7 Bumbu Dapur Berkhasiat

March 22, 2014

bumbu dapur

Meskipun penggunaannya dalam jumlah kecil, bumbu dapur memberikan asupan mineral dan vitamin yang cukup berarti bagi tubuh. Tidak hanya itu, bumbu dapur juga memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan.

Fungsi bumbu dapur di dalam masakan adalah meningkatkan cita rasa agar tercipta hidangan yang lebih lezat dari sisi rasa dan aroma. Negara Indonesia sangat beruntung karena diwarisi kekayaan kuliner yang sarat bumbu dan rempah. Beragam bumbu segar dan kering banyak ditambahkan untuk memperkaya citarasa masakan nusantara.

Mengolah masakan dengan menambahkan bumbu memberi banyak keuntungan. Selain masakan lebih sedap hidangan juga lebih kaya gizi karena di dalam bumbu masakan terdapat beragam mineral, vitamin, dan fitonutrien yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Berikut ragam bumbu berkhasiat.

Asam Jawa (Tamarindus Indica Linn)

Pakar ilmu pangan dan gizi, Prof.Dr.Ir. Made Astawan, Ms memaparkan beragam manfaat rempah dan bumbu dapur berkhasiat. Salah satunya adalah asam jawa. Menurut Prof. Made, di dalam asam jawa terdapat beragam jenis asam, diantaranya asam tartarat, asam malat, asam sitrat, asam suksinat, asam asetat, asam askorbat, dan asam laktat. Kadar asam di dalam asam jawa mencapai 12,3 – 23,8 %. Kandungan asam ini beramanfaat untuk melancarkan buang air besar dan melancarkan peredaran darah.

Asam jawa diyakini mengandung komponen bioaktif bersifat antioksidan. Komponen bioaktif di dalam asam jawa juga dapat berinteraksi dengan reaksi-reaksi fisiologis, sehingga memiliki kapasitas sebagai antimikroba, dan anti sel kanker. Meskipun berkhasiat, asam jawa kurang disarankan bagi penderita ganguan asam lambung, tipus, dan maag. Buah asam kaya akan vitamin C, provitamin A, mineral kalsium, potasium dan fosfor. Buah ini membantu menghilangkan dahak, batuk dan mengatasi ganguan konstipasi dalam saluran pencernaan.

Setiap 100 g asam jawa mengandung energi 266 kkal, protein 2.8 g, lemak 0.5 g, karbohidrat 62.5 g, kalsium 74 mg, fosfor 113 mg, besi 0.6 mg, retinol 9 mcg dan asam askorbat 2 mg. Selain zat gizi ini asam jawa juga mengandung pektin, serat, ellagic acid dan khlorogenic acid.

Belimbing Wuluh (Averhoa Bilimbi L)

Banyak masakan Indonesia yang menggunakan belimbing wuluh sebagai bumbunya. Seperti sayur asam, sup ikan asam pedas, atau acar ikan. Buah berbentuk lonjong sebesar ibu jari dan rasanya sangat asam. Komposisi zat gizi terbesar adalah air, nutrisi penting lainya adalah vitamin C, vitamin A dan mineral seperti kalsum, zat besi, fosfor dan seng. Flavon dalam belimbing berkhasiat sebagai anti radang. Sedangkan kaliumnya mempunyai sifat diuretik yaitu melancarkan pembuangan air seni sehingga membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Rasa asam belimbing wuluh disebabkan kandungan asam kalium akolat yang bermanfaat baik bagi kesehatan.

Manfaat belimbing wuluh antara lain untuk mengendalikan diabetes, diabetes, rematik, gondongan, jerawat dan mencegah sariawan. Buah ini sangat asam, sebaiknya tidak dikonsumsi penderita maag.

Daun Mint (Mentha Cordifolia)

Daun mint memiliki aroma wangi dan citarasa yang dingin menyegarkan. Aroma dan citarasa ini diakibatkan oleh kandungan minyak asiri berupa minyak menthol. Nutrisi yang terkandung dalam daun mint diantaranya kalsium, besi, fosfor, potsium, provitamin A, dan vitamin C. Serat, klorofil, dan fitonutrien juga banyak terkandung di dalam daun mint. Daun mint bermanfaat untuk meredakan sakit kepala, mengatasi demam, memulihkan stamina, menjaga kesehatan mata dan memiliki sifat antioksidan.

Daun Seledri (Apium Graveolens)

Sayuran beraroma wangi yang kas ini memiliki segudang manfaat. Menurut Prof Made, batang dan daun sledri berkhasiat menurunkan tekanan darah karena daun ini kaya akan kalium dan magnesium, cocok dikonsumsi bagi penderita hipertensi. Seledri juga disinyalir dapat mencegah kanker. Potensi ini disebabkan karena kandungan coumarins yang dapat mencegah terbentuknya radikal bebas. Coumarins juga dapat meningkatkan aktivitas sel darah putih dan imunitas tubuh. Manfaat seledri tidak berhenti sampai disini, mengonsumsi seledri dapat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik), seledri juga mempunyai efek menenangkan (sedatif) dan mendongkrak gairah seksual (afrodisak)

Komposisi zat gizi yang terkandung dalam seledri adalah karbohidrat, protein, lemak, kalsium, besi, kalium, fosfor, magnesium, serat, vitamain C, vitamin A, riboflavin, tiamin dan nikotinamid. Selain kandungan gizi tersebut, seledri juga mengandung senyawa aktif seperti saponin, tanin, minyak asiri, apigenin, lipase, kolin dan asparagine.

Jahe (Zingiber Officinaes)

Jahe mempunyai cita rasa yang khas. Rasanya pedas menghangatkan tubuh, sedangkan aromanya harum segar khas jahe. Tak cuma itu, jahe ternyata mengandung beragam nutrisi esensial yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Setiap 100 g jahe mengandung energi 55 kkal, protein 1.5 g, lemak 1.0 g, karbohidrat 10.1 g, kalsium 21 mg, fosfor 39 mg, zat besi 1.6 mg, retinol 9 mcg, thiamine 0.02 dan asam askorbat 4 mg.

Di dalam jahe terkandung zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh. Jahe mengandung dua enzim pencernaan yaitu lipase pemecah lemak dan protease yang memecah protein. Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna makanan sehingga proses metabolisme tubuh menjadi berjalan dengan baik. Jahe juga mampu menyegarkan tubuh, ini disebabkan jahe mampu merangsang pelepasan hormon adrenalin, memperlebar pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih lancer. Manfaatnya tekanan darah menurun dan kerja jantung menjadi lebih ringan. Jahe juga mampu melawan influenza, meredakan sakit kepala, rematik dan migren. Jahe memberikan rasa nyaman dan mengeluarkan angina sehingga baik untuk penderita perut kembung. Prof Made juga menambahkan, jika jahe dapat bermanfaat sebagai penghangat badan, penambah selera makan, mengurangi kembung, dan melegakan tenggorokan.

Kayu Manis (Cinnamomum Zeylanicum)

Kayu manis mengandung senyawa-senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Manfaat kayu manis diantaranya mengatasi masuk angin, mencegah flu, mengatasi mual dan muntah, memperlancar pencernaan, mencegah rematik, anti diare serta memulihkan rasa letih. Di samping itu kayu manis juga memiliki potensi sebagai antioksidan alami, dimana antioksidan berkhasiat menjaga tubuh dari penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes dan penyakit jantung koroner.

Kunyit (Curcuma Domestica Val)

Prof Made memaparkan manfaat bumbu masak kunyit yang sangat beragam. Menurut Prof Made, di dalam dua sendok teh bubuk kunyit mengandung 0.36 mg manganyang dapat memenuhi kebutuhan zat gizi mangan 18 % dari kebutuhan mangan harian. Mangan adalah salah satu zat yang sangat diperlukan tubuh, yaitu sebagai pengantar dalam proses metabolisme karbohidrat dan lemak. Mangan juga berperan dalam pembentukan jaringan ikat dan tulang.

Selain mangan, kunyit juga kaya akan zat besi. Setiap 2 sendok teh bubuk kunyit dapat memenuhi kebutuhan zat besi tubuh sebanyak 10.4 %. Kandungan zat lain di dalam rimpang kunyit adalah minyak atsiri sebanyak 6% yang terdiri dari golongan senyawa monoterpen dan sesquiterpen (meliputi alfa dan beta-turmerone dan zingiberen), zat warna kuning yang disebut kurkuminoid sebanyak 5% (meliputi kurkumin 50-60%, monodesmetoksikurkumin dan bidesmetoksikurkumin).

Di dalam kunyit terkandung senyawa kurkumin yang dapat merangsang dinding kantung empedu sehingga proses pencernaan dapat bekerja dengan optimal. Kurkumin juga dapat mencegah terbentuknya radikal bebas yang membahayakan sel DNA serta dapat menghancurkan mutasi sel kanker. Manfaat kurkumin tidak berhenti hingga di sini, zat ini juga dipercaya dapat melawan penyakit Alzheimer yang menggangu fungsi otak, bersifat tonikum yang menyegarkan tubuh, dan meningkatkan stamina tubuh.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: