5 Alasan Berat Badan Naik Turun

January 26, 2014

berat badan

Selama ini Anda terus diet ketat dan berlatih keras di gym. Namun diperlukan mental dan perubahan mind-set untuk mempertahankan berat badan ideal. Kami memberi solusi jitunya dari para ahli.

l. CEPAT MENYERAH

Kesabaran adalah kunci penting menurunkan berat badan. Sayang, kesabaran tak dimiliki semua orang. Banyak yang berhenti olah tubuh karena tak melihat penurunan angka timbangan setelah 2 minggu berlatih. “Orang selalu ingin hasil yang cepat,” ucap Stacey Rosenfeld, Ph.D., psikolog klinis Columbia Universitv Medical Center dan kepala tim psikolog New York City Triathlon, AS. “Namun, meski Anda berhasil mencapai berat badan idaman, kebahagiaan akan mudah hilang karena ukuran pinggang yang tak juga konstan di angka favorit. Meski untuk mendapatkannya Anda harus melewati berbagai penderitaan!” Umumnya saat sudah patah semangat, Anda akan “membalas dendam” dengan melahap 3 porsi es krim dari yang diperbolehkan. Ini justru bisa menimbulkan siklus nafsu makan “hewani” yang kebablasan. University of Colorado Denver, AS., meneliti, saat binatang yang berada pada kondisi diet kalori ketat diperbolehkan makan dengan bebas, maka selama berhari-hari mereka akan makan dengan rakus.

STAY-SLIM SOLUTION: Setiap orang menginginkan hasil instan, namun penurunan berat badan permanen membutuhkan komitmen jangka panjang dan perubahan mind-set. “Berpikirlah bahwa penyusutan berat badan adalah hasil jerih payah, bukan tujuan,” sebut Sofia Rydin-Gray, Ph.D., psikolog klinis di the Duke Diet & Fitness Center in Durham, North Carolina, AS. Buatlah tantangan dengan memasukkan kebiasaan sehat ke dalam kegiatan rutin harian Anda. Misalnya, berolah tubuh selama 60 menit, bikin menu sarapan berbahan gandum, menghindari gorengan. “Pindahkan energi kepada proses, bukan hasil akhir, Anda akan merasa berprestasi tiap kali membual keputusan baik,” jelas Rydin-Gray.

2. TAKUT GAGAL

Anda mungkin sukses menyingkirkan 10 kg, dan nampak cantik di kebaya pernikahan Anda. Namun, dalam sekejap pula berat badan tersebut kembali. Atau Anda bersumpah meratakan perut demi baju renang cantik yang baru dibeli. Namun kenyataannya, Anda justru menggunakan sarung ikat saat bermain-main di pantai. Nah, mengapa Anda terus mengalami kegagalan? “Jika pernah gagal menurunkan berat badan, tanpa sadar pikiran merekam dan bayangan gagal tetap melekat,” ucap Lois Barth, lifestylc coach di New York City, AS. Bahayanya, rasa takut bisa berubah jadi sugesti. Dengan meramu perasaan negatif dan kegagalan masa lalu, secara tak sadar Anda justru mengulang tingkah laku yang sama dan berakhir dengan kegagalan serupa.

STAY-SLIM SOLUTION: Berpikir terbalik. Berpikir positif bisa mengantar Anda mendapatkan hasil yang diinginkan. “Sugestikan pikiran, tak ada kata gagal,” sebut Rydin-Gray. “Ada strategi yang sukses, ada pula yang tidak. Ini bukan plin plan, melainkan hanya tanda bahwa Anda perlu mengubah kebiasaan.” Artinya, berhenti menyusupkan tangan ke dalam kantong keripik, namun tanya diri sendiri apa yang bikin Anda ingin mengemil? Menghilangkan penyebab Anda mengemil tentu lebih bermanfaat ketimbang fokus pada perasaan tak berdaya. Sekali saja Anda mampu mengidentifikasi masalah yang menghadang, maka masalah apapun bisa Anda selesaikan.

3. FAT TRAP RAGU BERUBAH

Banyak wanita merasa cemas dengan perubahan pola gaya hidup yang dilakukan, seperti rutin nge-gym atau diet makan.
Ini wajar karena manusia adalah makhluk yang memiliki kebiasaan (yang mayoritas buruk!). Anda merasa lebih nyaman dengan kebiasaan lama ketimbang mengubah kebiasaan baru. “Kebiasaan buruk memang sulit dihilangkan,” jelas Rosenfeld. Namun, menerima julukan “si Bulet” atau “si Ndut” membuat Anda merasa aman dan mengendurkan niat meraih tubuh idaman.

STAY-SLIM SOLUTION: Mengubah tubuh Anda jadi lebih baik artinya keluar dari comfort zone dan menerima risiko. Ayo bikin timetable untuk menangkis rasa cemas. Bikin program 3 minggu. Anda toh, bisa kembali ke kebiasaan lama bila tak suka (melihat tubuh yang melangsing, Anda pasti enggan kembali). Tip lainnya: tetap fokus pada gambaran tubuh langsing. “Risiko yang Anda hadapi harus sepadan dengan hasilnya,” ucap Barth. “Jika Anda ingin membentuk tubuh, cara hidup pun harus baru karena gaya hidup yang lama tak lagi berlaku. Jadikan diri Anda prioritas; pilih latihan olah tubuh yang menyenangkan. Cintai tubuh apa adanya, dan Anda pun akan lebih menghargainya.

4. SUKSES BIKIN CEMAS

Tentu kita mendambakan perut rata dan kencang serta paha mulus tanpa selulit. Namun kadang cita-cita memiliki tubuh sempurna bisa bikin cemas. Mengapa? Mungkin karena kita teriming-imingi dengan manfaat tambahannya seperti karier bagus dan bisa kencan dengan Mr. Hot nan menawan. Lalu stres muncul karena ragu: bisakah mewujudkannya? Sejujurnya, Anda tak akan mendapatkan semuanya karena jadi lebih kurus! “Ini bisa jadi antiklimaks saat mencapai berat badan yang diinginkan,” ucap Rosenfeld mengingatkan. “Orang berorientasi pada tujuan. Jika tak lagi punya tantangan, lalu apalagi?

STAY-SLIM SOLUTION: Reality check: “Tak ada keajaiban akibat penurunan berat badan,” ucap Barth. Jadi lebih langsing tak bikin Anda tambah kaya atau lebih pintar. Namun, secara fisik bisa menguatkan jantung dan membuat Anda lebih lincah dan mencapai garis finish lebih cepat saat ikut lomba lari.

5. EMOSI LABIL

Menurunkan berat badan itu sulit, tapi lebih sulit lagi mencari alasan atas naiknya angka di timbangan. Fokus menurunkan berat badan memang bisa mengalihkan masalah hidup seperti hubungan buruk dengan pasangan, pekerjaan menyebalkan bahkan tumpukan tagihan. Bila dibandingkan, menghilangkan bobot 5 kg tentu lebih menyenangkan ketimbang menjalani pernikahan tak bahagia. Kesulitannya, begitu sukses, Anda menyadari bahwa kelebihan berat badan bukanlah sumber penderitaan Anda selama ini. Hasilnya, Anda kembali ke bobot semula.

STAY-SLIM SOLUTION: “Jika selama ini makan banyak untuk mengatasi rasa benci Anda pada pekerjaan atau pasangan yang tidak pengertian, maka Anda juga akan tetap begitu meski berat badan menyusut,” ucap Barth. Yang dibutuhkan adalah pengalihan emosi. Berolah tubuh jadi aktivitas sempurna karena: mendongkrak endorphin, mengurangi stres dan membantu tubuh jadi lebih seksi. Banyak olah tubuh yang pas dengan masalah yang sedang dihadapi. Rekan kerja mencuri ide? keluarkan jab maut di sandsack pada kelas kickboxing. Mertua mengkritik cara asuh Anda pada anak? Lakukan yoga yang menentramkan. Kesepian? Ikut tim olahraga menantang. Olah tubuh itu seperti makan. Tidak menyelesaikan masalah yang Anda hadapi. Namun, paling tidak, tubuh Anda bisa tetap sehat sembari berpikir mencari jalan keluar.

Mengapa Anda Tetap Gemuk?

Menurut Dr. Grace Judio-Kahl, MSe,MH,CHT, pakar penurunan berat badan dari Light House Indonesia, ada kesalahan umum wanita yang ingin turun bobot.

Persepsi salah tentang pola makan. Biasanya karena mendapat informasi hanya sepotong. Misal, ia mendengar bahan makanan A bagus, maka persepsinya bagus juga untuk turun berat badan. Padahal belum tentu.

Kultur makan. Ras Kaukasia dengan Asia pasti beda cara makan. Orang Indonesia sulit jika dilarang makan nasi. Yang bisa dilakukan, ganti bahan makanan sejenis yang lebih sehat. Misalnya, ganti nasi
putih menjadi nasi merah.

Sering tidak paham prinsip input dan output. Prinsip turun berat badan adalah kalori keluar lebih besar dari kalori masuk. Ini sering diartikan dengan anggapan, tidak makan malam pasti turun berat. Padahal ini tidak selalu benar.

Tidak mau olahraga. Padahal, exercise meningkatkan metabolic rate. Turun berat badan dengan hanya mengurangi makan bisa membuat bobot lebih mudah naik lagi. Karena, tubuh menghemat kalori saat Anda menurunkan bobot.

Banyak mencoba bermacam program, sehingga tubuh trauma. Sifat tubuh secara alami bertendensi menabung kalori jika trauma. Tubuh takut mengeluarkan cadangan makanan dari lemak. Makan sesuai kebutuhan tubuh, atur komposisinya.

Tidak mendengar sensor tubuh. Tangan sudah gemetar, perut kruyukan, kepala pusing adalah tanda hipoglikemik. Sensor tubuh bisa rusak, sehingga kenyang dibilang lapar atau sebaliknya. Tubuh tak boleh merasa lapar karena justru bikin tubuh menabung cadangan makanan terus.

Makan dalam keadaan apapun. Capek, bosan, marah, senang, sedih Anda terus makan. Input kalori jadi membengkak. Masalah penurunan berat badan biasanya 10% masalah exercise, pola makan dan obat, 90% lagi masalah behaviour dan mind set.

Dr. Grace memberi saran, “Penurunan berat badan yang sehat tak boleh lebih dari 20% berat badannya dalam l bulan. Jika lebih, kerja ginjal akan lebih berat,” sebutnya. Prinsip kalori juga harus tetap diterapkan, dengan catatan gizinya berimbang. Artinya, buah dan sayur harus sama banyaknya, namun lebih banyak dari protein. Protein harus lebih banyak dari karbohidrat, dan karbohidrat lebih banyak dari lemak.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: