Alat Test Kehamilan Mandiri, Sudahkah Cukup?

April 14, 2015

test kehamilan

Ketika haid terlambat seminggu, timbul mual-mual, dan baju terasa sesak, wanita mana yang tidak berpikir, “Jangan-jangan saya hamil”. Jika hal ini terjadi, Anda tentu penasaran dan ingin memastikannya. “Waktu saya terlambat haid tiga hari, saya segera pergi ke apotek untuk membeli alat tes kehamilan dan mencobanya di rumah. Maklum, saya sudah tidak sabar ingin segera hamil. Ternyata hasilnya negatif,” kisah Ema, seorang karyawati yang masih pengantin baru. Namun, Ema menuturkan bahwa haidnya masih tak kunjung datang hingga dua minggu sesudahnya. Akhirnya, ia memeriksakan diri ke dokter kandungan dan diambil darah untuk diperiksa di laboratorium. “Ternyata hasil laboratorium menunjukkan kalau saya hamil,” ujar Ema sambil tersenyum sumringah.

Kehadiran alat tes kehamilan mandiri memang sangat membantu untuk memastikan gejala-gejala hamil yang timbul tanpa harus mengeluarkan biaya lebih ke dokter. Namun rupanya alat tes ini dapat memberikan hasil positif palsu ataupun negatif palsu. Mengapa demikian? Lalu apa beda antara tes kehamilan di dokter dan di rumah? Yuk, kita cari tahu untung ruginya.

Jangan Sampai Buang Uang

Alat tes kehamilan di rumah dapat memastikan kehamilan dengan mendeteksi kehadiran hormon hCG (Human Chorionic Gonadotropin) di dalam urine. hCG adalah hormon yang dibentuk oleh rahim wanita hamil yang masuk ke dalam darah serta urine.

Sejak kemunculannya, pemeriksaan kehamilan secara mandiri di rumah semakin populer. Selain lebih murah dibanding memeriksakan diri ke dokter, pemeriksaan ini juga dapat dilakukan dengan mudah secara private rumah Anda sendiri. Apalagi, alat ini praktis digunakan, mudah dicari, dan memberikan hasil dengan cepat. Bisa dikatakan, alat ini cocok untuk Anda yang ingin cepat-cepat menghilangkan rasa penasaran mengapa haid tak kunjung datang.

Karena dilakukan oleh diri Anda sendiri, mungkin timbul keraguan dalam diri Anda. Apakah hasil pemeriksaan dengan alat ini dapat dipercaya? Secara umum, alat ini memiliki tingkat akurasi hingga 97%. Meski demikian, Anda perlu tahu cara yang benar dalam menggunakan alat tes kehamilan mandiri. Banyak juga yang akhirnya tetap harus memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan dirinya hamil atau tidak.

Ini karena penggunaan yang kurang tepat dapat menunjukkan hasil negatif walaupun sebenarnya Anda memang hamil (negatif palsu), atau sebaliknya, hasilnya positif padahal Anda tidak sedang hamil (positif palsu). Kesalahan ini tentu dapat membuat Anda kecewa.

Alat tes mandiri memiliki sensitivitas yang lebih rendah dibanding pemeriksaan di dokter. Karena itu, jika haid baru telat dua atau tiga hari, tidak perlu terburu-buru melakukan pemeriksaan kehamilan. Pasalnya, pada awal kehamilan kadar hormon hCG di dalam darah dan urine masih sangat sedikit sehingga tidak terdeteksi oleh alat. Kadang-kadang, haid yang tidak teratur dan salah perhitungan juga dapat membuat tes menjadi sia-sia dan menimbulkan hasil negatif palsu. Jadi, kapan waktu yang tepat menggunakan alat pemeriksaan mandiri? Alat ini dianjurkan jika keterlambatan haid sudah lebih dari satu minggu. Bila hasilnya negatif, jangan kecewa dulu. Anda dianjurkan untuk mengulangi pemeriksaan beberapa hari kemudian. Caranya adalah dengan menggunakan urine saat Anda baru bangun tidur di pagi hari sebelum sarapan dan minum. Dengan demikian, diharapkan urine yang digunakan untuk pemeriksaan lebih pekat dan kandungan hormonnya lebih tinggi.

Setiap merk alat tes kehamilan memiliki tingkat akurasi yang berbeda. Cara pemeriksaannya juga dapat berbeda. Ada yang diletakkan pada aliran urine saat Anda buang air kecil, ada juga yang dicelupkan ke dalam botol berisi urine Anda.

Setelah itu, tunggu tanda indikator terlihat dalam waktu satu hingga dua menit. Agar tidak mendapat hasil yang salah, pastikan Anda membaca instruksi cara penggunaan terlebih dahulu. Jangan lupa juga untuk mengecek tanggal kedaluarsa tes kehamilan tersebut. Satu tips untuk Anda, biasanya ada barang, ada harga.

Tes Kehamilan di Dokter

Meski sudah melakukan tes sendiri di rumah, banyak wanita yang akhirnya tetap berakhir di ruang tunggu dokter kebidanan dan kandungan. Di Indonesia, tes kehamilan dimanfaatkan oleh wanita sebagai ‘penyaring’. Kalau memang positif, baru pergi ke dokter. Ada juga yang mendapat hasil negatif tetapi tetap ke dokter karena haid masih tidak kunjung datang. Kasus lainnya adalah, hasil pemeriksaan mandiri yang kurang jelas atau berubah-ubah.

Untuk memastikan hal ini, dokter dapat meminta pemeriksaan darah untuk mencari atau menentukan kadar hormon hCG di dalam darah. Kandungan hormon hCG di dalam darah lebih besar dibanding yang terdapat di dalam urine. Dengan demikian, hasil pemeriksaannya akan lebih akurat, mencapai 99%. Ada juga dokter yang melakukan pemeriksaan kehamilan dengan test strip urine. Meski sama seperti yang Anda gunakan di rumah, pemeriksaan oleh orang yang lebih ahli tentu akan memberikan hasil yang lebih baik.

Sayangnya, tidak semua orang punya waktu dan uang berlebih untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan. Hasil pemeriksaan juga memerlukan waktu lebih lama hingga sampai di tangan Anda.

Meskipun jarang terjadi, hasil yang salah juga dapat terjadi. Jika ada kecurigaan akan hal ini, dokter dapat melakukan pemeriksaan USG (ultrasonografi) untuk memastikan kehamilan dengan terlihatnya kantong kehamilan di dalam rahim.

Waspada Hasil Palsu

Baik pemeriksaan secara mandiri maupun pemeriksaan di dokter, dapat memberikan hasil yang palsu alias tidak akurat. Hasil positif palsu yang didapat melalui tes urine di rumah biasanya disebabkan oleh kerusakan pada strip tes. Meski demikian, saat ini alat tes umumnya sudah dilengkapi dengan indikator seandainya alat tidak bekerja dengan baik. Jika dibiarkan dalam waktu lama, hasil tes juga bisa tiba-tiba berubah menjadi positif akibat terendamnya alat tes di dalam urine.

Pemeriksaan hCG melalui urine dan darah juga dapat menimbulkan hasil positif palsu jika Anda sedang meminum obat yang mengandung hCG. Obat ini banyak digunakan untuk sebagai obat penyubur. Anda dapat menanyakan hal ini kepada penyedia layanan fertilitas yang memberikan obat kepada Anda. Bagaimana dengan hasil negatif palsu? Negatif palsu dapat terjadi akibat pemeriksaan kehamilan yang terlalu dini.

Baik pemeriksaan secara mandiri ataupun di dokter memiliki keunggulan dan kelemahan. Pertimbangkan faktor biaya, kenyamanan, dan waktu yang Anda miliki.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: