5 Tips Makan di Luar

July 29, 2013

tips makan

Ketika jam kerja sibuk dan letak kantor jauh dan rumah, mudah saja bagi kita terjebak pada kebiasaan makan di luar —karena lebih praktis dan mudah. Selama menu yang dipilih memenuhi syarat makan sehat, makan di luar sebetulnya tidak jadi masalah. Akan tetapi, karena kita tidak bisa mengontrol apa yang terkandung dalam makanan di restoran, makanan buatan rumah tetap saja menjadi pilihan terbaik untuk hidup sehat. Selain itu, kita biasanya cenderung memilih restoran cepat saji karena harganya lebih terjangkau dan penyajiannya lebih cepat dibanding “restoran sehat”.

Oleh sebab itu. menguasai jurus pintar memilih makanan di luar rumah adalah keharusan. Kita tidak perlu menghindari makan di luar sama sekali, tetapi sebaiknya lebih bijak dalam memilih menu. Inilah jurusnya:

1. Siapkan bekal dari rumah.

Salah satu keuntungan menyiapkan sendiri bekal makan dari rumah adalah kita bisa mengontrol makanan yang akan kita makan, baik dari segi jenis, jumlah. maupun kandungan nutrisinya. Pastikan yang kita makan higienis serta bebas dari bahan atau bumbu yang tidak sehat. Mungkin kita berpikir, “Ah repot kalau harus menyiapkan bekal setiap hari.” Kenyataannya, asalkan ada niat, banyak sekali pilihan menu sehat yang cepat dan mudah dibuat untuk dijadikan bekal makan siang.

“Setiap hari saya membawa bekal nasi merah dalam kotak kecil yang praktis termasuk 1 boks buah-buah untuk camilan. Rasanya nyaman kalau bekai itu sudah ada dalam tas saya. Teman saya pernah bertanya, ‘Kok ribet banget sih?’ Saya jawab, ‘Saya justru tersiksa kalau tidak bawa bekal.” — Erwin Parengkuan

2. Cerdas memilih tempat makan.

Daripada restoran fast food, pilihlah restoran full service yang menyajikan menu sehat yang terdiri atas banyak sayuran dan buah-buahan segar. Sekarang bahkan teiah banyak bermunculan restoran yang berlabel “sehat”, greer, atau “aman untuk penderita diabetes”. Ada juga restoran yang sadar kesehatan dengan menyajikan nilai kalori pada setiap menu yang disajikannya. Restoran seperti ini umumnya memang mahal dari segi harga. Akan tetapi, kesehatan kita jauh lebih berharga dari uang.

“Erwin dan saya sangat membatasi makan di restoran fast food. Mungkin tidak sampai sebulan sekali kami makan di sana bersama anak-anak. Kalaupun makan di restoran. kami akan memesan dengan banyak permintaan. selebihnya kami membuat sendiri makanan di rumah karena lebih terjamin kesehatannya.” — Jana Parengkuan

3. Selektif memilih menu.

Tidak apa-apa sedikit rewel kepada pramusaji restoran. Mereka toh diminta memberi layanan prima kepada pelanggan, bukan? Misalnya: (1) Saat memesan soto, mintalah yang bening dan tidak memakai jeroan. (2) Bila ada menu masakan berminyak, mintalah minyaknya dikurangi atau tanpa minyak sama sekali. Katakan tidak pada minyak yang dipakai berulang-ulang. Camilan gorengan atau ikan/ayam goreng dapat dipastikan menggunakan minyak yang dipakai berulang untuk menghemat biaya produksi penjualan. Jadi, lebih aman memilih menu yang dipepes atau dikukus. Boleh yang dibakar asalkan tidak gosong karena dapat menyebabkan kanker. (3) Saat memesan jus, mintalah agar diblender, dibuat tanpa gula, dan tidak dibuang serat/ampasnya. (4) Bila restoran menyediakan menu paket makan plus minum, pilih air mineral untuk mengganti minuman manis seperti teh dalam botol atau minuman bersoda. (5) Pilih ukuran porsi terkecil dari makanan yang tinggi lemak dan garam seperti keripik kentang, ayam goreng. daging berlemak, dan keju. Sebaliknya, mintalah porsi ekstra salad dan sayuran. (6) Mintalah siomay atau gado-gado dengan saus terpisah sehingga Anda dapat menambahkan sendiri. (7) Perbanyak memesan sup atau salad untuk makanan pembuka sehingga cepat kenyang. (8) Pesanlah satu jenis makanan dulu, kalau masih lapar barulah memesan makanan lain. Ini mencegah makan berlebihan.

“Saya termasuk ororg yang rewel kalau menyangkut soal makan di luar. Semua harus sehat. Tetapi kalau ada niat dan informasi yang cukup tentang manfaat makanan untuk tubuh kita, tidak suiit melakukannya.” — Erwin Parengkuan

4. Hindari makanan cepat saji.

Fast food umumnya mengandung lemak jenuh tinggi, garam, dan kalori, tetapi rendah serat, vitamin dan mineral. Memakannya secara teratur dapat berkontribusi terhadap resiko penyakit jantung, obesitas, dan tekanan darah tinggi. Bila Anda terpaksa membeli fast food dari restoran, pilihlah jenis makanan berikut: (1) Ayam goreng (fried chicken), pilih bagian dada dan mintalah dibuang kulitnya. (2) Masakan Padang, buang kuah yang berminyak, kulit ayam, bumbu yang berlebihan dan makanan bersantan. Perbanyak makan buah dan sayur sebelum menyantap santan berlemak. (3) Burger atau sandwich, pilih yang terbuat dari roti gandum (kalau tidak ada, roti bagian bawah tidak usah dimakan), perbanyak isi salad/sayuran, ganti daging atau telur goreng dengan dada ayam tanpa kulit, kurangi atau hindari mayones. (4) Pizza, pesanlah dengan topping sehat yaitu topping sayuran. (5) Salad, pilih dengan dressing sehat yaitu dengan minyak zaitun bukan saus Thousand Island. (6) Sup, pilih sup berkuah bening dan bukan sup krim. (7) Pasta, ganti saus keju atau krim dengan saus tomat (usahakan tomatnya fresh bukan kalengan). (8) Kentang goreng (french fries), jangan dimakan karena menggunakan minyak berkali-kali, lebih baik kentang rebus atau panggang dengan kulitnya. (9) Cokelat, pilih dark chocolate. (10) Milkshake atau cappuccino, buang whipped cream dan minta diganti dengan susu skim/low fat.

“Erwin dan saya terbiasa membuat sendiri makanan jajanan sehingga anak-anak tidak tergoda membeli di luar. Misalnya kalau anak-anak ingin chicken nugget, saya tinggal browsing resepnya di internet. Tinggal mengolah ayam giling, telur, bumbu-bumbu, tepung panir lalu selipkan di tengahnya keju mozarella. Rasanya sama enaknya dengan yang dijual di resto fast food. Dan meskipun tanpa pengawet, tetap tahan lama. Sekali buat bisa banyak dan disimpan beku di freezer, cukup untuk seminggu.” — Jana Parengkuan

5. Sedia payung sebelum hujan.

Ketika bepergian atau jalan-jalan, terlalu banyak godaan di luar sana yang akan membuat Anda terpaksa makan makanan yang tidak sehat. Untuk meminimalisasi kemungkinan terjebak dalam hal ini, lakukan jurus sederhana berikut ini: (1) Jangan kosongkan perut Anda ketika bepergian. Bila hendak pergi keluar atau jalan-jalan, usahakan perut dalam keadaan kenyang. Perut lapar akan membuat Anda tergoda untuk berhenti ketika melewati resto fast food favorit Anda. (2) Simpanlah persediaan makanan cepat dan mudah dibuat dalam kulkas di dapur sehingga kita kurang tergoda untuk memesan fast food dari luar. Sebagai contoh, kalau suka ayam goreng crispy, sediakan selalu daging ayam tanpa lemak dan tepung gandum utuh di kulkas. Kita bisa memasaknya dengan jumlah minyak yang minimal dan sekali pakai. Sesudah membuat sendiri makanan ini, niscaya ayam goreng crispy buatan restoran favorit tidak akan terasa menggoda lagi.

“Semua teman-teman sudah tahu kalau saya selalu ‘sangat pemilih’ saat makan di luar. Contohnya saat di restoran masakan Cina, saya pilih bihun daripada mi karena mi mengandung kuning telur. Kalau makan pempek, saya minta tidak digoreng karena pempek kan sudah matang (direbus), dan saya perbanyak mentimun daripada kuahnya yang bergula. Saya menolak bakso, dan lebih memilih pangsit kuah karena bahan dagingnya masih fresh dan tidak pakai pengawet” — Erwin Parengkuan

 

 

loading...

Previous post:

Next post: