6 Manfaat Daun Salam Untuk Kesehatan dan Pengobatan

September 26, 2015

manfaat daun salam

Siapa tidak mengenal daun salam? Tanaman yang satu ini memang merupakan salah satu primadona kaum ibu yang sering menggunakannya sebagai bumbu penyedap di berbagai masakan. Manfaat daun salam ternyata tidak sebatas di dunia kuliner, daun salam juga memiliki berbagai manfaat kesehatan, sehingga tidak salah jika daun yang satu ini juga banyak dicari untuk dijadikan bahan dalam pengobatan herbal.

Jangan heran saat kita mendapatkan bumbu penyedap berupa daun dalam suatu masakan atau hidangan yang disajikan. Penambahan daun ini memang merupakan hal yang biasa dilakukan di Indonesia yang kaya akan beragam kuliner berbumbu daun salam. Sebut saja nasi uduk, sayur asem, hingga berbagai hidangan laut serta masakan berbahan dasar daging dan ayam. Ya, daun salam memang merupakan salah satu penyedap yang dekat dengan keseharian kita. Namun sebenarnya apakah daun salam itu?

Daun salam yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama ‘bay leaf’ ini merupakan salah satu bagian dari tanaman aromatik yang memiliki aroma khas dan biasa digunakan dalam masakan. Terdapat berbagai macam jenis daun salam di seluruh dunia dengan aroma khas yang berbeda-beda. Daun salam biasa digunakan dalam bentuk segar maupun kering. Daun salam yang masih segar memiliki rasa yang tajam serta rasa sedikit pahit, namun sebagaimana jenis penyedap lainnya yang memang digunakan berdasarkan aromanya, rasa pahit ini biasanya tertutupi oleh aroma yang diberikan daun salam. Selain itu rasa pahit daun salam juga biasa disamarkan dengan pemberian bumbu lain pada masakan. Daun salam biasanya diremas atau dihancurkan terlebih dahulu sebelum digunakan dalam masakan. Hal ini dimaksudkan untuk mengeluarkan aroma rempahnya dan setelah masakan matang, biasanya daun salam tidak ikut dimakan tapi segera dibuang sebelum dihidangkan.

Orang Romawi dan Yunani kuno sering menggunakan daun salam (laurel) sebagai mahkota untuk dikenakan oleh para raja, pahlawan perang serta para peserta olimpiade karena mereka menganggap bahwa daun salam merupakan simbol kebijakan, kedamaian, serta perlindungan. Daun salam bahkan dahulu dikenal sebagai penyedap yang digunakan sebagai mahkota oleh Julius Caesar. Daun rempah ini kemudian menyebar hingga ke daerah Eropa dimana orang menggunakannya sebagai penyedap dalam beragam hidangan seperti sup, masakan daging, masakan laut, masakan sayuran, serta saus. Daun salam juga banyak digunakan dalam masakan Perancis serta beberapa hidangan Arab terutama yang berbahan dasar daging karena aromanya dapat menghilangkan bau amis dan menyengat pada daging tersebut.

Orang India dan Pakistan biasanya menggunakan daun salam India (Indian bay leaf) yang memiliki aroma berbeda dengan daun salam yang biasa kita kenal. Mereka biasa menggunakan daun tersebut dalam kuliner khasnya yaitu nasi biryani dan masala. Daun salam juga cukup terkenal di Filipina yang menggunakan daun salam dalam satu hidangan khas bernama Adobo. Di Indonesia sendiri daun salam sering digunakan di berbagai kuliner nusantara terutama di daerah Sumatera, Jawa, dan Bali.

Manfaat Daun Salam Untuk Kesehatan dan Pengobatan

Daun salam secara empiris sudah digunakan sebagian masyarakat kita untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti kadar asam urat tinggi, hipertensi, sakit maag, diare, dan lain-lain. Banyaknya pemanfaatan di masyarakat membuat banyak kalangan tertarik untuk menelitinya. Dan ternyata, beberapa penelitian membuktikan adanya khasiat daun salam tersebut.

Berikut adalah 6 manfaat daun salam untuk kesehatan dan pengobatan:

1. Daun Salam Untuk Obat Hipertensi

Manfaat daun salam yang cukup populer di masyarakat adalah kemampuannya dalam mengatasi hipertensi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian daun salam, memang ada pengaruhnya untuk menurunkan tekanan darah. Antara lain penelitian yang dilakukan Vania Aprilia Saputra untuk tesisnya di Universitas Kristen Maranatha (2012). Penelitian dilakukan pada subyek laki-laki dewasa yang diberi air rebusan daun salam. Pada penelitian tersebut, rata-rata tekanan darah sesudah meminum air rebusan daun salam 105.20/71.80 mmHg, lebih rendah daripada sebelum meminumnya yaitu 118.83/77.93 mmHg. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa bahwa air rebusan daun salam mampu menurunkan tekanan darah sistol dan diastol pada laki-laki dewasa subyek penelitian.

2. Daun Salam Untuk Asam Urat

Salah satu manfaat daun salam yang cukup penting adalah untuk mengobati asam urat. Asam urat atau gout adalah penyakit yang berkembang dari hiperurisemia, sebuah kondisi terjadinya gangguan eliminasi asam urat melalui ginjal sehingga sekresi asam urat ke dalam tubuh ginjal menurun. Sebuah penelitian dilakukan oleh AF Sinaga dkk dari Universitas Sam Ratulangi Manado (2014) dilakukan untuk mengetahui efek menggunakan ekstrak etanol daun salam pada tikus. Dalam penelitian tersebut terdapat 3 kelompok perlakuan dan dosis yang berbeda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ekstrak daun salam memberikan efek terhadap penurunan kadar asam urat darah pada tikus.

3. Efek Antibakteri Daun Salam

Beberapa penelitian juga menunjukkan daun salam memiliki manfaat sebagai antibakteri dan antijamur. Penelitian akan efek antibakteri ekstrak daun salam dilakukan antara lain oleh Beni Warman dari FMIPA Universitas Andalas dan Retno Sudewi dari Universitas Gadjah Mada. Mereka berdua, dalam penelitian terpisah, menyimpulkan hal yang sama bahwa ekstrak daun salam dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang tidak menguntungkan, seperti bakteri Escherichia coli. Dengan efek antibakteri yang dimilikinya, daun salam bisa membantu mengatasi serangan diare.

4. Daun Salam Untuk Anti Diare

Daun salam dikenal juga di masyarakat sebagai obat tradisional untuk mengatasi diare. Pada sebuah penelitian terhadap hewan uji dengan membagi 6 kelompok perlakuan untuk melihat frekuensi diare setelah meminum sirup daun salam. Hasilnya adalah pemberian obat minum daun salam dari ketiga dosis yang diberikan memperlihatkan adanya efek antidiare.

5. Daun Salam Untuk Diabetes

Manfaat daun salam lainnya yang tak kalah penting adalah untuk mengobati diabetes. Daun salam juga kerap digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Beberapa penelitian praklinik telah dilakukan untuk menguji penggunaan daun salam sebagai obat penurun kadar gula darah. Sepeti yang dilakukan oleh Herra Studiawan dan Mulja Hadi Santosa dari Universitas Airlangga Surabaya (2005). Mereka meneliti aktivitas penurun kadar gula darah ekstrak daun salam pada hewan uji yang telah diinduksi dengan alloksan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan ekstrak etanol daun salam secara signifikan dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit jantan yang diinduksi dengan aloksan.

6. Daun Salam Untuk Hiperkolesterol

Penelitian mengenai efek daun salam untuk menurunkan kadar kolesterol juga mulai banyak dilakukan. Antara lain penelitian yang dilakukan Pranasista Ladjuk dari Universitas Udayana, Bali (2012). Penelitian tersebut dilakukan untuk tesis yang diberi judul Ekstrak Daun Salam (Eugenia polyantha) Lebih Efektif Menurunkan Kadar Kolesterol Total & LDL Dibandingkan Statin Pada Penderita Dislipidemia.

Dari penelitian tersebut, peneliti menyebutkan bahwa masyarakat dapat menggunakan daun salam sebagai alternatif baru dalam menurunkan kolesterol dan LDL. Namun diperlukan penelitian lanjutan untuk menentukan dosis yang optimal. Begitu juga jika ingin menggunakan ekstrak daun salam dalam jangka waktu panjang, diperlukan penelitian mengenai ada tidaknya efek samping.

Demikian artikel manfaat daun salam untuk kesehatan, semoga menambah khazanah pengetahuan anda.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: