11 Manfaat Menyusui Untuk Ibu dan Bayi

July 22, 2016

manfaat menyusui

ASI memberikan nutrisi yang optimal bagi bayi. Mereka memberikan jumlah nutrisi yang tepat dan mudah dicerna.

Namun, sayangnya tingkat menyusui di kalangan wanita yang memiliki bayi sangat rendah, hanya sekitar 30%. Dimana beberapa wanita memang tidak dapat menyusui, sementara yang lain memilih untuk tidak menyusui.

Penelitian menunjukkan menyusui memiliki manfaat kesehatan yang besar, baik bagi ibu dan bayinya.
Berikut adalah 11 manfaat menyusui berbasis ilmu pengetahuan, dimana manfaat 1-5 adalah untuk bayi, dan manfaat 6-11 adalah untuk ibu.

1. ASI Menyediakan Nutrisi yang Ideal Untuk Bayi

Manfaat menyusui yang terpenting untuk bayi adalah ASI kaya akan nutrisi.

Kebanyakan otoritas kesehatan merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama minimal 6 bulan. Terus menyusui dianjurkan untuk setidaknya selama satu tahun, ketika makanan yang berbeda mulai diperkenalkan ke dalam diet bayi.

ASI mengandung semua yang diperlukan bayi untuk enam bulan pertama kehidupan, dalam proporsi yang tepat. Komposisinya bahkan berubah sesuai dengan perubahan kebutuhan bayi, terutama selama bulan pertama kehidupan.

Selama hari-hari pertama setelah melahirkan, payudara memproduksi cairan kental dan kekuningan disebut kolostrum. Ini tinggi protein, rendah gula dan sarat dengan senyawa bermanfaat.

Kolostrum, susu pertama sangat ideal dan membantu saluran pencernaan bayi baru lahir yang belum matang untuk berkembang. Setelah beberapa hari pertama, payudara mulai memproduksi ASI dalam jumlah yang lebih besar seiring perut bayi yang berkembang.

Satu-satunya hal yang mungkin kurang dari ASI adalah vitamin D. Kecuali ibu memiliki asupan vitamin tersebut yang sangat tinggi, jika tidak ASI tidak akan memberikan cukup.

Untuk mengimbangi kekurangan ini, pemberian tetes vitamin D biasanya dianjurkan dari usia 2-4 minggu.

Kesimpulan: ASI mengandung semua kebutuhan bayi untuk enam bulan pertama kehidupan, dengan kemungkinan pengecualian vitamin D. Susu yang pertama kali kaya akan protein dan sarat dengan senyawa bermanfaat.

2. ASI Mengandung Antibodi Penting

Manfaat menyusui berikutnya yang tak kalah penting adalah ASI yang sarat dengan antibodi yang membantu bayi anda melawan virus dan bakteri.

Hal ini terutama berlaku untuk kolostrum, susu yang pertama. Kolostrum memberikan jumlah immunoglobulin A (IgA) yang tinggi, serta beberapa antibodi lainnya.

Ketika ibu terkena virus atau bakteri, ia mulai memproduksi antibodi. Antibodi ini kemudian disekresi ke dalam ASI dan diteruskan ke bayi selama menyusui.

IgA melindungi bayi dari sakit dengan membentuk lapisan pelindung di hidung, tenggorokan dan sistem pencernaan bayi.

Untuk alasan ini, ibu menyusui yang terkena flu dapat benar-benar memberikan bayi mereka dengan antibodi yang membantu bayi melawan patogen yang menyebabkan penyakit tersebut.

Meskipun demikian, jika anda sakit, anda tetap harus menjaga kebersihan. Cuci tangan anda dengan sering dan coba untuk menghindari bayi anda dari terinfeksi.

Susu formula tidak memberikan perlindungan antibodi untuk bayi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang tidak diberi ASI lebih rentan terhadap masalah kesehatan seperti pneumonia, diare dan infeksi.

Kesimpulan: ASI sarat dengan antibodi, terutama imunoglobulin A, yang dapat membantu mencegah atau melawan penyakit pada bayi anda.

3. Menyusui Dapat Mengurangi Risiko Penyakit

Menyusui memiliki daftar manfaat kesehatan yang mengesankan. Hal ini terutama berlaku untuk menyusui eksklusif, yang berarti bahwa bayi hanya menerima ASI.

Menyusui dapat mengurangi risiko bayi anda dari banyak penyakit, termasuk:

  • Infeksi telinga tengah: 3 bulan atau lebih pemberian ASI eksklusif dapat mengurangi risiko sebesar 50%.
  • Infeksi saluran pernafasan: ASI eksklusif selama lebih dari 4 bulan mengurangi risiko rawat inap untuk infeksi ini hingga 72%.
  • Pilek dan radang: Bayi ASI eksklusif selama 6 bulan bisa memiliki risiko hingga 63% lebih rendah terkena pilek serius dan infeksi tenggorokan.
  • Infeksi usus: Menyusui terkait dengan penurunan 64% pada infeksi usus, terlihat hingga 2 bulan setelah menyusui berhenti.
  • Kerusakan jaringan usus: Menyusui ASI bayi prematur dihubungkan dengan pengurangan sekitar 60% dalam kejadian necrotizing enterocolitis.
  • Sindrom Kematian Bayi Mendadak: Menyusui terkait dengan penurunan risiko 50% terhadap sindrom ini setelah 1 bulan, dan mengurangi risiko 36% pada tahun pertama.
  • Penyakit alergi: ASI eksklusif selama minimal 3-4 bulan terkait dengan penurunan risiko 27-42% dari asma, dermatitis atopik dan eksim.
  • Penyakit celiac: Bayi yang mendapat ASI pada saat pertama kali memiliki risiko 52% lebih rendah terkena penyakit celiac.
  • Radang usus: Bayi yang mendapat ASI memiliki kemungkinan 30% lebih kecil terkena penyakit radang usus.
  • Diabetes: Menyusui selama 3 bulan terkait dengan penurunan risiko diabetes tipe 1 (hingga 30%) dan diabetes tipe 2 (hingga 40%).
  • Leukemia anak: Menyusui selama 6 bulan atau lebih dikaitkan dengan penurunan 15-20% dalam risiko leukemia.

Selain mengurangi risiko berbagai infeksi, menyusui juga telah terbukti secara signifikan mengurangi tingkat keparahan.

Selain itu, efek protektif dari menyusui tampaknya bertahan lama dan bahkan hingga dewasa.

Kesimpulan: Menyusui dapat mengurangi risiko bayi anda terkena infeksi dan berbagai penyakit lain, termasuk alergi, penyakit celiac dan diabetes.

4. ASI Mempromosikan Berat yang Sehat

Menyusui mendorong berat badan yang sehat dan membantu mencegah obesitas.

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI memiliki tingkat obesitas 15-30% lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula.

Durasi juga penting, karena semakin lama menyusui akan mengurangi risiko anak anda dari obesitas di masa depan sampai dengan 4%.

Hal ini mungkin terjadi karena perkembangan bakteri usus yang berbeda. Menyusui berdampak pada jumlah bakteri usus baik yang lebih tinggi, yang dapat mempengaruhi penyimpanan lemak.

Bayi yang diberi ASI juga memiliki leptin lebih banyak dalam sistem mereka daripada bayi yang diberi susu formula. Leptin adalah hormon kunci untuk mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak.

Kesimpulan: Bayi yang diberi ASI memiliki tingkat obesitas lebih rendah daripada bayi yang diberi susu formula. Mereka juga memiliki lebih banyak leptin dan bakteri usus yang menguntungkan.

5. Menyusui Dapat Membuat Anak Lebih Cerdas

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mungkin ada perbedaan dalam perkembangan otak antara bayi yang diberi susu formula dan ASI.

Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh keintiman, sentuhan dan kontak mata yang terkait dengan menyusui antara ibu dan bayinya.

Penelitian menunjukkan bahwa bayi ASI memiliki skor kecerdasan yang lebih tinggi dan cenderung untuk mengembangkan masalah perilaku dan pembelajaran saat mereka tumbuh dewasa.

Namun, efek paling menonjol terlihat pada bayi prematur, yang memiliki risiko lebih tinggi dalam masalah perkembangan.

Penelitian ini jelas menunjukkan bahwa menyusui memiliki efek positif yang signifikan terhadap perkembangan otak jangka panjang mereka.

Kesimpulan: Menyusui dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi anda serta mengurangi risiko masalah perilaku dan pembelajaran di masa mendatang.

6. Menyusui Dapat Membantu Anda Menurunkan Berat Badan

Sementara beberapa wanita mendapatkan kenaikan berat badan selama menyusui, orang lain tampaknya mudah dalam menurunkan berat badan.

Meskipun menyusui meningkatkan kebutuhan energi seorang ibu sekitar 500 kalori per hari, keseimbangan hormonal tubuh sangat berbeda dari kondisi normal.

Karena perubahan hormonal, wanita menyusui memiliki nafsu makan yang meningkat dan mungkin cenderung menyimpan lemak untuk produksi susu.

Untuk 3 bulan pertama setelah melahirkan, ibu menyusui lebih sedikit mendapat penurunan berat badan dibanding mereka yang tidak menyusui, bahkan mungkin mereka mendapat kenaikan berat badan. Namun setelah 3 bulan menyusui, mereka cenderung mengalami peningkatan pembakaran lemak.

Dimulai sekitar 3-6 bulan setelah melahirkan, ibu yang menyusui telah terbukti mengalami penurunan berat badan lebih dari ibu yang tidak menyusui.

Yang penting untuk diingat adalah bahwa diet dan olahraga masih merupakan faktor paling penting yang menentukan berapa banyak berat badan anda akan hilang, terlepas menyusui atau tidak.

Kesimpulan: Menyusui dapat membuat penurunan berat badan lebih sulit untuk 3 bulan pertama setelah melahirkan. Namun, setelah 3 bulan, hal ini benar-benar dapat membantu.

7. Menyusui Membantu Rahim Berkontraksi

Selama kehamilan, rahim anda berkembang secara luar biasa dari ukuran normal untuk mengisi hampir seluruh ruang perut anda.

Setelah melahirkan, rahim anda mengalami proses yang disebut involusi, yang membantu kembali ke ukuran sebelumnya. Oksitosin, hormon yang meningkat selama kehamilan, membantu mendorong proses ini.

Tubuh anda mengeluarkan oksitosin dalam jumlah tinggi selama persalinan untuk membantu mengeluarkan bayi dan mengurangi perdarahan.

Oksitosin juga meningkat selama menyusui. Ini mendorong kontraksi rahim dan mengurangi pendarahan, membantu rahim kembali ke ukuran sebelumnya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa ibu yang menyusui umumnya sedikit kehilangan darah setelah melahirkan dan mengalami involusi rahim yang lebih cepat.

Kesimpulan: Menyusui meningkatkan produksi oksitosin, hormon yang menyebabkan kontraksi pada rahim. Ini mengurangi kehilangan darah setelah melahirkan dan membantu rahim kembali ke ukuran yang sebelumnya.

8. Ibu yang Menyusui Memiliki Risiko Lebih Rendah Terkena Depresi

Depresi pasca melahirkan adalah jenis depresi yang dapat muncul sesaat setelah melahirkan. Ini mempengaruhi hingga 15% dari ibu melahirkan.

Wanita yang menyusui tampaknya kecil kemungkinan terkena depresi pasca melahirkan, dibandingkan dengan ibu yang berhenti menyusui awal atau tidak menyusui sama sekali.

Salah satu perubahan paling menonjol adalah jumlah peningkatan oksitosin yang dihasilkan selama kelahiran dan menyusui.

Oksitosin tampaknya memiliki efek anti-kecemasan jangka panjang. Hal ini juga mendorong ikatan dengan mempengaruhi daerah otak tertentu yang meningkatkan sifat pengasuhan dan relaksasi.

Efek ini juga sebagian dapat menjelaskan mengapa ibu menyusui memiliki tingkat yang kelalaian sebagai seorang ibu yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak menyusui.

Satu penelitian menemukan bahwa tingkat kekerasan terhadap anak hampir tiga kali lebih tinggi bagi ibu yang tidak menyusui, dibandingkan dengan mereka yang tidak menyusui.

Namun tetap perlu diingat bahwa ini hanyalah sekedar angka statistik. Tidak menyusui bukan berarti anda akan mengabaikan bayi anda dengan cara apapun.

Kesimpulan: Ibu tidak menyusui cenderung untuk terkena depresi pasca melahirkan. Menyusui telah meningkatkan jumlah oksitosin dalam sistem mereka, yang mendorong sifat pengasuhan, relaksasi dan ikatan antara ibu dan anak.

9. Menyusui Mengurangi Risiko Penyakit

Menyusui sepertinya memberikan perlindungan jangka panjang pada ibu terhadap kanker dan beberapa penyakit lain.

Total waktu yang dihabiskan seorang wanita untuk menyusui terkait dengan penurunan risiko kanker payudara dan ovarium.

Bahkan, wanita yang menyusui selama lebih dari 12 bulan selama masa hidup mereka memiliki risiko 28% lebih rendah baik dari kanker payudara maupun ovarium. Setiap penambahan satu tahun menyusui dikaitkan dengan penurunan 4,3% risiko kanker payudara.

Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa menyusui dapat melindungi terhadap sindrom metabolik, yaitu kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

Wanita yang menyusui selama 1-2 tahun dalam hidupnya memiliki risiko 10-50% lebih rendah terkena tekanan darah tinggi, arthritis, lemak darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Kesimpulan: Menyusui selama lebih dari satu tahun terkait dengan risiko 28% lebih rendah terkena kanker payudara dan ovarium. Hal ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa penyakit lainnya.

10. Menyusui Dapat Mencegah Menstruasi

Terus menyusui juga menghentikan ovulasi dan menstruasi.

Penundaan siklus menstruasi tersebut sebenernya merupakan cara alami untuk memastikan ada jeda diantara kehamilan.

Beberapa wanita bahkan telah menggunakan fenomena ini sebagai pengontrol kelahiran untuk beberapa bulan pertama setelah melahirkan.

Namun, perlu dicatat bahwa hal ini mungkin bukan metode yang efektif dalam pengendalian kelahiran. Anda dapat mempertimbangkan perubahan ini sebagai manfaat tambahan. Sementara anda menikmati waktu berharga dengan bayi anda, anda tidak perlu khawatir pada yang “datang” setiap bulan.

Kesimpulan: Menyusui secara teratur dapat menghentikan ovulasi dan menstruasi. Beberapa orang telah menggunakan ini sebagai pengontrol kelahiran, tetapi mungkin tidak sepenuhnya efektif.

11. Menghemat Waktu dan Uang

Manfaat menyusui yang terakhir, menyusui adalah gratis dan hanya membutuhkan sedikit usaha.

Dengan memilih untuk menyusui, anda tidak perlu:

  • Menghabiskan uang untuk susu formula.
  • Mengukur berapa banyak bayi anda perlu minum setiap hari.
  • Meluangkan waktu untuk membersihkan dan sterilisasi botol.
  • Menghangatkan botol susu di tengah malam.
  • Mencari tahu cara untuk menghangatkan botol susu saat bepergian.

ASI selalu pada suhu yang tepat dan siap untuk diminum.

Kesimpulan: Dengan menyusui, anda tidak perlu khawatir untuk membeli atau mencampur susu formula, memanaskan botol atau menghitung kebutuhan sehari-hari bayi anda.

Pesan Terakhir

Jika anda tidak mampu menyusui, memberi makan bayi anda dengan susu formula sungguh tidak menjadi masalah. Susu formula juga menyediakan bayi anda semua nutrisi yang ia butuhkan.

Namun, ASI mengandung antibodi dan elemen lain yang melindungi bayi anda dari berbagai macam penyakit.
Selain itu, ibu yang menyusui mengalami manfaat, seperti relaksasi, rasa nyaman dan mengurangi stres.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: