14 Strategi Mengatasi Alergi dengan Cepat

April 25, 2014

mengatasi alergi

Jangan cepat menyerah pada bersin dan mata berair. Jika sebabnya sudah diketahui, ‘pengobatan’ pun mudah dilakukan.

Mata gatal dan berair, hidung meler kemudian buru-buru menyekanya dengan tisu — sesuatu yang biasa kita lakukan ketika alergi kumat. Yah, namanya juga alergi, mau bilang apa? Menyepelekan gejala alergi memang mudah — padahal alergi terbukti menjadi ‘wabah’ bagi 36 juta orang Amerika — tapi para ahli berpendapat lain, ini bukanlah suatu hal yang bisa kita cuekin. Faktanya, sekitar 80% penderita alergi musiman dilaporkan mengalami penurunan produktivitas hingga menghambat pekerjaannya dan merugikan perusahaan, hal ini disampaikan oleh studi dari the Asthma and Allergy Foundation of America.

Alergi rinitis dapat diperburuk oleh perubahan suhu dari dingin ke panas, mekarnya bunga dan rumput yang ‘melepas’ serbuk sari ke udara. “Sistem kekebalan tubuh sering terkecoh dengan partikel-partikel alami tersebut, seringkali disalahartikan sebagai ‘musuh’ sehingga kemudian dilepaskanlah histamin dan leukotrin untuk melawannya” jelas Thomas B. Casale, ketua alergi/imunologi di Creighton University School of Medicine di Omaha, Nebraska dan presiden dari American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology (AAAAI). Konsekuensinya, jalur pernapasan dan lapisan hidung bengkak yang memicu hidung mampet dan konsentrasi berkurang.

Walaupun para ahli belum bisa memastikan sebab alergi yang datang musiman ini, mereka berpendapat gen ada hubungannya dengan kondisi itu. Mungkin tak ada solusi instan atas alergi yang Anda derita, tapi mengubah kebiasaan— seperti mandi di malam hari sebagai ganti mandi pagi — dapat mengurangi gejala. Cobalah tip mudah dan praktis Shape berikut ini.

Di Rumah

1. ‘Bentengi’ diri dari alergen (pencetus alergi). Langkah no. 1 dari gerakan anti alergi adalah menjaga agar pemicu tidak ‘menjebak’ Anda, jadi pastikan jendela tertutup saat musim penyerbukan bunga dimulai. Kemudian pasang pendingin ruangan dan atur pada fungsi recycle atau daur ulang, yang akan menyaring udara yang ada di dalam ruangan saja. “Hal ini akan ‘menjebak’ partikel penyebab alergi alami yang berhasil menyusup ke dalam” ujar Eric Schenkel, M.D., seorang clinical assistant professor of medicine di Drexel University School of Medicine di Philadelphia. Juga bersihkan atau ganti saringan AC setiap dua minggu untuk menjaga agar tetap efektif bekerja serta menghilangkan debu.

2. Cek apakah rutinitas ‘bersih-bersih’ perlu diubah atau tidak. Mandi pagi sebelum beraktivitas memang satu cara yang ‘segar’ untuk memulai hari, tapi menambah jadwalnya mandi malam hari saat kemarau dapat menikung gejala alergi. Anda akan membersihkan diri dari alergen yang menempel pada rambut dan muka, sehingga tidak akan hinggap di bantal yang biasanya akan membuat iritasi mata dan hidung. “Paling tidak, bersihkan kelopak mata dengan shampoo bayi secara perlahan tiap malam” saran Clifford W. Bassett, M.D., seorang assistant clinical professor of medicine di Long Island College Hospital di Brooklyn, New York.

3. Cuci baju lebih sering. Setiap pulang berjalan-jalan atau barbekyu di rumah teman, segeralah berganti baju dengan yang bersih. Kemudian taruh baju bekas pakai di keranjang pakaian kotor atau langsung ke dalam mesin cuci, jadi Anda tidak ‘menyebarkan’ alergen ke seluruh rumah. Dan ganti sprei kamar tidur seminggu sekali lalu cuci dengan menggunakan air hangat: peneliti dari Korea baru-baru ini menemukan fakta bahwa air yang dipanaskan hingga 60°C dapat menyingkirkan semua alergen, termasuk serbuk sari dan kutu debu, organisme penyebab bersin yang banyak terdapat di udara lembab.

4. Lokasikan binatang peliharaan di tempat yang seharusnya. Anjing dan kucing yang sering bermain ke luar rumah dapat membawa serbuk sari pada bulu dan membawanya masuk ke dalam rumah. Saat musim alergi, jangan biarkan binatang peliharaan masuk ke dalam kamar atau paling tidak, waspadai jika mereka naik ke atas furnitur, kata Clifford W.Bassett. Mandikan mereka sesering mungkin atau seka dengan kain lembab setiap kali akan masuk kembali ke dalam rumah.

5. Bersihkan udara. Menurut jurnal Indoor Air, hampir separuh penderita alergi musiman juga bisa terganggu oleh wewangian dan produk pembersih. Jika memang perlu tak ada salahnya membeli air purifier untuk menyaring udara di rumah dari polutan yang dapat mengganggu pernafasan.

6. Potong rumput. Tak hanya akan mempercantik halaman rumah, rumput yang pendek tak akan menyimpan banyak serbuk dari pohon dan bunga. Tetapi karena memotong rumput dapat menyebarkan serbuk sari dan alergen lainnya, gunakan jasa tukang rumput—jika ingin mengerjakan sendiri gunakan masker atau sapu tangan untuk menutup mulut dan hidung.

Saat Olahraga di Luar

7. Sinergikan waktu olahraga. “Anda bernapas paling tidak dua kali lebih cepat saat berolahraga, artinya Anda menghirup lebih banyak alergen jika olahraga di luar ruangan” kata Brian Smart, M.D., seorang ahli alergi dari Chicago dan juru bicara AAAAI. Mereka yang senang berolahraga di pagi hari memiliki peluang terbesar terkena alergi rinitis karena alergen yang beterbangan di udara jumlahnya mencapai puncaknya pada pukul 4 pagi dan bertahan sampai siang. Karena serbuk sari naik setelah embun menguap, waktu yang tepat untuk olahraga di luar ruangan adalah sore hari, hal ini disampaikan oleh Christopher C. Randolph, M.D., seorang clinical associate professor di Yale University’s Division of Allergy, New Haven, Connecticut. Beliau pun mengusulkan beberapa alternatif tempat berolahraga: lapangan tenis atau kolam renang, kedua hal ini lebih baik daripada berolahraga di lapangan rumput.

8. Jogging-lah setelah hujan. “Waktu yang pas untuk lari adalah tepat saat hujan berhenti, karena air membersihkan udara dari serbuk sari dan hal ini akan bertahan selama beberapa jam”, kata Gillian Sheperd, M.D., seorang clinical associate professor of medicine di Weill Medical College di Cornell University. Tapi begitu udara mengering, segeralah berlindung: tambahan kelembaban malah akan menghasilkan lebih banyak serbuk sari dan jamur di udara, yang akan bertahan hingga beberapa hari.

9. Pakai kacamata hitam. Tak hanya akan melindungi mata Anda dari sinar ultraviolet, kacamata hitam juga akan menghadang alergen yang terbang di udara masuk ke mata. Cara lain untuk mencegah gejala: minta obat tetes mata anti alergi dari dokter, dan tetes mata Anda beberapa jam sebelum ke luar rumah. Obat tetes ini dapat memerangi histamin, zat yang menyebabkan mata berair dan gatal.

10. Minum lebih banyak. Isi botol air minum Anda penuh-penuh saat akan berolahraga. “Cairan membantu mengencerkan lendir dan melegakan saluran pernapasan, jadi dapat mencegahnya tersumbat” ujar William S. Silvers, M.D., clinical professor ofallergy and immunology di University of Colorado, Denver. Gunakan sisa bekal air untuk mencuci muka dan tangan agar serbuk sari tak ada lagi yang menempel.

Di Ruang Praktik Dokter

11. Pastikan pencetus alergi Anda. “Jika sudah tahu penyebabnya, Anda akan lebih mudah melawannya” ujar Brian Smart. Minta tes skin-prick, dimana seorang ahli alergi membuat tusukan kecil pada kulit lengan dan memasukkan alergen ke dalamnya. Jika Anda terbukti alergi, bentol kecil seperti bekas gigitan nyamuk akan timbul pada area yang dites.

12. Periksa ulang obat-obatan Anda. Memang ada obat-obatan yang dijual bebas yang dapat melegakan saat alergi menyerang. Tapi jangan asal minum. Tanyakan dulu pada dokter jenis obat apa yang ia rekomendasikan untuk kondisi Anda. Jangan mencampur obat alergi yang diminum satu kali sehari (seperti Incidal OD) dan tidak menyebabkan kantuk dengan pil yang mengandung antihistamin dan menyebabkan kantuk (obat flu yang umum dijual biasanya mengandung antihistamin), karena hal ini dapat menyebabkan pusing, jantung berdebar-debar dan mual. Yang terpenting adalah mengonsumsi obat sesuai jadwal yang disarankan dokter untuk mencegah serangan alergi dibanding hanya meminumnya setiap kali gejala mulai dirasa.

13. Coba spray. Jika Anda merasa tidak tertolong oleh pil-pil, mintalah dokter Anda untuk memberi resep nasal steroid seperti Afrin. “Spray ini secara efektif dapat merawat hidung berlendir dan mata berair,” kata Randolph, yang juga menambahkan jangan takut dengan kata “steroid”. “Spray nasal sangat aman. Steroid dalam jumlah kecil yang disemprotkan ke dalam hidung Anda akan termetabolisasi dengan cepat, sehingga sangat sedikit – jika ada – yang masuk ke dalam tubuh.” Gunakan satu kemasan beberapa minggu sebelum musim alergi; gejala akan lebih lama muncul dan tidak terlalu parah.

14. Dapatkan suntikan. Jika Anda terafeksi oleh alergi musiman lebih dari tiga bulan setiap tahunnya, suntikan alergi, yang disebut juga dengan imunoterapi, mungkin bisa menolong. Seorang ahli alergi akan menyuntik Anda dengan alergen yang dosisnya secara bertahap semakin besar, satu sampai tiga kali seminggu, selama periode kurang lebih tujuh bulan, sehingga akan membangun toleransi Anda terhadap dalang alergi ini. (Setelah itu, Anda akan disuntik sekali sebulan selama 3 sampai 5 tahun). “Suntikan seperti ini dapat mengubah jalan sistem imun,” kata Randolph. “Efektif sampai bertahun-tahun bahkan dapat mencegah terbentuknya alergi lain juga asma.”

 

 

loading...

Previous post:

Next post: