10 Kebiasaan Buruk Makan

May 22, 2013

kebiasaan buruk makan

Keluarga yang menerapkan kebiasaan makan sehat sejak kecil akan menularkan kebiasaan tersebut kepada anak-anak dan generasi sesudahnya. Sayangnya, tidak semua orang memahami kebiasaan makan yang sehat. Terdapat setidaknya 10 kebiasaan makan yang buruk yang umum dilakukan oleh masyarakat saat ini, yaitu: (1) makan tidak teratur (2) makan berlebihan (3) makan terburu-buru (4) makan junk food (5) makan larut malam (6) melewatkan jam makan (7) makan ketika stres (8) diet sehat kemudian berbuka sepuasnya (9) tidak memahami apa yang dimakan, dan (10) makan dalam porsi besar sekaligus.

1. Makan tidak teratur. Karena berbaga alasan. makan tidak teratur menjadi sering dilakukan. Padahal pola makan yang tidak teratur akan mengacaukan metabolisme tubuh. Tahukah Anda bahwa jam biologis tubuh memengaruhi berat badan? Meskipun jumlah kalori yang dikonsumsi sama, orang yang makan tidak teratur cenderung akan mengalami kenaikan berat badan lebih cepat dan lebih banyak daripada orang yang makan teratur.

2. Makan berlebihan. Tak peduli perut sudah menjerit kekenyangan. Anda terus saja menjejalkan makanan ke dalam mulut. Anda makan sampai piring bersih, bahkan ikut membersihkan piring orang di sebelah Anda. Ini berbahaya bagi kesehatan. Terutama berdampak bagi kelebihan berat badan dan obesitas. Studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang makan berlebihan, meski hanya dalam periode singkat, akan mengalami dampak buruk dalam jangka panjang. Istilahnya: “moment on the lips, forever on the hips”. Makan berlebihan selama satu bulan, misalnya, akan berdampak pada kenaikan berat badan dan penumpukan lemak tubuh selama bertahun-tahun kemudian.

3. Makan terburu-buru. Kesibukan kerja bisa menjadi pemicu untuk makan terburu-buru. Anda makan di mobil atau di perjalanan, dan seringkali menyantap apa saja yang gampang dibeli, sehingga nutrisi yang terkandung dalam makanan tidak sempat diperhatikan. Konsumsi makanan tidak sehat pun dilakukan. Padahal terburu-buru atau berbicara sambil makan tidak dianjurkan karena akan membuang enzim dari makanan. Anda juga tidak mengunyah makanan dengan baik sehingga merugikan pencernaan. Bila dibiasakan, ini akan memperburuk kesehatan Anda.

4. Makan junk food. Junk food disebut sebagai “makanan sampah”. Anda mengonsumsi junk food mungkin karena bosan. Yaitu bosan makan makanan yang sama hari demi hari, dan junk food pun menjadi pilihan. Hati-hati, di balik rasa lezat junk food terkandung kalori tinggi, padat lemak, padat gula, tinggi garam. dan kurang nutrisi. Tubuh mudah gemuk saat makan junk food dan seringkali makanan ini mengandung zat aditif yang membuat ketagihan,

5. Makan larut malam. Sebetulnya tidak ada larangan untuk makan larut malam. Akan tetapi makan larut malam sering berupa ngemil dan mengonsumsi kalori berlebihan. Hal ini terjadi mungkin karena bosan, atau lelah sepulang kerja, atau karena ada godaan (hendak tidur tiba-tiba ada tukang nasi goreng lewat di depan rumah). Hati-hati, berat badan Anda akan naik kalau membiasakan diri makan makanan padat kalori sebelum tidur. Seseorang yang makan banyak sebelum tidur, tubuhnya akan melepaskan insulin dalam jumlah besar. Insulin inilah yang akan menyimpan seluruh makanan itu sebagai lemak. Sebaiknya, berhenti makan satu jam sebelum tidur, atau bila sangat lapar makanlah buah saja karena cepat dicerna.

6. Melewatkan jam makan. Mungkin karena tidak sempat. atau karena takut gemuk. Anda berpikir tidak apa-apa melewatkan waktu makan. ini berbahaya karena bila Anda melewatkan jam makan. rasa lapar meningkat dan Anda juga mungkin mengalami penurunan kadar gula darah. Banyak orang mengompensasi hal ini dengan makan makanan yang lebih banyak di waktu berikutnya atau dengan ngemil berlebihan. Akibatnya, berat badan malah meningkat. Jadi, pastikan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam setiap hari, tepat pada waktunya.

7. Makan ketika stres. Banyak orang menggunakan makanan untuk meredakan stres. Setelah hari yang panjang dan sulit di tempat kerja, misalnya, makan sebungkus besar keripik kentang dan mmum sebotol besar soft drink bisa menjadi pilihan yang menarik. Makan dengan cara ini, bagaimanapun, akan memngkatkan berat badan.

8. Diet sehat, kemudian “berbuka” sepuasnya. Anda makan sehat selama seminggu, tetapi makan sepuasnya pada akhir pekan. Apa pun tujuan Anda, ingin menurunkan berat badan atau hanya mempertahankannya — makan seperti ini tidak akan membuat Anda berhasil mencapai tujuan. Lima hari diet ketat jadi tidak berarti gara-gara “berbuka sepuasnya” di akhir pekan. Saat makan sepuasnya, Anda bisa saja mengonsumsi jumlah kalori yang seharusnya cukup untuk 3 hari! Diet seminggu pun jadi percuma.

9. Tidak memahami apa yang dimakan. Berapa banyak kalori dalam makanan Anda? Apakah mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang berbahaya bagi tubuh? Apakah mengandung kadar gula tinggi atau garam tinggi yang bisa memicu penyakit? Pertanyaan-pertanyaan ini seringkai: diabaikan saat kita sudah menghadapi makanan yang menggugah selera. Banyak orang tidak memperhatikan kandungan nutrisi pada makanan mereka sehari-hari, terutama saat makan di restoran. Kurangnya nutrisi akan berujung pada kekurangan gizi, dan kalori yang tinggi gampang disimpan sebagai lemak dalam tubuh Anda.

10. Makan dalam porsi besar sekaligus. Seperti kebiasaan makan yang buruk lainnya, makan makanan lebih dari kebutuhan tubuh adalah perilaku umum. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan. Jika terlalu lapar.
Anda mungkin makan lebih banyak. Jika menghadiri suatu jamuan makan atau pesta besar yang dipenuhi makanan yang menggoda, Anda juga mungkin tergoda untuk makan sepuasnya. Makan dalam porsi besar sekaligus membuat Anda tak dapat mengontrol jumlah kalori dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu. makan sampai kekenyangan juga membuat Anda jadi malas dan mengantuk.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: