5 Jurus Hidup Sehat

July 24, 2013

hidup sehat

Makanan sangat menentukan kualitas usia seseorang. Semakin sehat makanan yang dikonsumsi, harapan usia panjang dan sehat pun semakin besar.

Bertambahnya usia ditandai dengan fungsi organ yang semakin menurun. Ini karena aliran darah terganggu yang disebabkan penyumbatan pembuluh darah yang disebut disfungsi endotel. Masalahnya adalah, apakah tubuh seseorang punya kemampuan untuk mengompensasi penurunan fungsi organ seiring usia? Kalau tidak, fungsi organ tubuh akan terus menurun. Organ manusia dapat berfungsi optimal pada usia 20 tahun. Setelah usia 30, rata-rata 1% kemampuan ini hilang setiap tahunnya. Sebaliknya, bila punya kemampuan mengompensasi di usia 50 atau 60 fungsi organ tubuh bisa lebih bagus.

Agar tubuh punya kemampuan mengompensasi untuk menjaga organ tetap sehat, kita harus mengatur pola hidup. Sehat adalah ketika tubuh kita terbebas dari penyakit dan kelainan bawaan serta tidak terganggu jiwa (psikis). Selain sehat, kita juga perlu bugar, yaitu ketika tubuh kita sehat dan tidak mengalami kelelahan yang berarti dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Bahkan kita harus awet muda, artinya seluruh organ kita tetap berfungsi optimal walaupun usia kita bertambah.

Pola hidup sehat tidak hanya meliputi makan sehat. Tetapi terdiri atas 5 S yaitu: Sehat makan, Sehat berpikir, Sehat istirahat, Sehat beraktivitas, dan Sehat lingkungan.

Sehat Makan

Pada artikel-artikel kami sebelumnya, telah banyak dibahas mengenai bagaimana kebiasaan makan dan minum yang sehat. Jika anda sudah lupa, coba cek sekali lagi disini :

10 Kebiasaan Buruk Makan

8 Informasi Keliru Tentang Minum Air

Sehat Berpikir

Kendalikan stres dan bukan menghindarinya. Bila mendapatkan masalah, kendalikan emosi dan jangan berlebihan karena pada saat emosi meledak, hormon-hormon stres di tubuh akan keluar yang akan mempercepat penuaan sel dan gangguan metabolisme di tubuh yang ditandai oleh misalnya kadar gula darah yang meningkat. Cara mengendalikan stres yang termudah adalah dengan berdoa, berzikir, melakukan yoga, atau bermeditasi. Berliburlah di waktu luang, tenangkan pikiran, jauhi pekerjaan yang menimbulkan stres berlebih.

Sehat Istirahat

Manfaatkan waktu istirahat semaksimal mungkin. Satu hari tidurlah minimum 6 jam dan maksimum 8 jam — untuk anak-anak lebih lama. Tidurlah dengan pulas. Tanda-tanda tidur pulas adalah bangun pagi dengan kondisi segar, bugar, dan tidak pegal-pegal atau sakit kepala. Tidur siang juga baik untuk menyegarkan kembali tubuh dan pikiran, lama waktunya tergantung dari kebutuhan dan kebiasaan masing-masing individu. Kurang tidur atau tidur tidak pulas akan mengakibatkan terjadinya pelepasan radikal bebas di otak kita yang akan membuat perusakan sel-sel di dalam otak dan membuat kita menjadi lebih cepat pikun. Ketika tidur pulas dan cukup waktunya, saat itulah terjadi produksi hormon pertumbuhan (growth hormone). Bagaimana caranya agar tidur kita pulas dan dalam? Tidurlah di dalam ruangan yang gelap dan minim gangguan. Hormon melatonin akan diproduksi bila kita berada di ruangan gelap. Melatonin inilah yang akan membuat pulas tidur. Selain itu, kualitas tidur dapat terjaga dengan cara relaksasi, melepaskan pikiran, minum susu hangat nonfat sebelum tidur, merendam telapak kaki di air hangat selama 10 menit, tidur dengan posisi telentang dan tangan ke atas kepala, memastikan tidak ada gangguan suara dari luar, atau mendengarkan musik yang mengalun.

Sehat Beraktivitas

Hidup harus banyak bergerak, jangan malas, lakukan hal-hal yang memungkinkan kita terus bergerak. Contoh: berkebun, mencuci mobil, bersih-bersih rumah, menyapu, bila naik ke lantai atas sebaiknya menggunakan tangga dan bukan eskalator. Tidak ada jalan lain menuju kebugaran selain berolahraga. Beraktivitas beda dengan berolahraga. Olahraga ialah melakukan aktivitas tubuh secara ritmik nonstop dalam kurun tertentu. Lakukan minimal seminggu 3 kali, tetapi jangan berolahraga setiap hari. Minimal 1 kali dalam seminggu harus beristirahat. Untuk kebugaran, sebaiknya berolahragalah minimal 30 menit, jadi minimal 90 menit per minggu. Bagi yang sedang menjalankan proses pelangsingan, lakukan olahraga di atas 30 menit sampai 1 jam untuk setiap waktu olahraga. Pilihlah olahraga dengan intensitas rendah sampai sedang seperti berjalan, bersepeda dengan kecepatan rendah, dan berenang. Karena, bila kita melakukan olahraga dengan intensitas tinggi seperti berlari atau treadmill dengan kecepatan tinggi dan menanjak akan terjadi pelepasan radikal bebas berlebihan di tubuh kita dan ini berbahaya bagi kesehatan tubuh, yang dapat mempercepat timbulnya berbagai penyakit degeneratif seperti penuaan dini, penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker. Di samping itu kita harus melakukan olahraga pembentukan otot tubuh seperti latihan beban yang sudah tentu bebannya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan usia.

Sehat Lingkungan

Hindari polusi. Polusi terbesar adalah asap rokok, asap kendaraan, asap pabrik, dan debu. Jadi, jauhilah rokok karena merokok melepaskan radikal bebas di tubuh kita dalam jumlah sangat berlebihan. Radikal bebas inilah yang merupakan awal dari berbagai macam penyakit.

“Sehat dan langsing bukan hanya milik mereka yang masih muda. Anggapan bahwa wanita yang sudah menikah dan punya anak badannya akan berubah, itu salah. Ada orang yang sudah berusia 40 atau 50 tahun tapi bentuk tubuhnya masih bagus dan sehat. Kalau dia bisa, mengapa kita tidak? Kuncinya niat dan no excuse kepada diri sendiri. Misalnya. sebelum punya anak berat saya 45 kg, setelah punya 4 anak pun saya berusaha agar berat badan kembaii ke 45 kg. Jangan berpikir, boleh tambah 5 kg. Nanti kalau punya 4 anak dan setiap melahirkan berat badan bertambah 5 kg, alhasil kita akan kelebihan 20 kg!” – Jana Parengkuan –

Source : Smart Eating – 1000 Jurus Makan Pintar & Hidup Bugar

 

 

loading...

Previous post:

Next post: