Alergi Makanan Pada Bayi

March 5, 2014

alergi makanan pada bayi

Food allergy atau alergi makanan adalah suatu reaksi alergi yang terjadi pada tubuh terhadap suatu jenis makanan secara spesifik. Bayi anda juga dapat menunjukkan gejala food intolerance, namun food intolerance bukanlah alergi makanan, food intolerance hanya merupakan reaksi yang tidak menyenangkan pada tubuh yang terjadi setelah memakan makanan tertentu.

Tanda-tanda dan gejala dari alergi makanan maupun food intolerance:

  • Mulut atau wajah kelihatan membengkak.
  • Mulut atau tenggorokan terasa gatal.
  • Terdapat ruam-ruam atau timbul kram.
  • Mual-mual dan muntah.
  • Mata dan hidung berair (cairan yang dikeluarkan bening), bersin-bersin.
  • Batuk-batuk kronis.
  • Muncul lingkaran di bawah mata.
  • Demam kambuhan, dan infeksi telinga.
  • Ruam-ruam pada kulit seperti eczema atau bintik-bintik merah pada kulit.
  • Batuk malam dan hidung tersumbat pada pagi harinya.
  • Diare, sakit perut dan perut kembung.
  • Banyaknya gas dalam usus.
  • Kelelahan, munculnya masalah perilaku, sakit kepala.

Gejala-gejala di atas juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain selain dari alergi makanan, dan sebaiknya dipastikan dengan mengkonsultasikannya ke dokter.

Reaksi dari alergi makanan akan berbeda pada masing-masing anak. Dalam kasus ekstrim, seorang anak bisa mengalami kondisi yang dapat membahayakan bagi jiwa. Ini disebut dengan anaphylactic shock, yaitu kondisi berbahaya akibat reaksi hipersensitif dari sistem tubuh terhadap protein asing yang masuk. Salah satu tandanya adalah kesulitan bernafas. Keadaan ini memerlukan penanganan medis darurat.

Penyebab paling umum dari alergi makanan:

  • Susu sapi
  • Kacang kedelai
  • Putih telur
  • Gandum
  • Kerang
  • Kacang-kacangan, terutama kacang tanah
  • Buah-buahan sitrus
  • Tomat
  • Ragi
  • Buah-buahan jenis berry (strawberry, blueberry, dan sebagainya)
  • Coklat

Sebagai orangtua, ada dua hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi peluang anak anda dapat mengalami alergi makanan atau mengurangi tingkat gejala reaksi dari alergi yang dapat terjadi:

  • Tunggulah hingga bayi anda berusia setidaknya 6 bulan sebelum mulai mengenalkannya pada makanan padat (menyapih).
  • Berikan jarak 4 hari di antara selang waktu pemberian jenis-jenis makanan baru pada bayi anda.

Ketika mulai menyapih anak anda, anda harus terlebih dulu memastikan bahwa makanan yang akan anda perkenalkan kepadanya tidak akan menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan. Akan memerlukan waktu sekitar 3 sampai 4 hari untuk melihat apakah suatu makanan menimbulkan reaksi atau tidak pada anak. Maka dari itulah disarankan untuk memperkenalkan makanan satu per satu kepadanya dengan selang waktu pengenalan minimal 4 hari, barulah ia diperkenalkan dengan jenis makanan baru lainnya lagi. Dengan demikian anda akan dapat langsung mengetahui bila ada jenis makanan yang dapat menimbulkan reaksi dan dapat menghentikan pemberian makanan tersebut secepatnya.

Jika anda memberi makan bayi anda dengan mengkombinasikan beberapa jenis makanan sekaligus dalam waktu bersamaan, dan kemudian ia menunjukkan gejala reaksi terhadap salah satu dari bahan makanan tersebut, maka akan sulit bagi anda untuk mengetahui makanan yang manakah yang menjadi penyebab reaksi tersebut. Lalu anda harus mengetes makanan tersebut lagi satu persatu, dan ini bukanlan cara yang ideal terutama apabila reaksi yang ditunjukkan cukup parah dan akan sangat berat bagi anak anda untuk dibuat mengalaminya sekali lagi.

Lebih berhati-hatilah dalam mengenalkan jenis makanan seperti seafood, kacang tanah dan madu. Kacang dan seafood memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk dapat menimbulkan reaksi yang berat sedangkan madu dapat menjadi berbahaya bagi anak-anak di bawah usia satu tahun karena adanya ancaman keracunan oleh botulism.

Hal tersebut disebabkan karena sebelum usia bayi mencapai satu tahun, maka pencernaannya belum cukup matang untuk dapat mengatasi pertumbuhan Clostridium botulinum, sejenis bakteri yang dapat menyebabkan reaksi keracunan makanan dan sering ditemukan pada madu.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: