8 Informasi Keliru Tentang Minum Air

July 19, 2013

minum air

Air memuaskan rasa haus, membantu kita merasa kenyang, melawan kelesuan, dan membuat proses internal tubuh bekerja dengan lancar. Hati-hati dengan informasi tentang air yang bertebaran di sekitar kita. Inilah 8 fakta keliru tentang air yang perlu dicermati:

1. Setiap bangun pagi kita harus minum air sebanyak mungkin sekaligus untuk rehidrasi. Fakta: Minum air sekaligus dalam jumlah banyak tidak bijak untuk tubuh, karena akan membebani kinerja ginjal. Sebaiknya minum air 1-2 gelas saja setiap beberapa saat. Yang penting terpenuhi konsumsi 8 gelas per hari.

2. Jangan minum setelah makan karena air akan melarutkan enzim sehingga tidak bisa mencerna makanan yang masuk ke lambung. Fakta: Tidak ada aturan untuk minum sebelum atau setelah makan. Silakan saja minum kapan pun. Sebab, baik makanan maupun air, semua akan ditampung di lambung, kemudian masuk sedikit demi sedikit ke usus 12 jari. Enzim akan keluar di usus untuk mencerna makanan yang lewat sesuai dengan jenisnya (karbohidrat, protein, lemak). Jadi, teori bahwa air akan melarutkan enzim itu salah.

3. Agar fit saat olahraga, minumlah energy drinks dan bukan air. Fakta: Minuman berenergi semakin gencar diiklankan media, tetapi air tetap merupakan cairan terpenting bagi tubuh agar kita berstamina tinggi.
Air yang cukup akan berperan dalam tubuh untuk transportasi nutrisi dan energi serta menghilangkan panas selama olahraga. Minuman energi seharusnya mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, tetapi yang terjadi seringkali justru mengandung kafein. Artinya sama saja dengan minum kopi, membuat badan terasa segar, tapi bila dikonsumsi terlalu sering dapat meningkatkan tekanan darah.

4. Minum banyak air akan membuang racun dari tubuh. Fakta: Ginjal memang menggunakan air untuk menyingkirkan produk-produk limbah tertentu. Ginjal bertugas menyaring racun dari aliran darah. kemudian racun tersebut diekskresikan dalam bentuk urin. Jika Anda tidak minum cukup air, ginjal Anda tidak memiliki jumlah cairan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Tetapi, kalau kebanyakan minum air juga tidak baik karena akan membebani kerja ginjal. Untunglah, pada dasarnya kita jarang minum air dalam jumlah berlebihan,

5. Minum air tidak berpengaruh pada berat badan. Fakta: Minum air memang tidak secara khusus memicu penurunan berat badan. tetapi dapat membantu dalam prosesnya. Air memiliki kandungan kalori nol sehingga dapat menggantikan minuman padat kalori, dan menyebabkan Anda mengurangi jumlah kalori Anda secara keseluruhan. Air juga bisa membuat Anda merasa lebih kenyang sehingga Anda mungkin makan lebih sedikit pada setiap kali makan. Air, khususnya air sejuk, bahkan memainkan peran dalam meningkatkan metabolisme. Para peneliti di Jerman menemukan tingkat metabolisme (pembakaran kalori) orang-orang meningkat sebesar 30 persen setelah minum sekitar 500 ml air.

6. Semua orang harus minum banyak air. Fakta: Orang dengan kondisi kesehatan tertentu dapat mengalami risiko komplikasi jika minum terlalu banyak air. Orang dengan beberapa kondisi jantung, tekanan darah tinggi, atau pembengkakan kaki bawah (edema) perlu menghindari kelebihan air. Jika Anda punya masalah ginjal, terutama jika pernah melakukan transplantasi, konsultasikan dengan dokter sebelum meningkatkan asupan cairan Anda.

7. Air kemasan aman dikonsumsi sampai kapan pun. Fakta: Setiap benda yang dikemas, pasti memiliki masa kedaluwarsa. Jadi sebelum membeli air kemasan, pastikan Anda membaca tanggal kedaluwarsanya. Dan untuk mencegah pencemaran bakteri jahat, tutuplah botol rapat-rapat setelah digunakan, lalu simpan di kulkas.

8. Untuk mereduksi sampah plastik, botol air sebaiknya digunakan berulang-ulang. Fakta: Botol plastik dapat berisiko bila diminum isinya dan kemudian diisi ulang. Botol tersebut menyerap bahan kimia ke dalam air setelah digunakan beberapa kali. Jika tidak dibersihkan dengan benar, botol mungkin juga dipenuhi bakteri dari mulut Anda.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: