4 Fakta Tentang Makan di Luar Rumah

August 6, 2013

makan di luar rumah

Makan di luar rumah, terutama di restoran cepat saji. sudah menjadi tren yang menggurita dalam kurun 30 tahun terakhir. Inilah hasil survei terbaru di Amerika. – Journal Childhood Obesity, 2011 dan Archives of Internal Medicine, 2011 –

1. Orang-orang Amerika makan di luar 4-5 kali seminggu, menghabiskan uang untuk makan di restoran lebih dari $275 per bulan. Di Indonesia, frekuensi makan di luar meningkat terutama sejak munculnya restoran cepat saji dan restoran franchise. Jumlah penikmat makan di luar juga diperkirakan melonjak pesat seiring bermunculannya acara wisata kuliner di televisi dan tumbuhnya kelas menengah baru.

2. Tiga puluh persen anak-anak di Amerika mengonsumsi fast food, seperti kentang goreng, chicken nugget, sosis, hamburger, dan soda. Alasannya karena “enak”. Di Indonesia tidak jauh berbeda. Paling gampang, lihat saja jajanan anak sekolah. umumnya terdiri atas makanan berminyak seperti kentang goreng, nugget, sosis, dan burger serta minuman manis. Terlebih sejak berbagai restoran cepat saji menamai diri sebagai “restoran keluarga”, para orangtua tak segan membawa anak-anak mereka makan di restoran ini sehmgga konsumsi makanan cepat saji di kalangan anak-anak pun meningkat pesat.

3. Para orangtua di Amerika merasa restoran fast food gampang dijangkau dan murah harganya. Tidak heran banyak orangtua yang menjadikan makan di restoran ini sebagai hadiah untuk anak, baik hadiah karena nilai akademik, prestasi, kelulusan, dan sebagainya. Di Indonesia sudah menjadi tren untuk merayakan ulang tahun anak-anak di restoran cepat saji.

4. Bahayanya, rata-rata makanan di restoran mengandung ribuan kalori dan lemak. Satu porsi kecil menu Pisa mengandung total kalori yang seharusnya cukup untuk makan selama sehari atau lebih. Ini meningkatkan risiko kegemukan. Para orangtua di Amerika cenderung membelikan anak-anak mereka menu fast food yang selain padat kalori juga tinggi natrium. Sebanyak 36-51% kalori dalam makanan tersebut berasal dari lemak, dan umumnya mengandung natrium 50-100% lebih tinggi dari seharusnya. Konsumsi sodium yang berlebihan, terutama bila disertai kurangnya konsumsi kalium (berasal dari buah dan sayuran), dapat memacu penyakit jantung dan risiko kematian dini.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: