7 Manfaat Bersepeda

January 21, 2014

manfaat bersepeda

Seiring dengan perkembangan jaman, sepeda sudah bukan lagi sekedar olahraga semata namun telah menjadi tren gaya hidup baru orang-orang perkotaan saat ini, mengingat udara kota yang semakin kotor. Diuraikan Dr. Ade Tobing, SpKO dari FKUI/ RSCM, bersepeda merupakan salah satu olahraga jenis aerobik yang mudah dan bisa dilakukan semua kalangan. Selain menyenangkan bersepeda banyak memberikan manfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun, dikatakan Dr. Ade meskipun bersepeda nampak mudah, ternyata olahraga yang sering dimainkan anak-anak ini memerlukan trik khusus dalam melakukannya. Selain itu, bersepeda juga harus memperhatikan beberapa hal agar tak memberikan efek negatif bagi kita.

20 Menit Dengan Bersepeda

Bersepeda (aerobik tipe I) adalah jenis olahraga yang intensitasnya bisa diketahui kapan saja, yaitu dengan meraba denyut nadi. Bentuknya ada yang statis dan dinamis, membuat olahraga bersepeda aman dan mudah untuk siapa saja. Bahkan, bagi yang tidak bisa keluar ruangan, bersepeda statis bisa dilakukan di dalam ruangan.

Bersepeda dikatakan Dr. Ade se baiknya tidak dilakukan saat mengalami demam, terserang infeksi, terjadi radang sendi dan juga bagi yang memiliki penyakit yang tidak terkontrol (misalnya penyakit jantung, diabetes, hipertensi dan lain sebagainya yang tidak terkontrol).

Meskipun bersepeda baik untuk siapa saja, terutama bagi pemula ditegaskannya harus tetap dilakukan secara Baik, Benar, Terukur dan Teratur (BBTT). Baik yaitu dengan terlebih dulu melakukan pemanasan dan peregangan sehingga tubuh telah siap menerima beban yang lebih berat saat bersepeda. Selain itu otot dan sendi menjadi lebih lentur. Pemanasan dan peregangan inilah yang seringkali terabaikan, sehingga tak jarang membuat cedera. “Bahkan, serangan jantung mendadak juga bisa terjadi karena jantung dan paru tidak siap,” katanya. Bentuk pemanasan bisa dilakukan misalnya dengan berjalan pelan atau jalan di tempat secara ritmik. Sedangkan, stretching dilakukakan untuk beberapa gerakan dengan meregangkan otot dan sendi yang akan digunakan (khususnya tungkai bawah) tanpa mengabaikan peregangan otot leher, bahu, tungkai atas dan punggung juga.

Seperti olahraga lainnya, bersepeda sebaiknya dilakukan dengan benar, yaitu menyesuaikan intensitas atau kecepatan dengan kemampuan seseorang. Biasanya, dapat diukur dengan menghitung denyut nadi yang didasarkan pada sebuah rumus hitungan. Rumusnya 220-umur. Misalnya seorang yang berusia 20 tahun tanpa gangguan kesehatan, maka: 220-20 tahun=200. Bila tujuan bersepeda untuk memelihara serta meningkatkan kesehatan dan kebugaran maka nilai 200 tersebut dikalikan dengan 60-70% = 120-140 kali per menit atau 30-35 kali per 15 detik. Jadi saat Anda bersepeda, sebaiknya hentikan menambah kecepatan bila denyut nadi melewati 140 kali per menit atau 35 kali per 15 detik,” ujarnya.

“Bila cara di atas sulit, cara yang paling gampang adalah dengan melakukan talking test. Jika saat bersepeda masih bisa berbicara santai, bercerita, bersiul maka kecepatan sebaiknya ditambah tetapi bila sangat terengah-engah kecepatan diturunkan agar mendapatkan manfaat yang optimal.” Selain itu, bersepeda sebaiknya juga dilakukan secara teratur, 3-5 kali seminggu dengan durasi 20-60 menit.

Sehatnya Bersepeda

Olahraga yang banyak melibatkan otot tungkai bawah ini memiliki banyak manfaat, antara lain:

1. Melatih ketahanan jantung dan paru (cardiorespirasi).

Bersepeda akan melatih nafas kita lebih panjang. Jika dilakukan secara teratur, maka akan dapat memelihara serta meningkatkan ketahanan jantung paru. Keberhasilan ini dapat dilihat setelah 10-12 minggu berlatih teratur.

2. Melancarkan peredaran darah

Bersepeda secara teratur akan membuat otot jantung dan paru menjadi lebih kuat sehingga memperlancar peredaran darah dan oksigen.

3. Menguatkan otot-otot tungkai bawah

Mengayuh sepeda (beban tertentu) secara teratur akan membuat otot tungkai bawah semakin kuat, dan diharapkan tulang menjadi lebih padat.

5. Menstabilkan gula darah

Selain diet dan obat, pilar penanggulangan penyakit diabetes melitus yang lain adalah melakukan latihan fisik secara teratur dengan penjadwalan waktu yang tepat. Pada penderita diabetes, bersepeda secara teratur adalah salah satu cara untuk meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga dapat menstabilkan kadar gula darah. Dalam jangka panjang, latihan dapat menurunkan jumlah glukosa di dalam darah.

6. Membakar lemak

Pada dasarnya, semua aktifitas fisik dan latihan fisik bisa membakar lemak. Pembakaran lemak sebagai energi tidak terjadi serta merta, namun energi yang dipakai saat berolahraga lebih dulu diperoleh dari karbohidrat sebelum berikutnya energi diperoleh dari pembakaran lemak. Bagi yang sudah terlatih, bersepeda selama kurang lebih 60 menit bisa membakar sekitar 260 – 300 kalori. Namun, tetap bergantung dari berat badan dan intensitas latihan.

6. Bersepeda dengan hipertensi

Prinsip utamanya, saat jantung dan paru bugar maka perederan darah akan lancar sehingga bisa melatih kestabilan tekanan darah. Namun, sebaiknya beban diatur tidak terlalu berat untuk menghindari tekanan darah yang semakin tinggi dan blackout. Beberapa penelitian pada penderita hipertensi ringan menyatakan bahwa latihan endurance yang teratur (termasuk bersepeda) dapat menurunkan tekanan sistolik maupun diastolik. Bila hipertensi sudah berat, sebaiknya harus dikontrol secara teratur dulu dengan meminum obat yang diberikan oleh dokter.

7. Menghilangkan stress

Bersepeda merupakan jenis olahraga yang santai dan menyenangkan. Umumnya saat berolahraga maka tubuh akan menghasilkan hormon endorfin sebagai respon fisiologis. Efek positif dari endorfin pada suasana hati dapat menimbulkan rasa senang (euforia).

Aman dan Optimal Dengan Bersepeda

Agar bersepeda bisa menjadi olahraga yang benar-benar dan bermanfaat secara efektif, berikut tipsnya:

  • Pilih tempat yang minim polusi atau gunakan masker saat melalui tempat polusi.
  • Perhatikan cara bersepeda dengan baik, yaitu postur tubuh tegak sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.
  • Kenakan peralatan dengan baik, yaitu: helm, baju/ celana olahraga (kaos) dan sepatu olahraga.
  • Minumlah air putih sejuk, sebelum melakukannya. Jika lebih dari satu jam, tambahkan gula dan sedikit garam pada air minum Anda sebagai elektrolit pengganti cairan tubuh yang hilang melalui keringat.
  • Hindari makan besar 2-3 jam sebelum bersepeda.
  • Pakai kacamata sebagai berlindung jika sedang terik.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: