dan stenosis anus. Selain itu, dokter dapat melakukan rontgen dan beberapa pemeriksaan lain untuk mencari penyebab mengapa mekonium tidak dapat keluar.

Kemungkinan Penyebab

Saluran pencernaan manusia merupakan pipa yang sangat panjang. Penyebab kegagalan buang air besar pada bayi dapat berasal dari seluruh bagian saluran pencernaan ini. Pada usus halus, misalnya, kegagalan ini dapat disebabkan oleh atresia duodenum dan atresia jejunoileal (ada bagian usus yang tertutup), malrotasi dan volvulus (terpuntirnya usus), ileus mekonium, dan peritonitis mekonium (peradangan dinding usus). Sumbatan pada usus halus biasanya ditandai dengan muntah berwarna kekuningan, yang dapat disertai atau tidak disertai oleh perut yang membesar.

Sumbatan pada usus besar dapat disebabkan oleh penyakit Hirschsprung, malformasi anorektal (kelainan pembentukan rektum dan anus), dan sindrom sumbatan mekonium. Sedangkan pada ujung saluran pencernaan, dapat terjadi kelainan berupa kegagalan pembentukan anus.

Umumnya penyebab sumbatan mekonium dapat segera diketahui berdasarkan hasil wawancara terhadap orang tua, pemeriksaan fisik, diikuti pemeriksaan foto rontgen perut dengan dan tanpa pemberian bubur barium, manometri anus, dan biopsi rektum. Meski demikian, penanganan sumbatan ini dapat rumit, memerlukan waktu lama serta melibatkan sejumlah tindakan operasi.

Pengaruh Sembelit

Meski dapat disebabkan oleh kelainan pembentukan saluran pencernaan, tapi hambatan keluarnya mekonium banyak juga yang disebabkan oleh masalah sederhana, yaitu sembelit. Gangguan ini disebut dengan meconium plug syndrome. Pada gangguan ini, mekonium yang seharusnya kental malah menjadi padat, mengeras, dan bercokol di usus besar. Hal ini cukup sering terjadi, tapi penyebabnya belum diketahui.

Mekonium yang mengeras ini biasanya dapat terdorong dengan pemberian enema saat dilakukan pemeriksaan rontgen. Ada juga yang kemudian sukses buang air besar setelah anus dirangsang menggunakan termometer, colok dubur, atau dengan memasukkan larutan garam. Setelah saluran terbebas dari hambatan, si kecil pun dapat buang air besar dengan lancar dan normal. Meski demikian, si kecil perlu tetap diawasi. Jika sembelit sering terjadi, mungkin diperlukan pemeriksaan dan tindakan lanjutan, terutama jika si kecil ternyata mengalami penyakit Hirschsprung.

Selain pada usus besar, meconium plug dapat terjadi pada perbatasan antara usus halus dan usus besar atau ileum. Hal ini disebut dengan meconium ileus. Meconium ileus yang ringan dapat diatasi dengan pemberian cairan obat melalui anus dan cairan infus. Namun, jika tidak berhasil mungkin diperlukan pengeluaran melalui pembedahan dan irigasi. Ileus yang terlalu lama dan berat dapat menimbulkan komplikasi berupa atresia, perforasi, dan peritonitis, yang harus dioperasi dengan segera.

Kegagalan buang air besar pertama pada bayi dapat disebabkan pula oleh faktor non fisik. Penyakit seperti hipotiroidisme, hiperkalsemia, hipokalemmia, sepsis, dan penyakit jantung kongestif pada bayi juga dapat menjadi penyebab. Selain itu, ada juga kegagalan yang dipengaruhi oleh faktor dari ibu. Obat-obatan yang dikonsumsi ibu, seperti obat terlarang, magnesium sulfat dan obat penghambat ganglion dapat ikut memengaruhi bayi dan menghambat perjalanan mekonium.

Penanganan Bergantung Penyebab

Belum juga buang air besar? Ayo segera periksakan anak kesayangan Anda ke dokter. Lain penyebab, lain pula penanganannya. Karena itu, Anda perlu bersabar dan mencari tahu terlebih dahulu penyebab macetnya mekonium. Gangguan ini perlu disikapi dengan serius. Jika terlalu lama menunda, usus dapat semakin terdistensi. Apalagi jika si kecil tidak mau makan dan muntah terus menerus sehingga menimbulkan dehidrasi.

Kelainan berupa meconium ileus yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan komplikasi serius dan berbahaya. Misalnya kematian jaringan usus dan perforasi atau berlubangnya usus, yang berujung pada infeksi berat dan kematian.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: